Injil Katolik Misa Hari Rabu 11 Februari 2026
Pada hari Rabu, 11 Februari 2026, gereja Katolik merayakan hari Rabu Biasa V. Pada hari ini juga dirayakan Hari Orang Sakit Sedunia serta Perayaan fakultatif Santa Perawan Maria dari Lourdes, Santo Gregorius II, Paus, dan Santo Saturninus, Martir. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah hijau.
Bacaan Liturgi Katolik
Bacaan Pertama: 1 Raja-Raja 10:1-10
Ratu Syeba mendengar tentang kebijaksanaan Salomo dan datang untuk mengujinya dengan teka-teki. Setelah melihat segala hikmat dan kemakmuran Salomo, ratu itu tercengang dan menyatakan bahwa hikmatnya melebihi apa yang pernah ia dengar. Ia memuji Tuhan karena telah memberikan raja yang bijaksana dan adil.
Mazmur Tanggapan: Mzm 37:5-6.30-31.39-40
Mazmur ini mengajak kita untuk menyerahkan hidup kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia akan bertindak. Mulut orang benar menuturkan hikmat, dan hati mereka penuh dengan taurat Allah. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan dalam waktu kesesakan.
Bait Pengantar Injil: Yohanes 17:17ba
“Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.” Alleluya.
Bacaan Injil: Markus 7:14-23
Yesus berkata, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Ia menjelaskan bahwa tidak makanan yang masuk ke dalam tubuh yang menajiskan manusia, tetapi apa yang keluar dari hati—seperti niat jahat, keserakahan, iri hati, fitnah, kesombongan, dan kebebalan.
Renungan Harian Katolik
Hati yang Bersih di Hadapan Allah
Dalam renungan harian ini, kita diajak untuk lebih memperhatikan hati kita daripada hanya fokus pada penampilan luar. Yesus mengajarkan bahwa yang menajiskan manusia bukanlah apa yang masuk ke dalam dirinya, melainkan apa yang keluar dari hatinya.
Memahami Konteks Injil Markus 7:14–23
Yesus berbicara setelah menghadapi orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang sangat menekankan aturan ritual. Namun, Yesus menegaskan bahwa kejahatan berasal dari dalam hati manusia. Ia menyebutkan berbagai sikap dan perbuatan yang keluar dari hati yang tidak dijaga, seperti niat jahat, keserakahan, iri hati, fitnah, kesombongan, dan kebebalan.
Hati sebagai Pusat Kehidupan Rohani
Dalam tradisi iman Katolik, hati bukan sekadar pusat emosi, tetapi pusat kehendak, pikiran, dan keputusan moral manusia. Apa yang kita pikirkan dan simpan dalam batin akan membentuk tindakan kita.
Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam dunia digital dan media sosial saat ini, ajaran Injil ini menjadi sangat relevan. Kita mudah terjebak pada citra: ingin terlihat baik, benar, dan rohani di hadapan orang lain. Namun di balik layar, hati kita bisa saja penuh kecemasan, iri hati, atau kemarahan yang tidak terselesaikan.
Jalan Pemurnian Hati
Bagaimana kita menjaga hati agar tetap bersih?
Doa yang jujur
Datanglah kepada Tuhan apa adanya, tanpa topeng rohani. Doa bukan soal kata-kata indah, melainkan keterbukaan hati.Refleksi dan pemeriksaan batin
Luangkan waktu setiap hari untuk melihat kembali sikap, pikiran, dan keputusan kita.Sakramen Tobat
Dalam Gereja Katolik, pengakuan dosa adalah sarana rahmat yang nyata untuk pemurnian hati.Mendengarkan Sabda Tuhan
Firman Allah adalah cermin yang menyingkapkan isi hati kita dan sekaligus menyembuhkannya.
Penutup: Iman yang Mengalir dari Hati
Yesus tidak menginginkan iman yang hanya berhenti pada ritual, tetapi iman yang mengalir dari hati yang diubahkan. Dari hati yang bersih akan lahir kata-kata yang penuh kasih, tindakan yang membawa damai, dan hidup yang menjadi kesaksian.
“Ya Tuhan, ciptakanlah hati yang bersih dalam diriku, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.” (bdk. Mazmur 51:12)



















