Pesulap Merah Buka Suara: Klarifikasi Tuduhan Penelantaran Istri Hingga Peran Istri Kedua
Marcel Radhival, sosok yang dikenal luas sebagai Pesulap Merah, akhirnya angkat bicara untuk menepis berbagai isu dan narasi negatif yang menyelimuti kehidupan pribadinya, terutama terkait hubungannya dengan mendiang istri pertama, Tika Mega Lestari, serta pernikahannya dengan Ratu Rizky Nabila. Tuduhan miring mengenai penelantaran, perselingkuhan, dan peran istri kedua sebagai “pelakor” telah ramai diperbincangkan, mendorong Marcel untuk memberikan klarifikasi mendalam.
Dalam sebuah pernyataan tertulis yang diunggah di media sosialnya, Marcel dengan tegas membantah anggapan bahwa dirinya menelantarkan almarhumah istri pertamanya. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya yang terkadang sering diinterpretasikan sebagai pengabaian, sebenarnya lebih disebabkan oleh tuntutan pekerjaan yang tidak bisa dihindari. Sebagai tulang punggung keluarga sejak usia muda, Marcel merasa memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebutuhan finansial keluarganya terpenuhi.
“Jangankan istri saya, orang tua saya sakit dirawat beberapa kali di rumah sakit pun saya tidak bisa menemani. Yang menemani adalah crew saya,” ungkap Marcel. Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi keluarga yang kurang beruntung sejak awal memaksanya untuk bekerja keras demi menafkahi. Meskipun tidak selalu hadir secara fisik, Marcel memastikan bahwa segala kebutuhan Tika, mulai dari tempat tinggal, kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman, hingga pakaian, sepenuhnya terpenuhi tanpa ada yang terabaikan. Ia bahkan membandingkan situasinya dengan para suami yang harus bekerja di luar negeri, menyiratkan bahwa ketidakhadiran fisik bukanlah indikator penelantaran.
Membela Sang Istri Kedua dari Tuduhan Miring
Tidak hanya membela diri, Marcel juga memberikan pembelaan kuat untuk istri keduanya, Ratu Rizky Nabila, yang kerap dituduh sebagai “pelakor” atau penyebab depresi mendiang istri pertamanya. Marcel menegaskan bahwa Ratu bukanlah sosok perebut suami orang, apalagi penyebab penderitaan Tika. Pernikahan siri dengan Ratu Rizky Nabila sendiri telah dilangsungkan sejak tahun 2022, jauh sebelum Tika Mega Lestari meninggal dunia pada Januari 2026.
Marcel membeberkan sisi lain dari Ratu yang tidak diketahui publik, menggambarkan sang istri kedua sebagai wanita yang baik hati dan sangat mendukung. Ia menekankan bahwa kehadiran Ratu dalam hidupnya tidak pernah berniat buruk atau berusaha merebut dirinya dari Tika. Justru sebaliknya, Ratu disebut sebagai sosok yang selalu mengingatkan Marcel untuk bertanggung jawab dan fokus pada kesembuhan Tika.
“Dia bahkan punya prinsip: ‘Kalau sampai saya dan Rohimahalloh cerai, dia juga mau cerai,'” ungkap Marcel, menyoroti kesetiaan dan kepedulian Ratu. Lebih lanjut, Marcel mengungkapkan tawaran tulus dari Ratu untuk membantu secara medis, bahkan menawarkan donor kulit untuk operasi Tika. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana karena Marcel tidak mendapatkan informasi mengenai jadwal operasi ketiga Tika dari pihak keluarga almarhumah.
Menguak Riwayat Penyakit Istri Pertama
Marcel juga memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan Tika Mega Lestari yang telah berjuang melawan penyakit serius jauh sebelum mereka menikah. Ia menjelaskan bahwa Tika mengidap Anemia Aplastik, sebuah kelainan sumsum tulang belakang yang menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah baru secara normal. Gejala penyakit ini, seperti menstruasi tidak teratur dan pendarahan, sudah dialami Tika sejak kecil.
Kondisi Tika memburuk pada tahun 2022 akibat kelelahan bekerja. Puncaknya terjadi pada Oktober 2025 ketika teridentifikasi adanya sel kanker di area pipi setelah muncul sariawan yang tidak kunjung sembuh. Marcel menceritakan bahwa gejala parah mulai terlihat pada tahun 2022 setelah Tika ikut bekerja bersamanya dan mengalami kelelahan ekstrem, yang kemudian berujung pada diagnosis Anemia Aplastik dan serangkaian perawatan di rumah sakit akibat pendarahan.
Marcel kembali menegaskan bahwa sejak awal pernikahan, Ratu Rizky Nabila selalu memberikan dukungan agar dirinya fokus pada pengobatan Tika.
Sanggahan dari Keluarga Tika Mega Lestari
Di sisi lain, pihak keluarga Tika Mega Lestari, melalui ibunya, Endang, memberikan bantahan keras terhadap klaim yang disampaikan oleh Marcel. Endang menyayangkan narasi yang dibangun Marcel seolah-olah dirinya adalah pihak yang sepenuhnya mengurus dan membiayai seluruh pengobatan putrinya. Menurut Endang, Tika justru berobat menggunakan fasilitas BPJS dari tempat kerjanya.
“Dia enggak tanggung jawab. Sementara dia koar-koar membiayai semua pengobatannya kan? Padahal almarhum tuh berobat dengan BPJS kantor,” ujar Endang. Ia menambahkan bahwa Marcel baru mengeluarkan uang saat operasi, itupun diklaim meminta penggantian dari Tika yang sedang sakit.
Keluarga juga menyoroti minimnya kehadiran Marcel selama Tika sakit. Mereka merasa geram dengan aksi Marcel di media sosial yang dianggap sering mengatasnamakan almarhumah untuk kepentingan konten, termasuk isu sedekah. Tindakan ini dinilai sebagai upaya untuk menutupi kesalahan masa lalu.
“Yang keluarga enggak terima, itu kan almarhum sudah enggak ada ya. Kenapa dia selalu mengatasnamakan almarhum? Dia katanya, apa namanya tuh, bersedekah atas nama almarhum. Buat apa bersedekah atas nama almarhum? Kenapa enggak waktu sakit dia obatin?” ungkap Endang dengan nada kesal.
Tika Keinginan Bercerai Sebelum Akhir Hayat
Ibunda Tika juga membantah klaim Marcel bahwa putrinya sejak awal mengetahui dan hidup rukun dalam situasi poligami. Endang mengungkapkan bahwa Tika baru mengetahui Marcel menikah lagi pada pertengahan tahun 2025, secara tidak sengaja saat memeriksa ponsel suaminya.
Sebelum meninggal dunia, Tika sempat mengungkapkan keinginannya untuk bercerai setelah sembuh dari penyakitnya, karena merasa dikhianati. “Waktu tiga hari sebelum dia meninggal dia minta dipeluk dipijetin dia curhatnya dia pengen cerai kalau udah sembuh dan ngurus-ngurus perceraiannya, terus dia minta ambilin barang-barangnya, Tika mau di rumah mama dulu,” kenang Endang. Meskipun demikian, Tika berusaha tegar dan menutupi masalah ini dari ibunya agar tidak menambah beban pikiran.
Menutup klarifikasinya, ibunda Tika berpesan kepada Marcel agar berhenti menyebarkan narasi yang tidak benar. Ia menegaskan bahwa Tika sangat menentang poligami dan tidak pernah menyetujuinya, serta keluarga memiliki bukti yang menunjukkan hal tersebut.



















