Kemenangan Tipis Persib Bandung atas Persita Tangerang: Analisis Mendalam Bojan Hodak
Pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/26 mempertemukan Persib Bandung dengan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (22/2). Dalam laga yang diprediksi ketat, Persib berhasil mengamankan tiga poin berharga setelah menang tipis 1-0. Pelatih Persib, Bojan Hodak, buka suara mengenai jalannya pertandingan, menyoroti solidnya pertahanan tim tamu dan insiden kontroversial yang mewarnai laga.

Hodak mengakui bahwa menghadapi Persita Tangerang bukanlah perkara mudah. Ia menilai tim berjuluk ‘Pendekar Cisadane’ tersebut menampilkan pertahanan yang luar biasa rapat. “Saya sudah memperkirakan ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Persita adalah tim yang bertahan dengan 10 pemain. Semua pemain mereka berlari, melakukan tekel, sehingga mereka tidak kebobolan banyak gol. Mereka sangat kompak dan terorganisir secara defensif,” ujar Hodak dalam konferensi pers pasca-laga.
Statistik pertandingan mencerminkan dominasi Persib dalam hal penguasaan bola, mencapai 55 persen. Tim Maung Bandung juga mampu melepaskan total 14 tembakan, dengan 6 di antaranya mengarah tepat sasaran. Sementara itu, Persita lebih banyak bertahan, hanya mampu membuat 6 tembakan dengan 2 yang akurat. Kerapatan barisan pertahanan Persita menjadi tantangan tersendiri bagi lini serang Persib untuk menembus.
Momen Kontroversial Sepak Pojok dan Keputusan Wasit
Salah satu momen yang cukup menyita perhatian terjadi pada menit ke-81. Berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi oleh Pablo Ganet, bola melayang ke kotak penalti Persib. Seorang pemain Persita berhasil menyambut bola tersebut dan menggetarkan jala gawang. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit. Indikasi awal menunjukkan bahwa wasit telah meniup peluit sebelum Ganet melepaskan tendangan, memberikan sinyal agar Ganet menahan laju bola.

Keputusan ini sontak memicu protes keras dari para pemain dan ofisial Persita. Wasit kemudian berdiskusi dengan asistennya untuk mengevaluasi situasi tersebut. Setelah pertimbangan, diputuskan bahwa tendangan sudut akan diulang. Pablo Ganet kembali mengambil peran sebagai eksekutor, melepaskan umpan lambung yang kembali mengarah ke kotak penalti. Namun, kali ini bola berhasil ditepis keluar oleh kiper Persib, Teja Alam. Insiden ini juga menjadi sorotan tersendiri bagi Bojan Hodak.
“Saya cukup senang karena saya pikir Persita tidak menciptakan peluang apa pun, kecuali satu situasi dari tendangan sudut. Itu pun wasit sudah meniup peluit tiga kali sebelumnya. Selain itu, saya tidak melihat mereka memiliki kesempatan,” terang Hodak, menyoroti minimnya peluang bersih yang diciptakan Persita di luar momen kontroversial tersebut. Keputusan wasit untuk mengulang tendangan sudut, meskipun sempat menimbulkan perdebatan, pada akhirnya tidak berbuah gol bagi tim tamu.
Posisi Klasemen dan Proyeksi Persib di Papan Atas
Kemenangan atas Persita Tangerang ini semakin memperkokoh posisi Persib Bandung di puncak klasemen sementara Super League 2025/26. Dengan raihan 50 poin dari 21 pertandingan, Persib unggul 3 poin dari Persija Jakarta yang berada di posisi kedua (22 pertandingan). Selain itu, mereka juga unggul 4 poin dari Borneo FC yang pada pertandingan lain malam itu harus menelan kekalahan 1-2 dari Dewa United.
Sementara itu, Persita Tangerang harus puas berada di peringkat keenam klasemen dengan mengoleksi 35 poin dari 22 laga yang telah dijalani. Posisi ini menunjukkan bahwa Persita masih menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di kompetisi ini, meskipun belum mampu menembus persaingan papan atas.
Performa konsisten Persib di bawah asuhan Bojan Hodak menunjukkan bahwa mereka adalah kandidat kuat juara musim ini. Kemampuan tim untuk memenangkan pertandingan yang sulit, bahkan ketika menghadapi pertahanan yang sangat disiplin, menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka. Dengan sisa pertandingan yang ada, Persib diprediksi akan terus berjuang keras untuk mempertahankan posisi puncak dan meraih gelar juara Super League 2025/26. Tantangan selanjutnya bagi Persib adalah menjaga momentum positif ini dan terus beradaptasi dengan berbagai gaya permainan lawan yang akan mereka hadapi.




















