No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Perang Iran Guncang Asia: Nikkei, Kospi, IHSG Anjlok

Rizki by Rizki
14 Maret 2026 - 16:56
in Ekonomi
0

Pasar Asia Tertekan Akibat Eskalasi Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak

JAKARTA – Awal pekan ini, pasar saham Asia dilanda tekanan signifikan, dipicu oleh kenaikan tajam harga minyak mentah global dan memburuknya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Investor global bereaksi dengan melakukan aksi jual besar-besaran, yang berdampak paling parah pada bursa saham Jepang dan Korea Selatan.

Di Jepang, indeks utama Nikkei 225 mengalami penurunan drastis hingga 6,9% pada perdagangan Senin, menandai pelemahan terdalam sejak awal April. Indeks yang lebih luas, Topix, juga tidak luput dari gempuran, merosot hingga 5,7%. Sektor teknologi menjadi penekan utama, dengan saham-saham seperti SoftBank Group Corp. dan Advantest Corp. memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan indeks.

Kondisi ini terjadi di tengah melonjaknya harga minyak dunia yang telah menembus angka US$110 per barel. Kenaikan harga energi ini dipicu oleh berlanjutnya konflik di sekitar Iran, yang kini telah memasuki hari kesembilan setelah insiden yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Sebelumnya, pasar saham Jepang menunjukkan kinerja yang kuat sepanjang awal tahun 2026, bahkan indeks Nikkei sempat mengungguli banyak indeks global utama. Kinerja positif ini sebagian besar didorong oleh kebijakan fiskal ekspansif yang diterapkan oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi. Namun, penurunan tajam terbaru membuat indeks acuan Tokyo kini berada di ambang koreksi teknikal, setelah anjlok lebih dari 10% dari puncak tertingginya pada akhir Februari.

Shoji Hirakawa, Chief Global Strategist di Tokai Tokyo Intelligence Laboratory Co., menjelaskan bahwa saham Jepang menjadi lebih rentan terhadap koreksi karena sebelumnya telah mencatat kenaikan yang cukup besar. “Saham Jepang telah naik cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir, sehingga pasar menjadi lebih sensitif terhadap sentimen negatif seperti lonjakan harga minyak dan risiko geopolitik,” ujarnya.

Baca Juga  Emas: Sang Raja Logam Mulia

Selain itu, ketergantungan Jepang yang tinggi terhadap impor minyak dari Timur Tengah – sekitar 90% dari total kebutuhan minyaknya – semakin memperbesar risiko bagi pasar saham domestik. Hiroshi Matsumoto, Senior Client Portfolio Manager di Pictet Asset Management Japan Ltd., menekankan bahwa Jepang termasuk negara yang paling terdampak oleh lonjakan harga minyak, yang secara langsung meningkatkan risiko bagi pasar sahamnya. “Jika harga energi terus naik, dampaknya tidak hanya pada inflasi tetapi juga pada margin perusahaan Jepang yang sangat bergantung pada impor energi,” kata Matsumoto.

Sentimen investor global semakin memburuk setelah laporan ketenagakerjaan terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa perusahaan secara tak terduga memangkas jumlah pekerja pada bulan Februari. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tambahan terhadap prospek ekonomi global yang melambat.

Di sisi lain, aliran dana asing yang sebelumnya menjadi pendorong utama kenaikan saham Jepang mulai menunjukkan tren berbalik. Mamoru Shimode, Chief Strategist di Resona Asset Management Co., mengamati bahwa investor asing jangka pendek mulai mengurangi eksposur mereka terhadap saham Jepang. Matsumoto menambahkan bahwa harga saham saat ini belum turun cukup dalam untuk menarik minat investor domestik melakukan aksi beli saat pelemahan. Jika harga minyak terus bertahan di atas US$100 per barel, tekanan terhadap pasar saham global, termasuk pasar Jepang, berpotensi akan berlanjut.

Bursa Korea Selatan Mengalami Guncangan Lebih Dalam

Tekanan pasar di Asia tidak hanya berhenti di Jepang. Korea Selatan mengalami pukulan yang lebih dalam. Indeks Kospi sempat merosot hingga 8,8% pada Senin, memicu penghentian sementara perdagangan selama 20 menit melalui mekanisme circuit breaker.

Saham-saham raksasa semikonduktor seperti Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc. menjadi penekan utama indeks, dengan penurunan yang mencapai lebih dari 10%. Konflik di Iran dinilai memiliki dampak yang lebih besar terhadap pasar Asia secara keseluruhan, mengingat kawasan ini sangat bergantung pada pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Baca Juga  53% Pekerja Singapura: Gaji Loyo, Kami Pergi!

Jung In Yun, Chief Executive Officer di Fibonacci Asset Management Global, mengungkapkan kekhawatiran investor bahwa konflik tersebut akan berlangsung lebih lama dari perkiraan. “Pasar khawatir ketegangan di Timur Tengah tidak akan selesai dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini mendorong investor global untuk mengurangi aset berisiko, termasuk saham Korea,” ujar Jung.

Arus dana asing tercatat melakukan penjualan bersih sekitar 1,8 triliun won atau setara US$1,2 miliar saham Kospi pada perdagangan Senin pagi. Angka ini menambah rekor penjualan bersih sekitar 14 triliun won sepanjang pekan sebelumnya. Sebaliknya, investor ritel justru bertindak sebagai pembeli bersih pada hari tersebut.

Lonjakan harga minyak juga memicu kekhawatiran inflasi di Korea Selatan, yang merupakan negara pengimpor energi bersih. Di tengah aksi risk-off yang menekan saham-saham teknologi, sektor energi justru menunjukkan kinerja positif. Saham Daesung Energy Co., misalnya, melonjak lebih dari 20% pada perdagangan Senin.

Mata uang won juga melemah sekitar 0,7% terhadap dolar AS, sementara imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun melonjak 20 basis poin. Bank sentral Korea Selatan, Bank of Korea, telah menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah stabilisasi pasar jika diperlukan, menyusul meningkatnya volatilitas di pasar keuangan akibat risiko geopolitik di Timur Tengah.

Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa indeks Kospi sebenarnya masih mencatat kenaikan lebih dari 20% sepanjang tahun ini. Kenaikan ini didorong oleh reli saham teknologi yang dipicu oleh lonjakan permintaan chip memori di tengah ekspansi global teknologi kecerdasan buatan. Namun, reli tersebut juga membuat saham Korea Selatan lebih rentan terhadap aksi ambil untung, terutama setelah ketegangan geopolitik meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

IHSG Ikut Tergerus Gelombang Pelemahan

Sementara itu, tekanan pasar global juga menjalar ke pasar saham domestik Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas pada pukul 09.02 WIB, IHSG ambles 4,38% ke level 7.253,29.

Baca Juga  Rupiah Tertekan, BI Siaga Intervensi Krisis Timur Tengah

Sejumlah saham berkapitalisasi besar dibuka di zona merah, termasuk saham Bumi Resources (BUMI) yang turun 8,70% ke Rp210, saham Bank Central Asia (BBCA) yang melemah 1,79% ke Rp6.875, dan saham Telkom Indonesia (TLKM) yang terkoreksi 4,39% ke Rp3.050.

Namun, di tengah pelemahan indeks yang merata, sejumlah saham sektor energi justru menunjukkan pergerakan menguat, seiring dengan lonjakan harga minyak global. Saham Energi Mega Persada (ENRG) tercatat naik 4,11% ke Rp1.900, sementara Medco Energi Internasional (MEDC) menguat 5,10% ke Rp1.855.

Secara sektoral, seluruh indeks sektor dibuka di zona merah. Sektor basic materials mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 7,67%, diikuti oleh sektor infrastruktur yang melemah 5,97% dan sektor konsumer siklikal yang turun 5,89%.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai bahwa pelemahan IHSG tidak terlepas dari sentimen global. Lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama aksi risk-off di pasar keuangan global, yang kemudian berdampak pada pasar domestik.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi
berita

Pentingnya Perlindungan Lingkungan dan Kelautan untuk Masa Depan Bumi

19 April 2026 - 06:11
Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas
Bisnis

Mitsubishi L300 2026: Legenda Pikap Kini Lebih Modern dan Tangguh dengan Mesin Euro 4 serta Kargo Lebih Luas

18 April 2026 - 20:57
BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu
Bisnis

BGN habiskan Rp1,5 miliar untuk beli sikat dan semir sepatu

18 April 2026 - 20:21
Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian
Bisnis

Papipul, Pengusaha Muda yang Viral dan Menarik Perhatian

18 April 2026 - 17:37
Bahlil: Harga Pertama Segera Naik
Bisnis

Bahlil: Harga Pertama Segera Naik

18 April 2026 - 17:18
Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun
Bisnis

Laba Askrindo Syariah Naik 19,3% di Tahun 2025, Aset Tembus Rp3,27 Triliun

18 April 2026 - 12:09
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

Profil Christopher Rustam Muda Dua, Calon Pastor yang Tenggelam di Air Terjun Situmurun Danau Toba

16 April 2026 - 10:10
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

Pacu Waktu, Pansus DPRD Batam Bahas LKPJ Wali Kota 2025 Meski di Hari Libur

19 April 2026 - 16:01

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Redmi Note 13: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

20 April 2026 - 03:04
Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

Hukum Laut Internasional: Pengertian, Prinsip, dan Pentingnya dalam UNCLOS

20 April 2026 - 02:19
Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni lewat Tablig Akbar PERMASA

20 April 2026 - 01:01
IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

IMAGE: Redmi Note 13 Pro smartphone with curved display and high-resolution camera

19 April 2026 - 20:42
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.