Persahabatan Irfan Hakim dan Raffi Ahmad diuji oleh kekhawatiran yang muncul ketika Raffi mulai menjalani peran di ranah politik. Dalam sebuah tayangan YouTube Trans7 beberapa waktu lalu, Irfan menyampaikan harapannya agar Raffi tetap berkarya sebagai artis, pembawa acara, dan pebisnis. Ia mengaku ingin memiliki lebih banyak waktu bersama sahabatnya itu. Pesan tersebut disampaikan dengan suara emosional hingga Irfan meneteskan air mata.
Perhatian terhadap sikap Irfan kembali muncul di tengah kritik yang dihadapi Raffi setelah menghadiri acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026. Kehadirannya dipersoalkan karena acara itu menjadi sorotan menyusul temuan peserta bayaran yang menyamar sebagai mahasiswa. Raffi hadir dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Setelah polemik tersebut, kritik terhadapnya berkembang, disertai seruan boikot.
Di tengah suasana itu, Irfan memperlihatkan dukungan kepada Raffi melalui unggahan di akun TikTok @75irfanhakim. Ia membagikan rekaman kebersamaan mereka saat menunaikan umrah dan menyertakan lagu Sahabat Tak Akan Pergi yang dibawakan Betrand Peto. Unggahan tersebut tidak dilengkapi uraian panjang. Namun, kedekatan keduanya memang telah terjalin sejak mereka merintis karier di industri hiburan dan berlanjut hingga menjadi rekan kerja dalam sejumlah acara.
Dalam tayangan Trans7, Irfan diminta menyampaikan pesan kepada Raffi. Ia menyarankan sahabatnya tetap berfokus pada pekerjaan di dunia hiburan dan bisnis. Ketika Raffi menanyakan alasan di balik saran itu, Irfan menjawab dengan nada bercanda bahwa dirinya ingin lebih sering menghabiskan waktu bersama. Meski disampaikan ringan, Irfan kemudian tampak tak kuasa menahan tangis.
Raffi menilai sikap Irfan berangkat dari kepedulian. Menurutnya, Irfan kerap memastikan keadaan dan mengingatkannya agar tidak larut dalam persoalan. Raffi juga menjelaskan bahwa sorotan di dunia hiburan saja sudah dapat membawa gosip dan serangan, sementara keterlibatan dalam politik berpotensi menambah tekanan. Ia menyebut Irfan khawatir dirinya menjadi sasaran fitnah maupun hujatan, lalu berusaha menguatkannya lewat pesan pribadi, termasuk pada malam hari.
Raffi mengatakan dirinya berusaha menghadapi pilihan yang telah diambil dengan tenang dan menjaga pikiran positif. Ia menyebut kondisi mentalnya cukup kuat, sembari mengapresiasi perhatian Irfan. Sebaliknya, Irfan menyampaikan bahwa ia senang menjadi rekan Raffi saat memandu acara, tetapi juga berharap sahabatnya menjaga kesehatan. Ia memuji Raffi sebagai pembawa acara, ayah, dan senior yang baik. Percakapan itu memperlihatkan bahwa di balik dukungan publik, kekhawatiran Irfan terutama tertuju pada kesejahteraan sahabatnya.


