Untuk membantu keluarga bertahan saat bencana atau keadaan mendesak, pemerintah Thailand meminta warga menyiapkan perlengkapan yang bisa dibawa ketika harus mengungsi. Imbauan dari Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM), lembaga di bawah Kementerian Dalam Negeri, disampaikan pada awal pekan sebelumnya. Isi tas perlu mencukupi kebutuhan setiap anggota keluarga selama tiga hari pertama, dengan persediaan yang disesuaikan pada kondisi masing-masing.
Direktur DDPM Nirat Phongsitthavorn mengatakan, masa awal setelah keadaan darurat menuntut warga mengupayakan keselamatan serta memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri, sembari menanti bantuan tiba. Pemerintah menyampaikan pesan kesiapsiagaan tanpa bermaksud memicu kepanikan. Tas tersebut juga bukan semata-mata persiapan menghadapi konflik internasional. Nirat mengaitkannya dengan kemungkinan bencana dan gangguan lain yang dapat terjadi di Thailand.
Risiko yang disebut mencakup banjir bandang, luapan air dari wilayah pegunungan, longsor, gempa, dan wabah penyakit. Insiden akibat kegiatan manusia—seperti kebakaran, kerusuhan, maupun vandalisme—juga menjadi alasan untuk bersiap. Nirat menjelaskan, sejumlah negara telah mendorong warganya menyimpan makanan, obat, dan barang kebutuhan setelah muncul kemungkinan dampak konflik di Timur Tengah. Walau Thailand tidak perlu bersiap menghadapi konflik itu secara langsung, DDPM tetap mengingatkan warga agar memiliki perlengkapan darurat.
Ada enam kelompok barang yang disarankan untuk disiapkan keluarga. Pertama, perlengkapan kesehatan, termasuk kotak pertolongan pertama, obat umum, obat rutin bagi anggota keluarga yang memiliki kondisi tertentu, serta catatan medis. Kedua, air dan makanan untuk tiga hari. Anjuran DDPM ialah menyediakan tiga liter air untuk setiap orang per hari, atau sembilan liter selama 72 jam. Pilih makanan siap santap dan camilan berenergi; keluarga dengan bayi, anak, lansia, atau orang sakit perlu menyesuaikan stok dengan kebutuhan mereka.
Kelompok berikutnya berkaitan dengan komunikasi dan penerangan. Siapkan ponsel, pengisi daya portabel, senter, baterai tambahan, radio, dan sirene. Lilin, korek api, alat tulis, pisau lipat, gunting, tali, serta lakban juga dapat dimasukkan untuk membantu kebutuhan sederhana. Dokumen keluarga menjadi kelompok keempat, antara lain identitas, izin tinggal, kartu asuransi kesehatan, SIM, buku rekening, sertifikat penggunaan lahan, dan kunci cadangan. Simpan salinannya dalam wadah tahan air, serta sediakan uang tunai secukupnya untuk mengantisipasi gangguan pembayaran elektronik atau layanan perbankan.
Dua kelompok lainnya ialah perlengkapan kebersihan dan pakaian. Tisu toilet, sikat serta pasta gigi, perlengkapan mandi, dan kantong sampah berguna ketika warga tinggal sementara di tempat pengungsian. Pakaian pengganti, jas hujan, topi, selimut, atau kantong tidur dapat membantu menghadapi kondisi lingkungan. DDPM menyarankan tas dibuat ringan, tahan air, dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau agar bisa segera dibawa saat evakuasi. Jumlah dan jenis isinya tetap perlu mengikuti kebutuhan anggota keluarga.


