Bayi Lahir Cesar Berisiko Gangguan Mikrobiota? Ini Penjelasan Ahli

Diposting pada

Peran ASI dan Nutrisi dalam Perkembangan Bayi yang Lahir Caesar

Masa 1.000 hari pertama kehidupan menjadi periode kritis bagi perkembangan sistem imun dan kesehatan jangka panjang anak. Terlepas dari cara kelahirannya, baik melalui persalinan alami maupun operasi caesar, perhatian terhadap nutrisi dan kesehatan saluran cerna sangat penting.

Kesehatan Mikrobiota pada Bayi yang Lahir Caesar

Salah satu hal yang sering dibahas oleh para ahli adalah perkembangan mikrobiota saluran cerna pada bayi yang lahir melalui operasi caesar. Meskipun kondisi ini memerlukan pemahaman khusus, bukan berarti orangtua harus menganggap anak yang lahir caesar pasti memiliki masalah kesehatan.

Menurut Prof. Yvan Vandenplas, seorang pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia, yang menyampaikan pandangannya dalam diskusi media “Global Advances and Insight on Biotics for Child Health” yang diselenggarakan Danone, yang paling penting adalah memastikan kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

ASI sebagai Pilihan Pertama

Prof. Yvan menjelaskan bahwa bayi yang lahir melalui operasi caesar tetap dianjurkan mendapatkan ASI sebagai pilihan pertama. ASI tidak hanya memberikan nutrisi lengkap, tetapi juga mengandung probiotik dan prebiotik yang bermanfaat untuk perkembangan mikrobiota.

Namun, dalam kondisi ketika bayi tidak dapat diberi ASI, formula dengan sinbiotik dapat menjadi pilihan kedua yang efektif dalam mendukung perkembangan mikrobiota. Hal ini menjadi pesan penting bagi orangtua yang mungkin merasa khawatir atau bersalah karena anak lahir melalui operasi caesar.

Mengapa Masa 1.000 Hari Penting?

Periode awal kehidupan, khususnya 1.000 hari pertama, merupakan masa kritis dalam perkembangan sistem imun. Oleh karena itu, kondisi saluran cerna dan mikrobiota menjadi fokus utama dalam pemenuhan nutrisi anak.

Prof. Yvan menekankan bahwa intervensi pada masa awal kehidupan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jangka panjang. Dengan demikian, orangtua tidak boleh merasa bahwa cara persalinan akan menentukan seluruh kesehatan anak sepanjang hidupnya.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Anak Sudah Besar?

Pertanyaan sering muncul tentang apakah sudah terlambat untuk memperhatikan kesehatan mikrobiota setelah melewati masa 1.000 hari. Menurut Prof. Yvan, meskipun periode tersebut sangat penting, kesehatan mikrobiota tetap memiliki arti setelahnya.

“Setelah 1.000 hari, efek jangka panjangnya memang kurang penting. Namun, kita tetap bisa melakukan sesuatu, karena mikrobioma yang sehat tetap penting sepanjang hidup,” ujarnya.

Pada anak yang lebih besar, manfaat menjaga mikrobiota lebih banyak berkaitan dengan perlindungan terhadap infeksi dan penyakit tertentu. Artinya, orangtua tidak perlu merasa bahwa perhatian terhadap kesehatan saluran cerna sudah tidak ada gunanya.

Fokus pada Apa yang Bisa Dilakukan

Anak yang lahir melalui operasi caesar bukan berarti harus terus-menerus diwaspadai. Yang dapat dilakukan adalah memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sesuai kondisinya. ASI tetap menjadi pilihan pertama, sementara jika tidak mendapatkan ASI, formula dengan sinbiotik dapat menjadi alternatif.

Bagi anak yang sudah lebih besar, kesehatan mikrobiota tetap dapat diperhatikan sebagai bagian dari kesehatan secara keseluruhan. Pada akhirnya, cara persalinan bukan alasan untuk membuat orangtua merasa bersalah. Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah anak lahir, seperti memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, memperhatikan kesehatan saluran cerna, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi ilmiah serta kebutuhan anak.


Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan