IRGC Ancam Pangkalan dan Kapal AS Jika Washington Menyerang Darat Iran

Diposting pada

Teheran kembali melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Fadavi, mengatakan Iran akan membidik seluruh pangkalan militer dan kapal milik AS bila Washington memulai invasi darat ke wilayah Iran.

Pernyataan itu disampaikan Fadavi pada Minggu malam, 4 Oktober, dalam siaran televisi pemerintah Iran. Ia menjabat sebagai kepala kelompok penasihat bagi panglima tertinggi IRGC dan memakai kesempatan itu untuk menegaskan bahwa Iran siap merespons serangan secara langsung jika ancaman dari AS benar-benar berubah menjadi operasi darat.

Dalam komentarnya, Fadavi menyebut bahwa AS hanya memahami kekuatan militer. Ia menyinggung dampak rudal Iran terhadap kapal perang dan pangkalan AS, yang menurut dia akan menjadi sasaran jika konflik meluas. Ia juga mengklaim produksi perlengkapan militer Iran saat ini lebih cepat daripada tingkat pemakaiannya, serta menyatakan kemampuan militer negaranya jauh lebih kuat dibandingkan dua perang sebelumnya.

Fadavi turut menyinggung Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Menurut dia, Iran dan Oman perlu memiliki dan menegakkan aturan bersama untuk mengatur perlintasan di kawasan strategis itu. Ia menyebut aturan tersebut sudah disiapkan dan sedang dijalankan. Dalam bagian lain pernyataannya, Fadavi memperingatkan bahwa kapal-kapal AS akan berada dalam posisi rentan bila dikerahkan ke wilayah itu.

“Pihak Amerika hanya bisa menciptakan ketegangan melalui udara, dan tentu saja peningkatan ketegangan akan merugikan pihak Amerika sendiri,” katanya. Ia juga menegaskan Iran tidak pernah menyerang negara Muslim, dengan alasan sasaran Teheran adalah pangkalan militer AS yang berada di negara-negara tersebut.

Ancaman terbaru ini muncul saat Amerika Serikat menambah kehadiran militernya di Timur Tengah. Washington disebut telah memindahkan aset angkatan laut dan militer tambahan, termasuk kapal induk dan pasukan amfibi, sekaligus memperkuat pertahanan udara dan rudal di sejumlah pangkalan serta fasilitas kawasan. Langkah itu berlangsung di tengah konfrontasi yang terus berlanjut antara kedua negara.

Selama beberapa waktu terakhir, Iran berulang kali memperingatkan bahwa pangkalan dan aset laut AS di kawasan dapat menjadi target balasan bila wilayah Iran diserang. Dengan situasi yang masih memanas, pernyataan Fadavi kembali menunjukkan bahwa Teheran ingin menampilkan kesiapan militer sekaligus mengirim sinyal pencegahan kepada Washington dan sekutunya di kawasan.

Sumber: www.jpnn.com

Tinggalkan Balasan