Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, melontarkan kritik terbuka terhadap kualitas fasilitas latihan timnya. Ia menilai, di tengah status Persib sebagai juara beruntun dan jadwal yang semakin padat musim ini, dukungan sarana untuk pemulihan serta persiapan pemain belum ikut berbenah. Haye menyampaikan hal itu saat menyoroti kondisi internal tim yang harus menghadapi kompetisi di empat ajang sekaligus, termasuk Shopee Cup dan AFC Champions League 2.
Menurut Haye, Persib memang sudah menunjukkan prestasi besar dengan mempertahankan dominasi di liga serta mencatat langkah penting di level Asia pada musim lalu. Namun, pencapaian tersebut, kata dia, tidak dibarengi peningkatan fasilitas yang semestinya menunjang kerja pemain sehari-hari. Ia menilai para pemain memahami situasi yang dihadapi, tetapi tetap berharap ada apresiasi nyata dalam bentuk pembenahan infrastruktur latihan.
“Musim lalu kami mengukir sejarah di Asia. Kami sangat bahagia sebagai sebuah tim,” ujar Haye. Ia menambahkan bahwa tim juga kembali menjadi juara, namun pengakuan atas keberhasilan itu tidak terasa cukup jika fasilitas penunjang masih tertinggal. Haye menegaskan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari skuad Persib, tetapi pada saat yang sama ia menyiratkan kekecewaan karena kondisi di lapangan latihan belum berubah signifikan.
Masalah itu, lanjut mantan pemain Almere City tersebut, menjadi makin berat karena kalender pertandingan yang rapat. Waktu pemulihan antar laga semakin singkat, sementara Persib juga tidak bisa memakai Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang sedang dalam perawatan. Situasi ini membuat tim harus terus berpindah dan beradaptasi, padahal tuntutan fisik pemain justru meningkat dari pekan ke pekan.
Haye menjelaskan bahwa setelah menghadapi Dewa United yang berakhir 2-2, pelatih langsung melakukan rotasi karena Persib harus kembali bertanding melawan The Cong Viettel di ajang ACL 2 hanya dua hari kemudian. Ia menggambarkan kondisi skuad yang terus menguras tenaga di setiap pertandingan. “Satu-satunya fokus kami saat ini adalah berusaha tetap bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir mustahil,” katanya.
Dalam kritik yang paling tajam, Haye bahkan membandingkan tempat latihannya di klub dengan fasilitas milik Marc Klok. Menurut dia, untuk sesi pemulihan, tempat Klok justru terasa lebih layak dibanding fasilitas Persib saat ini. Ia menilai pembenahan seperti itu penting jika klub ingin menambah beban kompetisi, termasuk keikutsertaan di Shopee Cup. Tanpa perbaikan, ia khawatir target besar Persib di Asia akan semakin sulit dicapai.
“Jika saya ingin menjalani latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat Marc daripada ke klub,” ucap Haye. Ia juga menyebut belum ada tanda-tanda perubahan pada fasilitas tim. Kritik ini menambah sorotan terhadap kesiapan Persib menghadapi musim yang menuntut kedalaman skuad, kebugaran optimal, dan dukungan sarana latihan yang lebih memadai.




