Hugo Samir menandai penampilannya bersama Borneo FC Samarinda dengan gol pertamanya di level profesional. Pemain berusia 21 tahun itu mencetak gol saat Pesut Etam menang 2-1 atas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10/2026), dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Momen tersebut menjadi capaian penting setelah ia melewati perjalanan panjang untuk kembali memperoleh kesempatan bermain di kompetisi tertinggi Indonesia.
Pelatih Mauro Jerónimo menurunkan Hugo sejak awal pertandingan di sisi kanan serangan. Kepercayaan itu berbuah kontribusi langsung pada babak kedua. Pada menit ke-75, Hugo menerima kiriman bola Arthur Moura dalam skema serangan balik, mengendalikan bola, lalu melepaskan tembakan yang gagal dibendung penjaga gawang PSS, Pedro Caracoci. Gol itu mengubah skor menjadi 2-0 untuk Borneo.
Sebelum Hugo mencatatkan namanya di papan skor, Rahmat Dandy Sonriza lebih dulu membawa tim tamu unggul pada menit ke-38. PSS kemudian mencetak gol sehingga pertandingan berakhir 2-1. Bagi Borneo, hasil tersebut disertai kabar menggembirakan dari Hugo, yang bukan hanya tampil sebagai starter, tetapi juga mengemas gol serta membantu tim meraih kemenangan.
Hugo menyambut pencapaian itu dengan perasaan campur aduk. Ia merasa bahagia, tetapi gol tersebut juga mengingatkannya pada berbagai masa sulit yang pernah dijalani. Setelah melewati periode itu, ia kini kembali tampil dan berhasil membuat gol pertamanya bersama Pesut Etam. Karena itu, torehan di Maguwoharjo memiliki arti lebih dari sekadar tambahan angka dalam statistik musim ini.
Gol tersebut ia persembahkan kepada keluarga, termasuk orang tua dan adiknya yang terus mendukung perjalanan kariernya. Seusai mencetak gol, sosok ayahnya, Jacksen F. Tiago, langsung terlintas di benak Hugo. Sang ayah, yang juga dikenal sebagai pelatih sepak bola, selalu berpesan agar ia tetap tenang saat memperoleh kesempatan. Hugo menyebut doa keluarga turut mengantarnya pada momen tersebut.
Sebelum pertandingan, Hugo mengaku sempat memiliki firasat bahwa ia akan mencetak gol. Perasaan itu terwujud pada laga melawan PSS. Hingga musim ini, ia telah tampil lima kali bersama Borneo FC, dengan catatan satu gol dan satu assist. Hugo berharap pencapaian tersebut menjadi awal yang baik, sekaligus mendorongnya untuk terus berkembang dan memperoleh kesempatan bermain lebih banyak.
Ia juga menegaskan bahwa sumbangsih bagi tim tidak hanya diukur dari gol. Hugo ingin tetap membantu lewat assist maupun peran lain selama pertandingan. Meski demikian, gol perdananya menambah motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan menjaga kontribusi bagi Pesut Etam. Perjalanan musim masih berlanjut, dan ia berharap dapat terus mengambil bagian dalam upaya tim meraih hasil positif.


