BMKG Deteksi Gempa di Talaud, Sulawesi Utara, 9 Agustus 2026

Diposting pada

Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Terjadi di Wilayah Melonguane

Pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara dilaporkan mengalami gempa bumi. Gempa ini tercatat dengan kekuatan magnitudo 3,6 berdasarkan hasil analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 08.26 WIB atau 09.26 WITA.

Berdasarkan data yang diperoleh, lokasi gempa bumi tersebut berada pada koordinat 4.09 Lintang Utara dan 126.74 Bujur Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 12 kilometer arah timur laut dari kota Melonguane. Sementara itu, kedalaman gempa mencapai 19 kilometer di bawah permukaan laut.

BMKG memberikan penjelasan bahwa informasi yang dirilis saat ini bersifat sementara dan masih dalam proses pengolahan data. “Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG di akun media sosial mereka.

Mengapa Gempa Bumi Tidak Selalu Dirasakan?

Tidak semua gempa bumi yang terdeteksi oleh alat seismometer terasa oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Kecilnya magnitudo gempa: Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0. Meskipun alat seismometer sangat sensitif, getaran dari gempa kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
  • Kedalaman gempa: Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
  • Jarak dari pusat gempa: Masyarakat yang tinggal jauh dari titik pusat gempa cenderung merasakan getaran yang sangat lemah atau bahkan tidak terasa sama sekali.
  • Sifat tanah: Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.

BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.

Teknologi Pemantauan Gempa

BMKG terus melakukan pemantauan gempa bumi melalui berbagai perangkat dan sistem teknologi modern. Dengan alat-alat yang dimiliki, mereka mampu mendeteksi gempa yang bahkan tidak terasa oleh manusia. Data yang dikumpulkan digunakan untuk memperkirakan potensi risiko gempa serta membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana.

Meski gempa bumi terkadang tidak terasa, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana alam yang bisa terjadi kapan saja.

Informasi Lebih Lanjut

Untuk mendapatkan update terbaru tentang berita-berita terkini, masyarakat dapat mengikuti saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado. Berita lainnya juga tersedia di berbagai platform informasi online.


Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan