Hakim Danish Evaluasi Balapan Moto3 Jepang 2026, Bidik Mandalika Usai Finis di Belakang Veda Pratama

Diposting pada

Pembalap Malaysia, Hakim Danish, menutup Moto3 Jepang 2026 dengan hasil yang cukup baik setelah start dari posisi ke-21 dan finis di urutan ke-12 pada balapan Minggu, 4 Oktober 2026. Ia finis tepat di belakang pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam lomba yang berlangsung sulit sejak awal. Selepas balapan di Jepang, Danish langsung mengalihkan perhatian ke seri berikutnya di Indonesia yang akan digelar pada 9-11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Performa itu terasa penting karena Danish datang ke balapan utama dalam kondisi yang tidak ideal. Sepanjang sesi Jumat dan Sabtu, pebalap AEO Credit – MT Helmets – Msi tersebut disebut sempat tiga kali terjatuh. Meski begitu, ia tetap mampu memperbaiki posisinya jauh lebih baik dibandingkan hasil start, sekaligus mengamankan poin dari balapan yang menurutnya berjalan berat.

Usai lomba, Danish mengakui bahwa seri Jepang kali ini tidak memberi banyak ruang untuk bernapas. Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya dari persaingan di lintasan, tetapi juga kondisi fisiknya sendiri. Dalam keterangannya, ia menyebut dirinya berusaha menyelesaikan balapan sebaik mungkin setelah rangkaian insiden pada sesi latihan dan kualifikasi.

“Secara keseluruhan, ini adalah balapan yang sulit bagi saya,” kata Danish, dikutip dari Harian Metro melalui Juara.net. Ia menambahkan bahwa tiga kali terjatuh pada sesi Jumat dan Sabtu membuat persiapannya tidak berjalan mulus. Karena itu, finis di posisi ke-12 dianggap sebagai hasil yang layak setelah semua hambatan tersebut.

Danish juga menjelaskan pendekatan yang ia pakai saat lampu start padam. Menurutnya, ia mencoba langsung menekan sejak awal seperti pembalap lain, lalu mencari celah untuk menyalip dan menjaga ritme. Ia mengatakan sempat berusaha memotong ruang secara ketat, sebelum akhirnya bisa mempertahankan kestabilan motor dan meningkatkan kecepatannya untuk menyusul rombongan di depan.

Selepas seri Jepang, fokus Danish kini tertuju ke Indonesia. Ia mengaku tidak sabar kembali turun di Mandalika dan berharap kondisi bahunya membaik sebelum akhir pekan balap berikutnya. “Tak sabar kembali beraksi di Indonesia. Semoga sakit pada bahu saya juga semakin pulih,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa pada balapan di Jepang, bahunya masih terasa membatasi kebebasannya saat mengendarai motor.

Peluang duel Danish dan Veda di Mandalika pun terbuka lebar. Keduanya sama-sama sudah mengenal karakter lintasan tersebut, sehingga pertarungan di seri Indonesia berpotensi berlangsung sengit. Dengan jadwal Moto3 Indonesia 2026 pada 9-11 Oktober 2026, perhatian kini bergeser ke bagaimana keduanya memanfaatkan pengalaman di Sirkuit Mandalika untuk meraih hasil lebih baik.

Sumber: www.juara.net

Tinggalkan Balasan