Pengemudi mobil berplat B, dengan akun Instagram @6kolbenringe membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya saat berada di Bandung sehari sebelum pawai juara Persib Bandung.
Unggahan tersebut viral di media sosial setelah pemilik akun mengaku menjadi korban pemalakan yang diduga dilakukan oknum Bobotoh.
Menurut pengakuannya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB saat dirinya bersama rombongan sedang melakukan kunjungan kerja di Bandung.
“Jadi ceritanya, hari Sabtu, 23 Mei 2026, kami lagi ada kunjungan kerja di Bandung bawa beberapa mobil. Kejadiannya itu sekitar jam 22.00 sampai 22.30 malam,” katanya saat dikonfirmasi pada Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan, rombongannya baru selesai makan di kawasan Dago Atas dan berencana menuju sebuah supermarket di daerah Dago.
Namun perjalanan mereka terhambat kemacetan panjang di Jalan Raya Dago.
“Waktu itu kami baru selesai kerja dan habis makan di daerah Dago Atas, lalu ada rencana mau mampir ke supermarket Borma yang posisinya setelah Sheraton Dago.”
“Pas kami jalan turun ke arah Borma, tiba-tiba jalanan di Jalan Raya Dago macet total,” katanya.
Setelah beberapa saat, mereka menyadari kemacetan tersebut terjadi karena banyaknya rombongan motor yang menggunakan atribut Persib Bandung.
“Gak lama baru kami sadar sepanjang jalan itu rupanya udah rame kali rombongan motor pakai atribut Persib, karena malam itu memang pertandingan terakhir mereka di Liga 1,” jelasnya.
Saat kendaraan mulai bergerak, seorang pria yang mengenakan atribut Persib menghentikan laju mobil mereka yang berpelat nomor B.
“Nah, pas mobil kami mau ikut jalan, tiba-tiba dari arah depan ada orang pakai atribut Persib sambil bawa bendera langsung mengadang mobil kami,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, pria tersebut kemudian meminta uang dengan alasan untuk tambahan uang makan bagi rekan-rekannya.
“Pas di situlah kejadiannya kayak yang nampak di video dashcam saya. Orang ini langsung minta uang, dalihnya untuk tambahan uang makan rekan-rekan mereka,” ceritanya.
Pemilik akun juga mengaku mencium aroma alkohol yang cukup kuat dari tubuh pria tersebut.
“Gak cuma itu, kawan-kawan di dalam mobil pun jelas kali mencium aroma alkohol yang kuat dari badan orang ini. Dari nada bicaranya di video pun udah ketahuan kalau dia lagi mabuk,” katanya.
Ia menyebut pelaku sempat memberikan peringatan yang membuat dirinya dan rombongan merasa terintimidasi.
“Si pelaku ini bahkan sempat menakut-nakuti kami. Dia bilang di daerah bawah (pusat kota) lagi rame konvoi kemenangan, dan menurut dia udah banyak kendaraan plat B yang dihancurkan karena masalah rivalitas,” ucapnya.
Karena merasa tidak aman dan berada di tengah kerumunan massa, mereka akhirnya memberikan sejumlah uang agar situasi tidak semakin memanas.
“Jadi kami kasih aja uang seadanya, sekitar 20 ribu atau 30 ribu yang ada di kantong pas itu, biar urusannya cepat selesai,” katanya.
Setelah kejadian tersebut, rombongan memutuskan membatalkan rencana menuju supermarket dan langsung kembali ke penginapan.
Setibanya di penginapan, mereka saling bertukar cerita dengan rombongan lain dan mendapati ada kendaraan lain yang mengaku mengalami kejadian serupa.
“Rupanya gak cuma kami, ada satu atau dua mobil rombongan kami yang lain juga kena palak di jalan dengan modus yang sama,” katanya.
Dalam unggahannya, pemilik akun berharap kasus tersebut mendapat perhatian dari aparat kepolisian dan pihak terkait.
“Kami mau kasus ini naik ke media biar ada atensi serius dari Polrestabes Bandung dan pihak-pihak berwenang terkait,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menggeneralisasi seluruh Bobotoh maupun masyarakat Bandung.
Namun menurutnya, tindakan oknum tersebut dapat merusak citra kota yang selama ini dikenal ramah terhadap wisatawan.
“Memang kita gak bisa menggeneralisasi semua orang, tapi ulah oknum-oknum ini jelas sudah sangat mencoreng nama baik kota Bandung dan suku Sunda yang aslinya terkenal ramah,” pungkasnya.
Reaksi Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan segan menindak pelaku pemalakan yang meresahkan masyarakat.
“Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat,” ujar Dedi dikutip dari Instagram dan telah dikonfirmasi ulang Kompas.com, Minggu (31/5/2026).
Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, pelaku sudah diamankan dan saat ini berada di Polsek Coblong.
“Pelakunya sudah diamankan di Polsek Coblong,” katanya.
Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi pemalakan maupun premanisme kepada siapa pun, termasuk warga dari luar daerah yang datang ke Jawa Barat.
“Seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapa pun, baik warga Jawa Barat maupun luar warga Jawa Barat yang berkunjung ke Jawa Barat,” tegasnya.
Menurut Dedi, pemerintah dan aparat penegak hukum akan bertindak tegas terhadap pelaku premanisme agar kebiasaan tersebut tidak terus terjadi.
“Saya sampaikan, kita tidak akan segan-segan untuk memproses hukum agar kebiasaan buruk ini segera dihentikan,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat mencari penghasilan dengan cara yang baik dan halal.
“Berusahalah dengan baik, masih terbuka cari rezeki yang halal dengan kerja keras. Dibanding bergaya preman, mengganggu ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan orang,” ucap Dedi.
Gubernur pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih pada Polsek Coblong, kemudian Poltabes Bandung yang telah menangani masalah ini dengan cepat,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News atau clangsung di halaman Indeks Berita



