Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut akan menempati jabatan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah resmi diberhentikan dari posisi Kapolri. Kabar itu disampaikan Sigit saat mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026) siang. Ia mengatakan pelantikan dirinya sebagai pengganti Dudung Abdurachman masih menunggu kepastian setelah prosesi resmi digelar.
“Ya katanya, ini saya akan dilantik menjadi KSP. Tapi nanti jelasnya pada saat selesai dilantik,” ujar Sigit, seperti dikutip dari Kompas.com. Ia juga menyampaikan harapan agar informasi tersebut benar adanya. “Iya insya Allah mudah-mudahan enggak keliru,” imbuhnya.
Perubahan jabatan itu terjadi setelah DPR mengesahkan pemberhentian Sigit dari kursi Kapolri dalam rapat paripurna. Dalam sidang yang sama, DPR juga menyetujui usulan Presiden Prabowo Subianto untuk menunjuk Komjen Suyudi Ario Seto sebagai pengganti Sigit di pucuk pimpinan Polri. Dengan begitu, tongkat komando di kepolisian resmi berpindah tangan.
Nama Listyo Sigit sendiri selama menjabat Kapolri kerap dikaitkan dengan sejumlah kebijakan yang menonjol. Salah satu yang paling disorot adalah dorongannya agar pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi atau SIM dibuat lebih ramah bagi masyarakat. Ia meminta petugas Satuan Penyelenggara Administrasi SIM memberi kemudahan kepada pemohon yang sedang mengurus dokumen tersebut.
Permintaan itu disampaikan Sigit saat melakukan inspeksi mendadak ke Satpas SIM Polda Metro Jaya di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Rabu (26/10/2022). Dalam kunjungan tersebut, ia menilai proses ujian praktik perlu memberi ruang lebih besar bagi warga yang belum berhasil pada percobaan pertama. Menurutnya, jika memungkinkan, peserta ujian bisa diberi kesempatan mengulang pada hari yang sama agar tidak perlu kembali di hari lain.
“Kalau bisa kasih kesempatan dua kali pada hari yang sama. Karena makan waktu juga jika datang lagi,” kata Sigit saat itu. Ia juga menyinggung pentingnya pelatihan sebelum ujian praktik, terutama bagi pemohon yang belum lulus berkali-kali. “Tadi saya dengar ada yang empat kali gagal (praktik), terus dikasih pelatihan dulu masyarakat sebelum ujian tes mengemudi,” ucapnya.
Sidak tersebut disiarkan langsung melalui akun Instagram resmi @listyosigitprabowo. Dalam peninjauan itu, Sigit memeriksa berbagai layanan di Satpas SIM Polda Metro Jaya, mulai dari tes tertulis, ujian praktik, hingga ruang simulator yang dipakai peserta. Ia juga berbincang dengan warga yang sedang mengurus SIM untuk mengetahui kendala yang mereka hadapi selama proses pembuatan dokumen berkendara tersebut.
Sumber: www.motorplus-online.com




