Akses Jalan Terputus, Warga Desa Lenggo Polman Terpaksa Tandu Motor Seberangi Sungai Meluap
Di tengah cuaca yang tidak menentu, warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menghadapi tantangan besar dalam mengakses jalan utama menuju desa mereka. Tanpa adanya jembatan penghubung antara Sungai Tendeang dan Mapinni, warga terpaksa melakukan tindakan ekstrem, yaitu menandu kendaraan roda dua saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kondisi jalan yang rusak parah telah berlangsung selama puluhan tahun, sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintasi jalur tersebut. Hal ini memaksa warga untuk menggunakan metode tradisional, seperti menandu motor atau bahkan membawa orang sakit dengan berjalan kaki sejauh 12 kilometer.
Kondisi Jalan yang Mengkhawatirkan
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat sejumlah warga menandu sepeda motor agar bisa menyebrangi sungai yang meluap akibat curah hujan yang tinggi. Adi, salah satu warga setempat, menjelaskan bahwa kondisi ini sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat Desa Lenggo ketika hujan deras.
“Ketika hujan deras lagi, air sungai meluap, warga sudah biasa menandu sepeda motor sebrangi sungai,” ujar Adi saat dihubungi wartawan. Ia menambahkan bahwa intensitas hujan di daerah pegunungan ini cukup deras, sehingga membuat air sungai selalu meluap dan memaksa warga untuk menandu kendaraan.
Adi juga menyebutkan bahwa ada dua sungai yang menjadi penghalang, yaitu Sungai Tendeang dan Mapinni. Arus yang deras akibat hujan di hulu membuat perjalanan semakin sulit. “Ada dua sungai itu, sungai Tendeang dengan Mapinni, hujan deras di hulu jadi deras arus,” tambahnya.
Harapan Warga untuk Perbaikan Infrastruktur
Warga Desa Lenggo berharap agar perbaikan akses jalan rusak parah ke desa mereka segera dilakukan. Pada beberapa kesempatan, warga telah mengadu ke wakil rakyat di kantor DPRD Polman terkait infrastruktur jalan yang rusak parah.
Kasman, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa kerusakan akses jalan cukup parah hingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. “Untuk kesekian kalinya kami mengadu ke wakil rakyat, soal akses jalan ke desa kami rusak parah,” ujar Kasman kepada wartawan.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan ini telah berlangsung selama puluhan tahun. Akibatnya, warga sering kali harus menandu orang sakit dengan berjalan kaki sejauh 12 km. Kasman mengungkapkan bahwa pada Maret lalu, dia bersama warga tiga kali menandu orang sakit menuju ke puskesmas.
“Kami sering viral karena harus menandu warga yang sakit itu karena rusaknya akses jalan, pada bulan puasa kemarin ada tiga warga kita tandu,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan harapan bahwa di pemerintahan bupati baru Samsul Mahmud, akses jalan kedesanya dapat segera diperbaiki.
Tantangan dan Kekecewaan Warga
Meskipun pemerintah daerah sering berjanji akan mengucurkan anggaran perbaikan jalan ke Desa Lenggo, hingga saat ini, akses jalan tersebut masih belum diperbaiki. Hal ini membuat warga kecewa dan merasa dibiarkan tanpa solusi.
Warga berharap agar pihak berwenang segera bertindak untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak parah. Dengan adanya perbaikan, kehidupan warga akan lebih mudah, terutama dalam hal akses layanan kesehatan dan transportasi.
Solusi yang Diharapkan
Beberapa solusi yang diharapkan oleh warga antara lain adalah pembangunan jembatan penghubung di antara kedua sungai tersebut, serta perbaikan jalan secara menyeluruh. Dengan adanya jembatan, warga tidak lagi perlu menandu kendaraan atau berjalan kaki jarak jauh hanya untuk menyebrangi sungai.
Selain itu, perbaikan jalan juga akan mempermudah akses ke pusat pelayanan umum, seperti sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Dengan demikian, kualitas hidup warga akan meningkat, dan kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi dengan lebih baik.
Kesimpulan
Kondisi jalan yang rusak parah di Desa Lenggo, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, menjadi tantangan besar bagi warga setempat. Tanpa adanya jembatan penghubung dan perbaikan infrastruktur, warga terpaksa menandu kendaraan atau berjalan kaki jarak jauh hanya untuk menyebrangi sungai. Harapan besar diarahkan kepada pemerintah daerah untuk segera bertindak dan memperbaiki akses jalan tersebut. Dengan perbaikan ini, kehidupan warga akan menjadi lebih mudah dan nyaman.



















