Hong Chau: Lebih dari Sekadar Pelayan Manipulatif di “Wuthering Heights”
Film “Wuthering Heights” yang baru saja tayang di Indonesia sejak Rabu, 11 Februari 2026, telah memicu beragam perbincangan hangat. Mengusung interpretasi baru dari kisah cinta obsesif, cemburu, dan penuh dendam antara Catherine (Margot Robbie) dan Heathcliff (Jacob Elordi), film arahan Emerald Fennell ini menampilkan dinamika akting yang intens. Namun, di balik gemerlap peran utama, kehadiran Hong Chau sebagai Nelly Dean berhasil mencuri perhatian dan menjadi sorotan utama.
Dalam adaptasi novel klasik Emily Brontë ini, aktris keturunan Vietnam/Amerika tersebut memberikan dimensi baru pada karakter pelayan setia Catherine. Hong Chau bertransformasi menjadi seorang narator yang penuh manipulasi, menghadirkan kompleksitas akting yang membuat setiap adegannya terasa begitu hidup dan berbobot. Ini bukanlah sebuah kejutan, mengingat rekam jejaknya yang gemilang dan statusnya sebagai nomine Oscar yang selalu memberikan performa total dalam setiap peran yang dimainkannya.
Bagi Anda yang terpukau dengan penampilan Hong Chau di “Wuthering Heights”, fleksibilitas dan kualitas aktingnya dapat disaksikan lebih jauh dalam berbagai karya lainnya. Berikut adalah lima film terbaik Hong Chau yang wajib masuk dalam daftar tontonan Anda, di mana semuanya digarap oleh sutradara-sutradara ternama:
1. Downsizing (2017)
Disutradarai oleh Alexander Payne, sutradara yang juga dikenal melalui film “The Holdovers”, “Downsizing” menjadi titik balik yang melambungkan nama Hong Chau di kancah perfilman global. Film ini menyajikan premis yang unik: sebuah teknologi revolusioner yang mampu mengecilkan tubuh manusia. Tujuannya adalah untuk mengurangi jejak karbon dan menekan biaya hidup. Dengan sentuhan satir sosial yang tajam, cerita berfokus pada Paul Safranek (Matt Damon), seorang pria yang memutuskan untuk menjalani prosedur ini demi meraih kehidupan mewah di komunitas miniatur bernama Leisureland.
Dalam film ini, Hong Chau memerankan Ngoc Lan Tran, seorang aktivis asal Vietnam yang harus berjuang hidup setelah kehilangan satu kakinya saat mencoba menyelinap ke Amerika Serikat di dalam sebuah kardus televisi. Karakter Ngoc Lan Tran bukan sekadar figuran; ia menjelma menjadi scene-stealer yang memberikan “tamparan” moral yang kuat bagi Paul yang sedang mengalami krisis identitas. Meskipun “Downsizing” mendapatkan respons yang beragam dari kritikus, penampilan luar biasa Hong Chau berhasil membawanya meraih nominasi di ajang bergengsi seperti Golden Globe.
2. Driveways (2019)
Bagi para pencinta film slice of life, “Driveways” adalah judul yang tidak boleh dilewatkan. Film ini disutradarai oleh Andrew Ahn, seorang sineas yang telah mencuri perhatian melalui karya-karyanya seperti “Fire Island” dan “The Wedding Banquet”. Mirip dengan film-film Ahn lainnya, “Driveways” meninggalkan kesan hangat yang mendalam di hati penonton berkat narasi yang tenang namun sarat emosi.
Ceritanya mengikuti perjalanan Kathy (Hong Chau), seorang ibu tunggal yang harus membereskan rumah mendiang saudara perempuannya yang ternyata adalah seorang hoarder atau penimbun barang. Bersama putra kecilnya yang pemalu, Cody (Lucas Jaye), Kathy memulai tugas berat ini. Alur cerita menjadi semakin menyentuh ketika Cody menjalin persahabatan yang unik dengan Del (Brian Dennehy), seorang veteran perang yang tinggal di rumah sebelah.
3. The Menu (2022)

Hong Chau tidak hanya piawai dalam genre drama, tetapi juga membuktikan totalitasnya dalam film horor satir berjudul “The Menu”. Film yang digarap oleh Mark Mylod, yang juga dikenal lewat serial “Succession”, ini mengisahkan sekelompok elit yang diundang untuk makan malam eksklusif di sebuah restoran mewah terpencil milik chef ternama, Julian Slowik (Ralph Fiennes). Awalnya tampak penuh gengsi, pengalaman kuliner ini berubah menjadi permainan psikologis yang mematikan ketika sang koki mengungkapkan sebuah “menu” kejutan yang mengerikan.
Hong Chau berhasil mencuri perhatian sebagai Elsa, tangan kanan Chef Slowik yang memastikan setiap rencana mematikan tersebut berjalan tanpa hambatan. Meskipun tidak banyak dialog, sorot matanya yang tajam dan gerak-geriknya yang kaku mampu menciptakan atmosfer yang mencekam. Salah satu adegan paling menonjol baginya dalam film ini adalah ketika Elsa terlibat dalam “duel” fisik dan mental dengan Margot (diperankan oleh Anya Taylor-Joy), sang protagonis.
4. The Whale (2022)

Di tahun yang sama dengan “The Menu”, Hong Chau juga turut membintangi film drama psikologis “The Whale”. Ia berperan sebagai Liz, seorang perawat yang setia dan sahabat karib yang merawat Charlie (Brendan Fraser), tokoh utama dalam film ini. Meskipun hanya memerankan peran pendukung, Hong Chau berhasil memberikan bobot emosional yang signifikan pada cerita, yang dibuktikan dengan keberhasilannya meraih nominasi Oscar untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik pada tahun 2023.
Disutradarai oleh Darren Aronofsky, sineas di balik film “Black Swan”, “The Whale” berfokus pada upaya terakhir Charlie untuk memperbaiki hubungannya dengan putri remajanya yang telah lama terasing. Charlie digambarkan sebagai seorang guru bahasa Inggris yang mengalami obesitas ekstrem dan hidup terisolasi di apartemennya. Di tengah kondisi fisiknya yang kian memburuk, Liz hadir sebagai satu-satunya sosok yang peduli dan menjadi jembatan penting antara Charlie dengan dunia luar.
5. Kind of Kindness (2024)

Film Hong Chau lainnya yang patut untuk ditonton adalah “Kinds of Kindness”. Film karya sutradara Yorgos Lanthimos yang dikenal dengan gaya nyentriknya, seperti pada film “Poor Things”, ini merupakan sebuah antologi komedi gelap bernuansa arthouse. Film ini mengeksplorasi sisi ekstrem kemanusiaan demi meraih cinta dan kendali. Penonton akan disajikan tiga cerita berbeda dalam satu kesatuan film, yang semuanya berfokus pada tema kekuasaan, obsesi, hingga pengorbanan yang absurd.
Berbeda dari peran-peran sebelumnya, Hong Chau menampilkan performa yang sangat total dengan memerankan tiga karakter yang berbeda di setiap segmen. Ia berperan sebagai Sarah, istri dari seorang budak korporat; Sharon, yang terjebak dalam situasi yang janggal; dan Aka, seorang petinggi sekte yang berwibawa. Kualitas akting yang ia suguhkan di sini tidak kalah memukau dibandingkan dengan para pemain bintang lainnya yang terlibat, seperti Emma Stone, Willem Dafoe, dan Jesse Plemons.
Kehadiran Hong Chau yang konsisten di berbagai genre membuktikan bahwa ia bukan sekadar aktris pendukung biasa, melainkan sebuah magnet yang mampu mengangkat kualitas setiap film menjadi jauh lebih berkelas. Dari kelima daftar di atas, judul manakah yang akan menjadi pilihan Anda setelah menyaksikan “Wuthering Heights”?




