• Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Breaking News

Satelit Ungkap Hancurnya 20 Pangkalan AS di Teluk Akibat Balasan Iran

Hendra by Hendra
21 Juni 2026 - 11:27
in Breaking News
0

Kerusakan Signifikan Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Akibat Serangan Iran

Serangan balasan yang dilancarkan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah dilaporkan menimbulkan kerusakan yang jauh lebih parah daripada yang selama ini diakui oleh Washington. Analisis mendalam terhadap citra satelit mengungkapkan bahwa setidaknya 20 pangkalan Amerika Serikat yang tersebar di delapan negara telah mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal dan drone Iran yang terjadi sejak akhir Februari lalu.

Serangan-serangan ini merupakan respons langsung Iran terhadap serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran serta Lebanon dalam tiga bulan terakhir. Iran secara strategis menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS yang berlokasi di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman.

Analisis Citra Satelit Mengungkap Kerusakan Luas

Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan oleh tim investigasi, teridentifikasi setidaknya 20 pangkalan dan fasilitas militer AS di delapan negara Timur Tengah yang terdampak serangan sejak akhir Februari. Namun, para analis memperkirakan bahwa jumlah sebenarnya bisa mencapai 28 fasilitas. Perbedaan ini muncul karena tidak semua lokasi dapat dianalisis secara terbuka akibat adanya pembatasan dalam publikasi citra satelit dan pertimbangan keamanan militer yang ketat.

Meskipun Pentagon mengklaim telah berhasil menyerang lebih dari 13.000 sasaran di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury, serangan balasan yang dilancarkan oleh Teheran tampaknya mampu memberikan pukulan telak terhadap infrastruktur militer AS di kawasan tersebut, menimbulkan kerugian yang substansial.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara tegas menyatakan bahwa operasi ini telah membuktikan satu hal: Timur Tengah tidak lagi menjadi wilayah yang aman bagi pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat. Ia menegaskan, “Amerika tidak lagi memiliki tempat yang aman di kawasan ini untuk melakukan campur tangan dan mempertahankan pangkalan militernya.”


Ilustrasi pangkalan militer AS di Timur Tengah. (CFR)

Pemerintah AS, melalui Gedung Putih, berulang kali menyatakan bahwa kemampuan militer Iran telah berhasil dilumpuhkan. Namun, temuan dari berbagai analisis menunjukkan sebaliknya. Kerusakan yang terlihat di berbagai fasilitas AS mengindikasikan bahwa serangan Iran jauh lebih presisi dan efektif dibandingkan dengan pengakuan resmi yang disampaikan oleh pejabat Amerika.

Baca Juga  Ahmad Syahroni: Mobil Box Terjun Jurang di Limapuluh Kota

Menanggapi temuan ini, seorang pejabat pertahanan AS menolak untuk memberikan komentar dengan alasan keamanan operasional. Lebih lanjut, pemerintah AS bahkan dilaporkan telah berupaya untuk membatasi analisis independen terhadap konflik ini. Mereka meminta Planet Labs, salah satu penyedia citra satelit terbesar di dunia, untuk menghentikan sementara publikasi citra baru dari Iran dan sebagian besar wilayah Timur Tengah. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mencegah data satelit digunakan oleh pihak yang dianggap mengancam personel NATO dan negara-negara sekutu.

Meskipun demikian, tim investigasi berhasil memanfaatkan citra satelit dari sejumlah penyedia internasional lainnya, serta arsip gambar lama, untuk menelusuri dampak serangan Iran. Hasilnya sangat mengejutkan, menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas militer AS yang sangat penting.

Kerugian Besar Bagi Amerika Serikat

Salah satu kerugian terbesar yang dilaporkan adalah rusaknya tiga sistem pertahanan rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Sistem-sistem vital ini berada di Pangkalan Udara Al Ruwais dan Al Sader di UEA, serta Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Penting untuk dicatat bahwa Amerika Serikat hanya memiliki delapan baterai THAAD yang aktif di seluruh dunia. Setiap unit sistem THAAD ini bernilai sekitar satu miliar dolar AS dan memerlukan sekitar 100 personel untuk mengoperasikannya. Bahkan, satu rudal pencegat THAAD saja memiliki nilai sekitar 12,7 juta dolar AS.

Mantan Kepala Angkatan Pertahanan Irlandia, Laksamana Madya Mark Mellett, menekankan bahwa sistem THAAD merupakan inti dari jaringan pertahanan udara regional yang sangat kompleks dan tidak dapat digantikan dengan cepat. Kerusakan pada sistem ini jelas merupakan pukulan telak bagi kemampuan pertahanan AS di kawasan.

Baca Juga  Aussie Passenger Plummets to Death Descending Brazilian Plane

Kerusakan besar lainnya terlihat di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Analisis citra satelit menunjukkan bahwa pesawat pengisian bahan bakar udara dan pesawat pengintai AS mengalami kerusakan berat. Foto-foto satelit dengan jelas memperlihatkan sejumlah kawah ledakan dan bangkai pesawat yang hancur. Salah satu pesawat yang teridentifikasi mengalami kerusakan adalah pesawat pengintai E-3 Sentry. Media di Amerika Serikat memperkirakan biaya penggantian satu unit pesawat semacam ini bisa mencapai 700 juta dolar AS.

Serangan Iran juga menghantam Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Camp Arifjan di Kuwait. Analisis citra satelit dari lokasi-lokasi ini menunjukkan kehancuran pada bunker penyimpanan bahan bakar, hanggar pesawat, serta fasilitas akomodasi pasukan. Di Camp Arifjan, perusahaan intelijen pertahanan Janes berhasil mengidentifikasi kerusakan luas pada perangkat komunikasi satelit militer.

Besarnya kerugian yang dialami oleh Amerika Serikat masih sulit untuk dihitung secara pasti. Namun, pada bulan Mei lalu, Pentagon memperkirakan biaya Operasi Epic Fury telah mencapai 29 miliar dolar AS. Sebagian besar dari anggaran ini diprediksi akan dialokasikan untuk perbaikan atau penggantian peralatan militer yang rusak akibat konflik. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sedikitnya 42 pesawat militer AS mengalami kerusakan atau hancur sejak Februari, termasuk pesawat tempur F-15 dan F-35, 24 drone MQ-9 Reaper, serta pesawat serang A-10.

Menariknya, berbeda dengan persenjataan mahal yang digunakan oleh militer AS, Iran dilaporkan mengandalkan drone yang relatif murah, yang dapat diproduksi dan diganti dengan cepat.

Strategi Iran yang Berkembang dan Kekhawatiran Stok Rudal Pencegat

Para pakar menilai bahwa strategi Iran dalam melancarkan serangan telah berkembang sepanjang konflik berlangsung. Pada tahap awal, Teheran meluncurkan serangan massal dengan tujuan membanjiri sistem pertahanan udara lawan. Namun, beberapa hari kemudian, taktik tersebut berubah menjadi serangan yang lebih terarah dan presisi, menargetkan sasaran-sasaran bernilai tinggi.

Meskipun demikian, sejumlah klaim mengenai tingkat kerusakan yang dialami fasilitas militer AS masih belum dapat diverifikasi sepenuhnya secara independen. Pentagon hingga saat ini belum merilis rincian lengkap mengenai seluruh pangkalan yang terdampak maupun jumlah pasti kerugian akibat serangan Iran.

Baca Juga  Korban Pohon Tumbang Depan UNPAD: 1 Tewas, 4 Luka

Analis dari Stimson Center, Kelly Grieco, menjelaskan bahwa gelombang serangan awal Iran dirancang untuk melumpuhkan pertahanan udara melalui volume rudal dan drone yang sangat besar. “Namun dalam hitungan hari, Iran beralih ke serangan yang lebih kecil tetapi jauh lebih presisi. Mereka menghemat persediaan rudal dan drone untuk menghantam target-target bernilai tinggi, di mana bahkan ledakan yang meleset sedikit pun tetap dapat menimbulkan kerusakan besar,” ujarnya.

Analis dari MAIAR menilai bahwa militer AS sempat menunjukkan sikap terlalu percaya diri pada fase awal perang. Menurut mereka, Washington gagal memindahkan sejumlah pesawat dari jangkauan rudal dan drone Iran meskipun pola serangan Teheran terus berkembang.

Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei, menegaskan kembali bahwa negara-negara di kawasan tidak akan lagi menjadi perisai bagi pangkalan militer Amerika. “Pangkalan-pangkalan Amerika tidak lagi aman. Hari demi hari, posisi mereka di kawasan akan semakin melemah,” katanya.

Pernyataan ini muncul di tengah kondisi gencatan senjata antara AS dan Iran yang kembali berada dalam kondisi rapuh. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis lalu mengumumkan bahwa mereka telah menyerang salah satu pangkalan Amerika di kawasan sebagai balasan atas serangan baru AS di Iran selatan.

Grieco memperingatkan bahwa jika gencatan senjata runtuh dan perang kembali pecah, pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk berpotensi menghadapi ancaman yang lebih besar. Menurut dia, konflik selama beberapa bulan terakhir telah menguras stok sistem pertahanan udara milik AS dan negara-negara sekutunya dalam jumlah yang signifikan. “Tidak ada cara cepat untuk mengganti persediaan tersebut. Jika Iran kembali melancarkan serangan besar, jumlah rudal pencegat yang tersedia akan jauh lebih sedikit dibandingkan saat konflik dimulai,” ujarnya.

Tags: breakinghancurnyapangkalan
  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Gempa Jatim Juni 2026: Info BMKG Magnitudo & Lokasi
Breaking News

Gempa Jatim Juni 2026: Info BMKG Magnitudo & Lokasi

21 Juni 2026 - 08:25
Beach Quicksand Trap: Urgent Warning After Two Women Engulfed
Breaking News

Beach Quicksand Trap: Urgent Warning After Two Women Engulfed

21 Juni 2026 - 06:29
Kebakaran Mengganas di Pilolalenga, Gorontalo
Breaking News

Kebakaran Mengganas di Pilolalenga, Gorontalo

21 Juni 2026 - 04:32
Ganja 2,8 Kg Digagalkan di Bandara SIM
Breaking News

Ganja 2,8 Kg Digagalkan di Bandara SIM

21 Juni 2026 - 02:22
Kloter Pertama Haji Surabaya: 378 Tiba, 1 Wafat, 1 Dirawat
Breaking News

Kloter Pertama Haji Surabaya: 378 Tiba, 1 Wafat, 1 Dirawat

20 Juni 2026 - 20:45
BREAKING NEWS: Polda Sulsel Ungkap Mafia BBM Subsidi, Sita Kapal Tanker dan 120 KL Solar
Breaking News

BREAKING NEWS: Polda Sulsel Ungkap Mafia BBM Subsidi, Sita Kapal Tanker dan 120 KL Solar

20 Juni 2026 - 19:01
Please login to join discussion

Berita Populer

  • Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    Setelah Bencana, Ancaman Baru Mengintai: Kenali Penyakit Pascabencana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cak Nur dan Hardi Selamat Hood Bersama Rombongan Datangi KPU Kota Batam 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaksa Tuntut Kompol Satria Nanda Dengan Pidana Mati 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Italia Setujui Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pilihan Redaksi

Kemenangan Sejarah! Pembalap Indonesia Raih Podium Formula 2 Monaco: Analisis Lengkap dan Dampaknya

Kemenangan Sejarah! Pembalap Indonesia Raih Podium Formula 2 Monaco: Analisis Lengkap dan Dampaknya

21 Juni 2026 - 12:42
Rams Legend, 35, Urged by NFL Insider to Unretire for Garrett

Rams Legend, 35, Urged by NFL Insider to Unretire for Garrett

21 Juni 2026 - 12:19
Sinopsis Drakor A Shop for Killers 2: Lee Dong Wook & Kim Hye Joon Hadapi Musuh Lebih Brutal

Sinopsis Drakor A Shop for Killers 2: Lee Dong Wook & Kim Hye Joon Hadapi Musuh Lebih Brutal

21 Juni 2026 - 12:19
Kabar Bandung: Ketegangan Geopolitik Global Memasuki Babak Baru Pasca Pertemuan PBB di Jenewa

Kabar Bandung: Ketegangan Geopolitik Global Memasuki Babak Baru Pasca Pertemuan PBB di Jenewa

21 Juni 2026 - 11:59
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In