Fenomena Unik di Sumenep: Antusiasme Warga Sambut Zakat di Malam Tarawih
Sumenep, sebuah kabupaten di Jawa Timur, menyaksikan fenomena sosial yang menarik perhatian pada Rabu (18/2). Sejak siang hari, warga berbondong-bondong mendatangi sejumlah masjid dan musala. Bukan hanya untuk menunaikan ibadah salat Tarawih yang menjadi rutinitas di bulan Ramadan, tetapi juga karena antusiasme menanti pembagian zakat mal yang dijanjikan. Tikar-tikar mulai digelar dan antrean panjang terbentuk jauh sebelum waktu ibadah tiba, menunjukkan betapa besar harapan masyarakat terhadap rezeki yang akan dibagikan.
Fenomena ini berakar pada niat baik seorang tokoh publik, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura, MH Said Abdullah. Beliau memberikan santunan zakat mal kepada warga Sumenep yang hadir. Setiap warga yang beruntung mendapatkan kesempatan ini dijanjikan menerima uang tunai sebesar Rp300.000. Besaran dana yang cukup signifikan ini menjadi daya tarik utama yang mendorong masyarakat untuk rela menunggu berjam-jam, bahkan sejak siang hari.
Lokasi Pembagian Zakat dan Respons Keamanan
Pembagian zakat mal ini tidak terpusat di satu titik, melainkan tersebar di beberapa lokasi strategis di wilayah Kabupaten Sumenep. Beberapa tempat yang menjadi titik pembagian antara lain:
- Musala Wakaf Abdullah
- Masjid Laju
- Masjid Nasabandiyah
- Musala Habib Muhsin
- Musala Zainab
- Musala Ba’antar
- Musala Bahrez
- Masjid Fatimah Bin Gauzan
Mengingat potensi keramaian yang luar biasa, pihak Kepolisian Resor (Polres) Sumenep mengambil langkah antisipasi dengan menerjunkan personel pengamanan. Sebanyak 193 personel dikerahkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari salat Tarawih hingga pembagian zakat, berjalan dengan aman dan tertib. Pengamanan dimulai sejak pukul 16.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 20.00 WIB, mencakup seluruh area pembagian zakat.
Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran acara tersebut. “Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan salat Tarawih dan pembagian zakat mal dapat berjalan dengan aman, lancar, serta situasi tetap kondusif. Ini berkat sinergi yang baik antara personel pengamanan dan masyarakat,” ujar AKBP Anang Hardiyanto pada Jumat (20/2). Beliau juga menegaskan komitmen Polres Sumenep untuk terus meningkatkan kehadiran dan pelayanan kepolisian selama bulan Ramadan. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah hukum Kabupaten Sumenep.
Informasi Tambahan Mengenai Zakat Mal
Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan pembagian zakat mal tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan pembagian zakat mal yang dilakukan oleh Said Abdullah ini hanya dilaksanakan pada satu hari, yaitu Rabu (18/2) kemarin. Hal ini menandakan bahwa program zakat ini bersifat insidental dan tidak berkelanjutan sepanjang bulan Ramadan.
“Hari Rabu saja, zakat mal,” jelas AKP Widiarti.
Lebih lanjut, ia membenarkan bahwa nilai zakat mal yang diberikan kepada setiap warga yang hadir adalah senilai Rp300.000 dalam bentuk uang tunai. Besaran nominal ini menjadi alasan kuat mengapa antusiasme masyarakat begitu tinggi, serta mengapa pengamanan ekstra ketat diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan massa.
Fenomena di Sumenep ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana tradisi keagamaan seperti salat Tarawih dapat berpadu dengan kegiatan sosial pemberian santunan, menciptakan momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat. Partisipasi aktif warga dan kesigapan aparat keamanan menjadi kunci utama keberhasilan terselenggaranya kegiatan ini tanpa adanya insiden yang berarti. Ini juga mencerminkan pentingnya peran tokoh publik dalam berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, terutama di momen-momen penting seperti bulan Ramadan.



















