No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle Travel

Hanya Wisata? Ini Alasan Derawan Jadi Rumah Penyu Hijau Terbesar di Indonesia

Erwin by Erwin
28 Mei 2026 - 00:28
in Travel
0

Kepulauan Derawan, Tempat Berharga untuk Penyu Hijau

Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu habitat penyu hijau terbesar di Indonesia. Kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah tersebut dinilai masih memiliki kondisi habitat peneluran yang sangat baik, sekaligus menjadi benteng penting bagi keberlangsungan ekosistem laut dunia.

Temuan ini terungkap dalam rangkaian pemantauan habitat dan populasi penyu yang dilakukan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur, Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, serta kelompok masyarakat pegiat konservasi. Kegiatan yang didukung Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE) tersebut dilaksanakan di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS).

Survei dilakukan di sejumlah titik penting seperti Pulau Mataha, Bilang-bilangan, Sangalaki, Derawan, Teluk Sulaiman, hingga Balikukup. Selain memantau habitat peneluran penyu, tim juga melakukan pemantauan populasi menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone, serta survei persepsi masyarakat pesisir terhadap konservasi penyu.

Berau sendiri merupakan bagian penting dari bentang laut Sulu-Sulawesi yang berada di kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia. Wilayah ini dikenal sebagai habitat penting penyu hijau (Chelonia mydas) terbesar di Indonesia sekaligus jalur migrasi berbagai spesies laut bernilai ekologis tinggi.

Hasil Pemantauan yang Menjanjikan

Dari hasil pemantauan habitat di 27 titik pengamatan, sebanyak 26 titik masuk kategori hijau atau sangat sesuai sebagai lokasi peneluran penyu. Lokasi-lokasi tersebut memiliki karakteristik pantai yang mendukung seperti jenis pasir yang sesuai, kemiringan pantai ideal, vegetasi alami, hingga minim gangguan manusia.

Pulau Mataha menjadi salah satu lokasi dengan nilai tertinggi karena tidak berpenghuni dan minim polusi cahaya maupun aktivitas manusia. Meski demikian, ancaman seperti abrasi, kenaikan muka air laut, hingga predator alami masih ditemukan di beberapa lokasi.

Di sisi lain, kawasan padat penduduk seperti Pulau Derawan dan Balikukup menghadapi tekanan lebih tinggi akibat sampah, pencahayaan buatan, dan aktivitas manusia di pesisir yang dapat mengganggu penyu saat naik bertelur.

Baca Juga  Liburan Tahun Baru di Garut: 6 Destinasi Hits!

Teknologi Membantu Pemantauan yang Lebih Akurat

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menilai pemanfaatan teknologi membantu menghasilkan data yang lebih akurat dan efisien dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi. “Dengan dukungan teknologi memungkinkan pemantauan habitat dan populasi penyu dilakukan secara lebih luas dan detail, bahkan di area yang sulit dijangkau. Data ini sangat penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis ilmiah dalam pengelolaan kawasan konservasi,” katanya.

Melalui survei udara, tim berhasil memetakan habitat penyu di 12 lokasi dan mengidentifikasi hingga 913 individu penyu di perairan pesisir wilayah KKP3K KDPS. Citra udara resolusi tinggi yang digunakan memiliki tingkat ketelitian spasial berkisar 1,5 hingga 5 sentimeter sehingga memungkinkan peneliti membedakan penyu secara akurat dari objek lain di laut.

Partisipasi Masyarakat dalam Konservasi

Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN, Yusuf Fajariyanto, mengatakan keterlibatan masyarakat pesisir menjadi faktor penting dalam keberhasilan konservasi penyu di Berau. “Konservasi penyu tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau lembaga konservasi. Peran masyarakat pesisir sangat penting karena mereka hidup berdampingan langsung dengan habitat penyu. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi pesawat nirawak beresolusi tinggi membantu memperoleh data sebaran penyu secara lebih cepat dan akurat di kawasan pesisir yang luas.”

Selain pemantauan ekologis, survei juga melibatkan 75 nelayan dari Balikukup, Derawan, Maratua, Teluk Sulaiman, dan Biduk-Biduk untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu. Hasilnya, sebanyak 98 persen responden mengetahui bahwa perburuan penyu merupakan tindakan ilegal. Mayoritas masyarakat juga menilai keberadaan penyu penting bagi keseimbangan ekosistem laut dan mendukung sektor pariwisata.

KKP3K KDPS: Kawasan Konservasi yang Luas

Sebagai kawasan konservasi seluas lebih dari 285 ribu hektare, KKP3K KDPS memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di Berau. Kawasan ini bukan hanya habitat penyu, tetapi juga rumah bagi keanekaragaman hayati lain seperti terumbu karang, lamun, mangrove, pari manta, hingga mamalia laut.

Baca Juga  Kunjungi Edinburgh Zoo: Pengalaman Seru Berkeliling Kebun Binatang Terkenal di Skotlandia

Direktur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman menyampaikan bahwa melalui kajian dan pemantauan ini, pihaknya mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang efektif dan berkelanjutan berbasis data ilmiah serta pengetahuan masyarakat lokal. Hasil kajian diharapkan menjadi dasar penguatan kebijakan konservasi, perlindungan habitat penting penyu, serta pengembangan praktik perikanan dan pariwisata yang lebih ramah bagi ekosistem pesisir Berau.




Tags: alasanderawan:indonesiaterbesar,travelwisata
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Enam Judul Film Hong Kong Siap Hiasi Balinale 2026
Travel

Enam Judul Film Hong Kong Siap Hiasi Balinale 2026

27 Mei 2026 - 16:45
SE2026, Mengungkap Tantangan Data Pariwisata
Travel

SE2026, Mengungkap Tantangan Data Pariwisata

27 Mei 2026 - 15:04
Jadwal Kapal Pelni Ambon ke Bitung: KM Nggapulu Berangkat 7 Juni 2026, Tarif Rp351.500
Travel

Jadwal Kapal Pelni Ambon ke Bitung: KM Nggapulu Berangkat 7 Juni 2026, Tarif Rp351.500

27 Mei 2026 - 02:03
10 Foto Pernikahan Ikbal Fauzi di Pelabuhan Kobe, Jepang!
Travel

10 Foto Pernikahan Ikbal Fauzi di Pelabuhan Kobe, Jepang!

26 Mei 2026 - 05:03
9 Oleh-Oleh Khas Pekanbaru yang Wajib Dibawa
Travel

9 Oleh-Oleh Khas Pekanbaru yang Wajib Dibawa

26 Mei 2026 - 04:49
5 Hotel dengan Pemandangan Laut Terbaik untuk Staycation Keluarga yang Menyenangkan
Travel

5 Hotel dengan Pemandangan Laut Terbaik untuk Staycation Keluarga yang Menyenangkan

23 Mei 2026 - 23:59
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

6 Desember 2025 - 03:04
Cak Nur dan Hardi Selamat Hood mendatangi kantor KPU Kota Batam untuk mendaftarkan diri maju di Pilkada tahun 2024. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

29 Agustus 2024 - 18:04
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

28 Maret 2026 - 10:07
Sidang pembacaan tuntutan terdakwa mantan Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda di PN Batam. (Sumber foto: JP - BatamPena.com)

Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

26 Mei 2025 - 16:54
Review Lengkap Galaxy A15 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Galaxy A15 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

28 Mei 2026 - 01:56
Ramalan Keuangan dan Karier 25-31 Mei 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces

Ramalan Keuangan dan Karier 25-31 Mei 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces

28 Mei 2026 - 01:41
Profil Prof Azhar Bafadal, Ketua Senat Fakultas Pertanian yang Berjuang di Pilrek UHO Kendari

Profil Prof Azhar Bafadal, Ketua Senat Fakultas Pertanian yang Berjuang di Pilrek UHO Kendari

28 Mei 2026 - 01:26
Jaga Budaya, Gubernur Koster Ajak Warga Bali Punya Empat Anak

Jaga Budaya, Gubernur Koster Ajak Warga Bali Punya Empat Anak

28 Mei 2026 - 00:57
Rabu 27 Mei 2026, Hari Libur Apa?

Rabu 27 Mei 2026, Hari Libur Apa?

28 Mei 2026 - 00:43

Pilihan Redaksi

Review Lengkap Galaxy A15 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

Review Lengkap Galaxy A15 5G: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Terbaru

28 Mei 2026 - 01:56
Ramalan Keuangan dan Karier 25-31 Mei 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces

Ramalan Keuangan dan Karier 25-31 Mei 2026: Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces

28 Mei 2026 - 01:41
Profil Prof Azhar Bafadal, Ketua Senat Fakultas Pertanian yang Berjuang di Pilrek UHO Kendari

Profil Prof Azhar Bafadal, Ketua Senat Fakultas Pertanian yang Berjuang di Pilrek UHO Kendari

28 Mei 2026 - 01:26
Jaga Budaya, Gubernur Koster Ajak Warga Bali Punya Empat Anak

Jaga Budaya, Gubernur Koster Ajak Warga Bali Punya Empat Anak

28 Mei 2026 - 00:57
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.