BTN Ungguli Bank Lain dalam Penyaluran KPR Sejahtera FLPP Awal 2026
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) telah menunjukkan performa luar biasa di awal tahun 2026, mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 6.749 unit sepanjang periode 1 hingga 31 Januari 2026. Angka ini secara signifikan melampaui pencapaian bank-bank lain yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Meskipun data yang dirilis oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat angka realisasi secara nasional sebesar 4.160 unit untuk seluruh Himbara, BTN secara internal mencatat angka yang lebih tinggi. Perbedaan ini dijelaskan terjadi karena beberapa KPR Sejahtera FLPP yang telah akadnya diselesaikan oleh BTN, masih dalam proses administrasi penagihan kepada BP Tapera. Hal ini menunjukkan bahwa BTN telah memproses lebih banyak pengajuan dari yang dilaporkan secara resmi oleh BP Tapera pada periode tersebut.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa kinerja positif ini merupakan kelanjutan dari konsistensi yang telah ditunjukkan oleh BTN sepanjang tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, perseroan berhasil menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 192.208 unit. Komitmen ini menegaskan peran BTN sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kuota FLPP Nasional dan Peran BTN
Pemerintah telah menetapkan kuota nasional untuk program FLPP tahun ini sebanyak 350.000 unit. Dari total kuota tersebut, BTN mendapatkan alokasi yang cukup besar, yaitu sebanyak 172.000 unit. Menanggapi hal ini, BTN menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan alokasi kuota yang diberikan.
Strategi BTN dalam mengoptimalkan kuota meliputi:
- Memperkuat Kolaborasi: BTN akan terus mempererat kerja sama dengan pemerintah, BP Tapera, serta para mitra pengembang properti di berbagai wilayah di Indonesia. Kolaborasi ini penting untuk memastikan proses penyaluran KPR FLPP berjalan lancar dan menjangkau target masyarakat yang tepat.
- Transformasi Digital: Perseroan akan terus mendorong implementasi transformasi digital dalam seluruh proses pembiayaan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat waktu pemrosesan, meningkatkan transparansi, dan memastikan ketepatan sasaran penyaluran KPR.
- Optimalisasi Jaringan Distribusi: Jaringan distribusi BTN yang luas akan terus dioptimalkan untuk menjangkau calon debitur di berbagai daerah, termasuk yang berada di lokasi terpencil.
Rincian Penyaluran KPR Sejahtera FLPP Awal 2026
Sebelumnya, BP Tapera telah merilis data realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP untuk periode 1 hingga 31 Januari 2026. Secara keseluruhan, program ini berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp912,4 miliar untuk 7.312 unit rumah di seluruh Indonesia.
Dari total tersebut, BTN memang memimpin dengan kontribusi penyaluran sebanyak 4.160 unit. Angka ini menempatkan BTN jauh di atas bank-bank Himbara lainnya. Berikut adalah rincian penyaluran KPR Sejahtera FLPP oleh bank-bank Himbara pada periode yang sama:
- Bank BTN: 4.160 unit
- Bank Syariah Nasional (BSN): 861 unit
- Bank Mandiri: 699 unit
- BNI: 616 unit
- BRI: 587 unit
Perbedaan angka antara catatan internal BTN dan data BP Tapera, seperti yang telah dijelaskan, tidak mengurangi fakta bahwa BTN memegang peranan krusial dalam program KPR Sejahtera FLPP. Komitmen BTN dalam mendukung program pemerintah untuk penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus diperlihatkan melalui kinerja penyaluran yang konsisten dan kuat. Dengan alokasi kuota yang besar tahun ini, BTN diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia memiliki rumah sendiri.



















