Dua kereta api berkecepatan tinggi bertabrakan di provinsi Toledo, Spanyol, pada Rabu, 28/10, menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden terjadi saat kedua rangkaian mengangkut total 544 penumpang; jumlah korban tewas dilaporkan masih dapat meningkat seiring upaya evakuasi dan identifikasi korban yang berlangsung.
Berdasarkan keterangan awal media dan pernyataan perusahaan, salah satu kereta yang dioperasikan oleh Iryo—operator swasta—berhenti dekat kota Toledo karena gangguan sinyal. Beberapa saat kemudian, kereta milik perusahaan milik negara Renfe melaju pada jalur yang sama dan menabrak rangkaian yang sedang berhenti itu dengan kecepatan tinggi.
Renfe menyatakan dalam pernyataannya bahwa kereta mereka telah diperintahkan untuk terus melaju sebelum bertabrakan, dan mereka mengaku tidak mengetahui alasan berhentinya kereta Iryo. Kronologi awal yang dirilis mengindikasikan tabrakan terjadi pada satu jalur, sehingga benturan terjadi langsung ketika kereta Renfe yang melaju kencang menabrak kereta yang sedang berhenti.
Insiden ini merupakan kecelakaan kereta cepat kedua yang terjadi di Spanyol dalam kurun sembilan bulan terakhir. Media di Spanyol mencatat kemiripan dengan kecelakaan sebelumnya yang menewaskan 46 orang: kedua peristiwa melibatkan operator yang sama dan berlokasi pada rute yang menghubungkan Madrid dengan wilayah Andalusia. Rute tersebut disebut-sebut sebagai salah satu jalur tertua dalam jaringan kereta cepat di negara tersebut.
Perdana Menteri Pedro Sanchez mengunjungi lokasi kecelakaan untuk meninjau penanganan darurat dan menunjukkan dukungan pemerintah kepada korban. Usai kunjungan, pemerintah mengumumkan tiga hari berkabung nasional. “Pemerintah Spanyol dan seluruh negara berdiri bersama para korban beserta keluarga mereka,” kata Sanchez.
Konteks lebih luas ikut menjadi sorotan: data Uni Eropa menunjukkan Spanyol menganggarkan rata-rata €1,5 miliar (sekitar Rp 30,3 triliun) per tahun untuk jaringan kereta cepat antara 2018–2022. Namun, sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur baru, sementara sekitar 16% yang tersisa digunakan untuk pemeliharaan dan peningkatan fasilitas. Alokasi anggaran ini menjadi salah satu sorotan dalam diskusi publik mengenai keselamatan rel saat investigasi resmi terhadap penyebab tabrakan digelar. Proses penyelidikan, tindakan penyelamatan, dan upaya identifikasi korban diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Penulis: Redaksi

