🔥 TERKINI

Enam Letusan Semeru Tercatat hingga Jumat Pagi, Warga Diminta Menjauhi Zona Rawan

Erwin Oleh: Erwin
2 dilihat
Jumat, 06 November 2026 - 14:26 WIB • Waktu baca: 2 menit
Iklan Atas Artikel (Before Content)

Aktivitas Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, berlangsung berulang pada Jumat pagi, 6 November. Enam letusan tercatat sejak lewat tengah malam hingga pukul 08.37 WIB, dengan kolom abu yang pada sejumlah kejadian terpantau setinggi 400 sampai 700 meter dari puncak. Warga diminta mematuhi batas aman dan menghindari kawasan sungai yang berpotensi terdampak awan panas maupun lahar.

Catatan waktu menunjukkan letusan pertama terjadi pada pukul 00.35 WIB. Peristiwa berikutnya teramati pukul 02.42 WIB, ketika abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak. Sembilan menit kemudian, Semeru kembali meletus dan kolomnya terlihat setinggi 500 meter. Aktivitas berlanjut pukul 04.42 WIB dengan kolom abu tertinggi yang tercatat pagi itu, yakni 700 meter.

Dua letusan selanjutnya terpantau pada pukul 05.35 WIB dan 08.37 WIB. Kolom abu pada kejadian pertama mencapai 600 meter, sedangkan pada letusan terakhir teramati sekitar 400 meter dari puncak. Laporan petugas pengamatan menyebut abu berwarna putih sampai kelabu, dengan ketebalan yang terlihat jelas. Sebarannya condong ke barat daya, menurut laporan resmi Petugas Pengamat Gunung Api Semeru, Agastya Rajendra.

Instrumen seismograf merekam amplitudo maksimum sebesar 25 milimeter. Durasi letusan yang tercatat mencapai 103 detik. Data tersebut melengkapi pemantauan terhadap aktivitas gunung, sementara imbauan keselamatan berfokus pada area yang dapat dilalui material vulkanik. Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Di luar batas tersebut, warga juga diminta menjauh setidaknya 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area itu berisiko terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang berpotensi mencapai 17 kilometer dari puncak. Larangan lain berlaku dalam radius lima kilometer dari kawah, karena lontaran batu pijar dapat membahayakan orang yang berada di sekitarnya.

Selain Besuk Kobokan, kewaspadaan perlu ditingkatkan di Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sungai-sungai kecil yang menjadi cabang Besuk Kobokan juga termasuk jalur yang perlu dihindari. Potensi bahaya yang disampaikan meliputi awan panas guguran, guguran lava, serta lahar di lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru. Warga diimbau menyesuaikan kegiatan dengan arahan keselamatan tersebut.

Tinggalkan Tanggapan

Indeks Berita →