Upacara Militer Salim S Mengga di TMP Kalibata Dipimpin Mayjen Eko Susetyo

Diposting pada

Pemakaman Militer Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S Mengga, di TMP Kalibata

Jakarta – Jenazah Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Salim S Mengga, telah dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu, 1 Februari 2026. Prosesi pemakaman yang khidmat ini dihadiri oleh ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga, kerabat, serta kolega, yang memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Rombongan jenazah tiba di TMP Kalibata sekitar pukul 09.51 WIB, setelah sebelumnya diberangkatkan dari rumah duka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Upacara pemakaman militer dipimpin langsung oleh Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpussenkav) TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI Eko Susetyo, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Prosesi penurunan jenazah ke liang lahat dilaksanakan pada pukul 10.14 WIB, diiringi dengan tembakan salvo sebagai bentuk penghormatan militer tertinggi. “Atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi, jiwa, raga, dan jasa-jasa almarhum,” ujar Mayjen TNI Eko Susetyo dalam sambutannya.

Salim S Mengga meninggal dunia pada usia 74 tahun, Sabtu, 31 Januari 2026, setelah menjalani perawatan intensif di RS Siloam Makassar, Sulawesi Selatan. Dugaan kuat penyebab kematian almarhum adalah serangan jantung.

Profil Singkat Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S Mengga

Salim Sayyid Mengga lahir di Pambusuan, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada tanggal 24 September 1951. Beliau merupakan putra dari Sayyid Mengga Alatas, yang pernah menjabat sebagai Bupati Polewali Mamasa (sekarang Polewali Mandar) pada periode 1980-1990.

Karier militer almarhum terbilang cemerlang. Beliau adalah seorang pensiunan prajurit TNI dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal (Mayjen). Salim merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1974. Ia satu angkatan dengan beberapa tokoh nasional terkemuka, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Ryamizard Ryacudu.

Perjalanan pendidikannya tidak berhenti di AKABRI. Salim melanjutkan berbagai pendidikan militer lanjutan, antara lain:

  • Susarcab Kavaleri (1975)
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) (1981)
  • Sekolah untuk Komandan Kodim (Susdandim) (1993)
  • Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) (2001)

Karier militernya dimulai pada tahun 1975 sebagai Komandan Peleton Detasemen Kavaleri Yonkav 10 Kodam XIV Hasanuddin dengan pangkat Letnan Dua (Letda). Perjalanan kariernya terus menanjak, dan salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro pada tahun 2001.

Pangkat Mayor Jenderal diraihnya pada tahun 2003, saat beliau menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Darat (Wadankodiklat). Jabatan terakhir yang diemban Salim sebelum memasuki masa pensiun adalah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XV/Pattimura, dari tahun 2005 hingga 2006.

Perjalanan Politik Pasca-Militer

Setelah pensiun dari dunia militer, Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S Mengga memutuskan untuk meniti karier di bidang politik. Beliau bergabung dengan Partai Demokrat dan berhasil terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009.

Keberhasilannya berlanjut pada Pemilu 2014, di mana beliau kembali terpilih sebagai anggota dewan. Dalam kontestasi tersebut, Salim berhasil meraih 51.168 suara di daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Barat.

Pada tahun 2017, Salim mencoba peruntungannya di ranah eksekutif dengan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sulawesi Barat. Beliau berpasangan dengan Hasanuddin Mas’ud. Namun, pasangan ini harus mengakui keunggulan rival mereka, Ali Baal Masdar yang berpasangan dengan Enny Angraeny Anwar.

Tidak patah semangat, Salim kembali berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Barat pada tahun 2024. Kali ini, beliau mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur, berpasangan dengan Suhardi Duka. Keputusan untuk kembali berkontestasi ini diambil setelah beliau gagal terpilih kembali menjadi anggota parlemen pada Pemilu 2024.

Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S Mengga meninggalkan jejak yang signifikan baik di dunia militer maupun politik. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta masyarakat Sulawesi Barat.

Gambar Gravatar
Erwin merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan