Kondisi Gunung Ili Lewotolok Saat Ini
Gunung Ili Lewotolok masih berada dalam status Level II (Waspada) dengan aktivitas gempa yang cukup aktif. Dalam 24 jam terakhir, tercatat satu kali erupsi kecil dan puluhan gempa hembusan. Hal ini menunjukkan bahwa gunung tersebut masih dalam kondisi yang perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.
Aktivitas Vulkanik yang Teramati
Berdasarkan pengamatan visual, terlihat asap kawah utama yang berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal. Tinggi asap tersebut mencapai sekitar 20–50 meter dari puncak gunung. Cuaca di sekitar gunung tercatat cerah hingga berawan, dengan angin yang bertiup lemah hingga sedang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar gunung berkisar antara 25–31°C.
Data Gempa yang Terjadi
Dari data kegempaan yang diperoleh, tercatat beberapa jenis gempa yang terjadi:
- Gempa Letusan/Erupsi: 1 kali dengan amplitudo 21 mm dan lama gempa 44 detik.
- Gempa Hembusan: 43 kali dengan amplitudo 1.9–16.6 mm dan lama gempa 20–52 detik.
- Gempa Vulkanik Dangkal: 4 kali dengan amplitudo 2.1–4.3 mm dan lama gempa 13–22 detik.
- Gempa Vulkanik Dalam: 1 kali dengan amplitudo 2.2 mm, S-P 0.8 detik, dan lama gempa 11 detik.
- Gempa Tektonik Lokal: 1 kali dengan amplitudo 2.9 mm, S-P 9 detik, dan lama gempa 33 detik.
- Gempa Tektonik Jauh: 1 kali dengan amplitudo 44.2 mm, S-P 17 detik, dan lama gempa 86 detik.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Pihak petugas posmat mengeluarkan beberapa rekomendasi penting untuk masyarakat dan pengunjung:
- Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas gunung. Masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona juga diminta untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian timur puncak/kawah.
- Masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung dan masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara diminta untuk tidak memasuki wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung. Mereka juga harus waspada terhadap ancaman guguran atau longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah.
- Masyarakat di sekitar gunung serta pengunjung dan masyarakat Desa Amakaka diminta untuk tidak memasuki wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung. Mereka juga harus waspada terhadap ancaman guguran atau longsoran lava dari bagian barat puncak/kawah.
- Untuk menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA atau gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik, masyarakat sekitar gunung disarankan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
- Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman lahar yang bisa terjadi, terutama saat musim hujan.


















