Nurul Akmal: Sang Lifter Kebanggaan Bangsa Terlupakan, Hanya Diangkat PPPK Paruh Waktu
Prestasi gemilang Nurul Akmal di kancah internasional, yang telah mengharumkan nama Indonesia, kini berbanding terbalik dengan nasibnya yang terkesan diabaikan. Lifter andalan asal Aceh ini dikabarkan merasa kecewa lantaran hanya diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sementara atlet berprestasi lainnya mendapatkan status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetap, bahkan ada yang menjadi perwira TNI dan Polri.
Kekecewaan ini tergambar jelas dari unggahan Nurul Akmal di media sosialnya. Melalui akun Instagram pribadinya, @nurulakmal_12, atlet yang bergelar sarjana pendidikan ini membagikan foto dirinya mengenakan seragam Korpri. Di samping rasa syukur yang ia ungkapkan, terselip pula emotikon sedih, mengisyaratkan ketidakpuasan atas status kepegawaiannya.
Kekecewaan yang Mendalam
Pada Kamis, 29 Februari 2026, Nurul Akmal secara resmi dilantik menjadi PPPK Paruh Waktu di Banda Aceh. Namun, momen yang seharusnya menjadi kebahagiaan justru menyisakan luka. Status “paruh waktu” ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan pengorbanan dan dedikasi Nurul untuk bangsa dan negara.
Perasaan pilu ini semakin terasa ketika melihat nasib rekan-rekan sesama atlet. Banyak dari mereka yang berprestasi serupa justru mendapatkan apresiasi yang lebih besar berupa pengangkatan sebagai PNS tetap, atau bahkan kesempatan berkarir di institusi negara seperti TNI dan Polri. Hal inilah yang membuat sang lifter kelas berat merasa nasibnya tidak seberuntung yang lain.
“Semoga Presiden RI Prabowo Subianto mendengar cerita ini. Ada anak bangsa yang dilupakan walau sudah memberikan seluruh jiwa raganya untuk negara ini,” ujar Hasballah, ayah dari Nurul Akmal, pada Sabtu, 31 Februari 2026. Pernyataan ini menunjukkan betapa besar harapan keluarga agar pemerintah, khususnya Presiden, dapat memberikan perhatian lebih terhadap nasib atlet berprestasi seperti putrinya.
Dari Angkut Padi Menuju Panggung Olimpiade: Perjalanan Inspiratif Nurul Akmal
Kisah Nurul Akmal bukanlah cerita biasa. Bakatnya dalam angkat besi mulai terendus pada tahun 2010, saat ia masih duduk di bangku kelas satu SMA. Pelatih angkat besi Aceh, Efendi Eria, menemukan potensi luar biasa Nurul ketika melihatnya tengah sibuk mengangkut padi di kampung halamannya, Desa Serbajaman Tunong.
Ketekunan dan disiplin dalam berlatih membawa Nurul Akmal menorehkan sejarah. Ia menjadi lifter putri pertama Indonesia yang berhasil lolos ke ajang Olimpiade di kelas berat pada Olimpiade Tokyo 2020. Pencapaian ini sangat istimewa mengingat Indonesia umumnya hanya mampu meloloskan atlet di kelas ringan. Selain itu, Nurul juga menjadi atlet asal Aceh pertama yang berkesempatan tampil di Olimpiade setelah penantian panjang selama 33 tahun.
Deretan prestasinya pun tidak bisa dianggap remeh. Nurul Akmal telah menyumbangkan berbagai medali berharga bagi Indonesia, antara lain:
- Medali Emas Asian Games 2018 (Test Event)
- Medali Perak Islamic Solidarity Games 2017
- Medali di ajang SEA Games 2021 dan 2023
Kekecewaan Sang Ayah: Perjuangan yang Belum Terbalas
Hasballah, ayah Nurul Akmal, mengungkapkan rasa kecewanya yang mendalam atas nasib yang menimpa putrinya. Ia telah berjuang keras untuk memastikan putrinya mendapatkan penghargaan yang layak, yaitu status sebagai PNS.
Pada November 2025 lalu, Hasballah telah menemui sejumlah pejabat penting di Aceh, termasuk Gubernur Aceh Muzakkir Manaf (Mualem), Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir Syamaun, dan Ketua KONI Aceh Saiful Bahri (Pon Yahya).
“Saya minta agar dibuatkan formasi khusus untuk Nurul agar bisa menjadi PNS. Jawaban Sekda Nasir saat itu, Nurul sudah dipikirkan. Namun, belakangan saya tahu dari Nurul dia hanya Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu,” terang Hasballah dengan nada prihatin.
Harapan yang Kandas di Banda Aceh
Hasballah bahkan rela menghabiskan waktu selama sebulan penuh di Banda Aceh demi bertemu para pejabat dan memperjuangkan nasib putrinya agar diapresiasi dengan status PNS. Namun, seluruh upaya tersebut seolah sia-sia setelah ia mengetahui bahwa Nurul hanya diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu di Pemerintah Aceh.
“Saya kecewa. Seakan perjuangan anak saya untuk bangsa ini tidak dihargai. Saya harap ini bisa menjadi perhatian Presiden dan Menteri Pemuda dan Olahraga,” ujarnya dengan nada memohon. Menurut Hasballah, status PPPK Paruh Waktu sama sekali tidak mencerminkan kelayakan bagi seorang atlet berprestasi internasional seperti Nurul Akmal.
Harapan agar putrinya menjadi PNS sebenarnya sudah pernah ia sampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo sejak Nurul berhasil menjadi olimpian pada Olimpiade Tokyo 2021. Sayangnya, harapan tersebut belum terealisasi hingga masa jabatan presiden berakhir dan berganti kepemimpinan.
Prestasi Sejarah yang Seolah Terlupakan
Nurul Akmal bukan sekadar atlet angkat besi biasa. Ia telah mengukir sejarah yang membanggakan bagi Indonesia. Sebagai lifter putri pertama yang berhasil menembus kelas berat di Olimpiade, ia telah memecah kebuntuan tradisi Indonesia yang kerap hanya berprestasi di kelas ringan. Keberadaannya di panggung Olimpiade adalah bukti nyata bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Selain itu, sebagai atlet asal Aceh pertama yang tampil di Olimpiade dalam kurun waktu 33 tahun, Nurul telah membawa kebanggaan tersendiri bagi tanah kelahirannya. Kontribusinya dalam menyumbangkan medali di berbagai ajang internasional, mulai dari Islamic Solidarity Games, Asian Games, hingga SEA Games, menunjukkan dedikasi dan semangat juangnya yang luar biasa.
Harapan Tertuju pada Presiden Prabowo Subianto
Kini, harapan terbesar keluarga Nurul Akmal tertuju pada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hasballah berharap agar Presiden dapat memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini dan memberikan solusi terbaik bagi masa depan putrinya.
“Harapan terakhir saya ada di Presiden RI Prabowo Subianto. Semoga Presiden mengetahui kejadian ini, bahwa ada anak bangsa meraih prestasi tapi tidak mendapatkan hal yang layak,” ungkap Hasballah dengan penuh harap. Ia menambahkan, “Harapan terakhir saya ada di tangan Presiden Prabowo. Semoga bisa diberi solusi terbaik untuk Nurul. Menjamin masa depan dan hari tuanya.”
Bagi keluarga, status PPPK Paruh Waktu yang diterima Nurul Akmal terasa sangat tidak sebanding dengan belasan tahun pengorbanan dan jerih payah yang telah ia curahkan demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan apresiasi yang setimpal dan menjamin masa depan para atlet yang telah berjuang keras mengharumkan nama Indonesia.
Profil Singkat Nurul Akmal
- Nama: Nurul Akmal
- Lahir: Aceh, 12 Februari 1993
- Cabang Olahraga: Angkat Besi (+87 kg)
- Prestasi Utama:
- Medali Emas Asian Games 2018 (Test Event)
- Medali Perak Islamic Solidarity Games 2017
- Medali Perak SEA Games 2021 & 2023
- Olimpian Tokyo 2020


















