Pria berinisial Y akhirnya memberikan penjelasan terkait rekaman panggilan video bersama Ruben Onsu yang sempat ramai setelah diunggah Sarwendah ke media sosial. Dalam keterangannya, Y menegaskan bahwa video yang beredar itu bukan hasil manipulasi digital. Ia juga membeberkan bagaimana dirinya pertama kali mengenal presenter tersebut, yakni saat bekerja sebagai pembawa acara di sebuah pesta ulang tahun. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal YouTube Reyben Entertainment pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Y mengatakan pertemuan awal terjadi ketika ia dan rekannya sedang bertugas sebagai MC di acara ulang tahun sahabat Ruben. Di lokasi itu, menurut pengakuannya, Ruben sempat mengajaknya duduk bersama dan berbincang. Setelah momen singkat tersebut, asisten Ruben disebut meminta nomor kontak pribadinya. Y mengaku tidak curiga karena mengira pertukaran kontak itu berkaitan dengan kemungkinan pekerjaan lain di kemudian hari.
Sehari setelah pertemuan itu, Y menerima pesan yang berisi tawaran untuk dikenalkan kepada seseorang. Komunikasi kemudian berlanjut lewat video call dengan asisten Ruben sebelum sambungan dialihkan langsung kepada Ruben. Y menyebut percakapan di layar itu berlangsung santai dan sempat membahas hal-hal umum. Ia menegaskan kembali bahwa rekaman yang kini beredar merupakan video asli.
Di kesempatan yang sama, sahabat Y, Artoss, ikut menjelaskan isi percakapan yang menurutnya tidak lagi sesederhana pembahasan pekerjaan. Ia menuturkan, pada awalnya obrolan memang masih berkutat pada urusan profesional. Namun, menurut Artoss, arah pembicaraan kemudian berubah dan memunculkan hal-hal yang ia nilai sebagai bentuk godaan dari sang presenter.
Artoss mengklaim ada ajakan agar Y datang malam hari dengan fasilitas penjemputan mobil, serta kalimat yang menurutnya bernada personal. Ia mencontohkan ucapan, “Sini dong jadi penjaga hati aku”. Selain itu, Artoss juga menyebut adanya tawaran pekerjaan dengan nominal tertentu yang, menurut pengakuannya, disertai syarat untuk menemani tidur. Seluruh keterangan ini, bagaimanapun, masih berupa versi dari Y dan Artoss dan belum dibuktikan di pengadilan.
Kasus video call tersebut memicu polemik karena rekamannya lebih dulu diunggah Sarwendah di media sosial saat proses perceraian dan penentuan hak asuh anak berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Merasa dirugikan, Ruben Onsu kemudian melapor ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Laporan itu membuat konflik antara kedua pihak bergeser ke ranah hukum.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menegaskan bahwa pihaknya tidak semata-mata mempersoalkan isi video. Menurut dia, yang lebih penting adalah dugaan cara perekaman dan penyebarannya. Ia juga menyebut pihaknya menemukan sejumlah hal yang dinilai tidak sesuai dengan versi fakta dari kliennya, termasuk dugaan adanya penggiringan opini dan kemungkinan editan. Minola mengatakan seluruh dugaan tersebut akan dijelaskan dalam proses penyidikan.




