Gempa Bumi M 3,6 Guncang Perairan Bone Bolango, Gorontalo
Pada Selasa, 10 Februari 2026, wilayah Gorontalo kembali diguncang oleh aktivitas gempa bumi. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada pukul 09:55 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berlokasi di laut, tepatnya di wilayah Bone Bolango.
Gempa yang mengguncang ini memiliki kekuatan magnitudo 3,6. BMKG, sebagai lembaga pemerintah yang bertugas di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada pada kedalaman 149 kilometer di bawah permukaan laut.
Secara geografis, titik pusat gempa tercatat berada pada koordinat 0.18 Lintang Selatan (LS) dan 123.16 Bujur Timur (BT). Lokasi ini berjarak sekitar 79 kilometer arah tenggara dari Bone Bolango, Gorontalo. Jarak ini diperkirakan sekitar 404 kilometer dari Kota Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, menunjukkan bahwa gempa ini dirasakan di wilayah yang cukup luas namun dengan intensitas yang mungkin bervariasi.
BMKG merilis informasi mengenai gempa ini dengan detail sebagai berikut:
“Gempa Mag:3.6, 10-Feb-2026 08:55:32WIB, Lok:0.18LS, 123.16BT (79 km Tenggara BONEBOLANGO-GORONTALO), Kedlmn:149 Km,”. BMKG juga menambahkan disclaimer bahwa informasi ini diutamakan untuk kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk.
Langkah-Langkah Penting Saat Terjadi Gempa Bumi
Kesadaran akan tindakan yang tepat saat gempa bumi terjadi sangat krusial untuk meminimalkan risiko cedera dan kerugian. BMKG memberikan panduan yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan dalam berbagai situasi.
1. Jika Anda Berada di Dalam Bangunan
- Lindungi Kepala dan Badan: Segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau struktur lain yang dapat menahan reruntuhan. Gunakan tangan untuk melindungi kepala dan leher.
- Cari Tempat Aman: Pindah ke area yang paling aman dari potensi jatuhan benda atau keruntuhan struktur.
- Evakuasi Jika Memungkinkan: Jika kondisi aman dan memungkinkan, segera keluar dari bangunan menuju area terbuka.
2. Jika Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka
- Jauhi Struktur Berbahaya: Menjauhlah dari gedung, tiang listrik, pohon, papan reklame, atau struktur lain yang berpotensi roboh atau menjatuhkan material.
- Waspadai Keretakan Tanah: Perhatikan area di sekitar Anda. Jika terjadi keretakan tanah, hindari area tersebut karena dapat menyebabkan Anda terjatuh.
3. Jika Anda Sedang Mengendarai Mobil
- Menepi dan Keluar dari Kendaraan: Segera menepi ke pinggir jalan, berhenti, dan turun dari mobil. Jauhi kendaraan Anda karena ada risiko pergeseran atau bahkan kebakaran.
- Perhatikan Lingkungan Sekitar: Sama seperti saat berada di luar bangunan, waspadai keretakan tanah di area Anda berhenti.
4. Jika Anda Tinggal atau Berada di Pantai
- Segera Menjauhi Pantai: Gempa bumi yang berpusat di laut berpotensi menimbulkan tsunami. Prioritaskan untuk segera menjauhi area pantai dan bergerak ke dataran yang lebih tinggi.
5. Jika Anda Tinggal di Daerah Pegunungan
- Hindari Area Rawan Longsor: Daerah pegunungan memiliki risiko tinggi terjadinya tanah longsor saat terjadi gempa. Identifikasi dan hindari area yang berpotensi longsor.
Memahami Skala MMI (Modified Mercalli Intensity)
Skala MMI digunakan untuk mengukur intensitas gempa berdasarkan dampaknya terhadap manusia, benda, dan bangunan. Pemahaman skala ini membantu kita menginterpretasikan tingkat keparahan goncangan yang dirasakan.
Skala MMI I-II (Tidak Dirasakan – Not Felt):
Gempa ini tidak dirasakan oleh sebagian besar orang. Hanya beberapa individu yang mungkin merasakannya, dan biasanya hanya terekam oleh alat seismograf.Skala MMI III-V (Dirasakan Orang Banyak):
Pada skala ini, gempa dirasakan oleh banyak orang, namun umumnya tidak menimbulkan kerusakan berarti. Benda-benda ringan yang digantung mungkin akan bergoyang, dan jendela kaca bisa bergetar.Skala MMI VI (Kerusakan Ringan – Slight Damage):
Bagian non-struktural bangunan mulai mengalami kerusakan ringan. Ini bisa berupa retakan rambut pada dinding, genteng yang bergeser atau sebagian berjatuhan.Skala MMI VII-VIII (Kerusakan Sedang – Moderate Damage):
Kerusakan mulai terlihat lebih signifikan. Dinding bangunan sederhana bisa mengalami banyak retakan, sebagian bahkan roboh. Kaca jendela pecah, dan plester dinding bisa lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.Skala MMI IX-XII (Kerusakan Berat – Heavy Damage):
Ini adalah tingkat kerusakan terparah. Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh. Struktur bangunan mengalami kerusakan berat. Bahkan rel kereta api bisa melengkung akibat kekuatan goncangan yang dahsyat.



















