Konflik yang Memanas: Dokter Tifa dan Rismon Sianipar Terpecah
Konflik antara dokter Tifauzia Tyassuma (dikenal sebagai Dokter Tifa) dan Rismon Sianipar memperlihatkan perubahan drastis dalam hubungan mereka. Sebelumnya, keduanya bersama dengan Roy Suryo dalam upaya mencari kebenaran terkait ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, kini Rismon berubah sikap setelah menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli, sehingga mengakibatkan retaknya hubungan antara ketiga pihak.
Perubahan ini menimbulkan reaksi emosional dari Dokter Tifa. Ia menyampaikan pesan yang penuh rasa kecewa dan kehilangan, sementara Rismon menuntut audit penjualan buku Jokowi’s White Paper dan mengancam akan menempuh jalur hukum jika tidak ada respon yang sesuai.
Perjalanan Awal yang Penuh Harapan
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya, @DokterTifa, ia mengingat kembali perjuangan mereka bertiga dalam menuntut kebenaran ijazah Jokowi pada 15 April 2025 di Ruang 109 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Hari itu bukan sekadar hari pertemuan pertama. Hari itu adalah titik mula sebuah perjalanan yang tidak ringan, bahkan mungkin terlalu berat untuk manusia biasa. Dan sejak hari itu, kita bukan lagi sekadar rekan seperjuangan. Kita menjadi tiga sahabat,” tulis Dokter Tifa.
Ia juga menyampaikan bahwa Rismon telah dianggap sebagai adiknya sendiri oleh dirinya dan Roy Suryo. “Aku dan Mas Roy, menganggapmu bukan hanya partner dalam mencari kebenaran, tapi adik kami sendiri. Ada rasa ingin menjaga. Ada rasa percaya yang tumbuh tanpa dibuat-buat.”
Pertanyaan yang Mengguncang
Dokter Tifa mempertanyakan mengapa Rismon tidak berbicara lebih dulu sebelum berubah haluan. “Mengapa kamu tidak bicara. Mengapa kamu memilih diam, lalu berbalik arah? Padahal sejak awal, kita berjalan bukan sebagai orang asing. Kita berjalan sebagai tiga sahabat.”
Ia juga mengecam tindakan Rismon yang dianggap sebagai pengkhianatan. “Apakah semua ini sepadan, Rismon? Apakah rasa takut itu lebih besar daripada nilai kebenaran yang dulu kamu perjuangkan dengan penuh keyakinan?”
Somasi yang Diungkapkan Rismon
Meski konflik terjadi, Rismon Sianipar tetap mempertahankan pendiriannya. Ia akan melakukan somasi terhadap Dokter Tifa terkait hasil penjualan buku Jokowi’s White Paper. Buku tersebut ditulis oleh Rismon, Dokter Tifa, dan Roy Suryo, yang berisi hasil penelitian terkait ijazah Jokowi.
Rismon menyatakan bahwa ia akan meminta adanya audit terhadap rekening penjualan buku tersebut, yang selama ini dipegang secara sepihak oleh Dokter Tifa. Ia juga meminta agar hasil penelitiannya yang tercantum dalam buku tersebut ditarik kembali.
“Keluarkan tulisan saya 468 halaman itu dari buku JWP. Anda harus mengeluarkan itu. Silahkan lanjutkan penjualan JWP tapi hanya tulisan Anda semua. Pak Roy Suryo 49 halaman, dan Anda (Dokter Tifa) 164 halaman, jadi 220 sekian halaman saja.”
Rismon menegaskan bahwa jika somasi tidak dihiraukan, maka ia akan menempuh jalur hukum. Ia juga menyatakan bahwa somasi akan dilakukan setelah terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), yang membuatnya menjadi tersangka dalam kasus ijazah Jokowi.
Kesimpulan: Kepercayaan yang Hancur
Konflik ini menunjukkan betapa pentingnya kejujuran dan kepercayaan dalam hubungan. Meskipun Rismon kini berada di sisi yang berbeda, Dokter Tifa tetap berharap bahwa kebenaran akan selalu menjadi prioritas. “Jika suatu hari nanti kamu kembali melihat ke belakang, ingatlah satu hal: Kita pernah menjadi tiga sahabat. Kita pernah berdiri di titik yang sama, dengan hati yang bersih, dan niat yang lurus.”
Pesan Dokter Tifa sangat jelas: kebenaran tidak akan pernah berubah meskipun manusianya sudah berubah. Ia menegaskan bahwa jalan pulang untuk kembali kepada kebenaran selalu terbuka bagi Rismon selama masih ada keberanian untuk jujur.



















