Kepergian Bapak Bangsa: Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, Berpulang di Usia 90 Tahun
Indonesia berduka. Salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa, Bapak Try Sutrisno, yang pernah mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, telah menghembuskan napas terakhirnya pada hari Senin, 2 Maret. Beliau berpulang dalam usia 90 tahun, meninggalkan jejak dan warisan yang mendalam bagi negeri ini.

Sang proklamator kebangsaan ini menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, sebuah institusi yang seringkali menjadi saksi perjalanan para pemimpin bangsa. Kepergian beliau pada usia senja ini menjadi momen refleksi bagi banyak pihak, mengenang kiprahnya yang panjang dalam melayani negara.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum Bapak Try Sutrisno disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi ini menjadi titik kumpul bagi keluarga, kerabat, dan para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dihormati ini.
Suasana Haru dan Kehadiran Tokoh Bangsa di Rumah Duka
Pantauan di lokasi rumah duka pada Senin pagi itu menunjukkan pemandangan yang penuh haru. Sejak pagi, rumah duka telah dipadati oleh para pelayat yang berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Suasana khidmat terasa kental, diiringi doa dan tangisan yang terdengar dari dalam.
Beberapa tokoh penting dari berbagai lini pemerintahan dan militer tampak hadir dan langsung memasuki rumah duka untuk memberikan penghormatan secara pribadi. Kehadiran mereka menunjukkan betapa besar dampak dan pengaruh Bapak Try Sutrisno dalam kancah perpolitikan dan kemiliteran Indonesia.
Di antara tokoh-tokoh yang terlihat hadir adalah mantan Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata (Menhankam/Pangab) Jenderal TNI (Purn.) Wiranto, yang memiliki kedekatan historis dalam dunia pertahanan. Selain itu, tampak pula Gubernur DKI Jakarta, yang menunjukkan perhatian dari pemerintah daerah ibu kota. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, juga turut hadir, menegaskan relevansi pemikiran dan perjuangan almarhum dalam menjaga ideologi bangsa.

Sebuah mobil jenazah dari Garnisun Tetap I/Jakarta Mabes TNI telah bersiaga di depan rumah duka. Kehadiran mobil jenazah ini menandakan bahwa prosesi kenegaraan akan segera dilaksanakan untuk menghormati jasa-jasa almarhum. Meskipun jenazah belum tiba di rumah duka, para petinggi militer dan pejabat terkait sudah berada di lokasi, memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara pemakaman.
Panglima Kodam Jaya sekaligus Komandan Garnisun Tetap I/Jakarta, Mayor Jenderal TNI Deddy Suryadi, juga terlihat berada di rumah duka. Kehadirannya menunjukkan bahwa institusi TNI memberikan penghormatan tertinggi kepada mantan Panglima ABRI ini, yang pernah memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di angkatan bersenjata.
Rangkaian Acara Pemakaman yang Khidmat
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rangkaian acara pemakaman Bapak Try Sutrisno akan dilaksanakan dengan penuh penghormatan. Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah akan disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Masjid ini merupakan salah satu masjid bersejarah dan ikonik di Jakarta, menjadi tempat yang layak untuk mendoakan almarhum sebelum dimakamkan.
Prosesi pemakaman terakhir akan dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Lokasi ini adalah tempat peristirahatan terakhir bagi para pahlawan nasional dan tokoh-tokoh bangsa yang telah berjasa besar bagi Indonesia. Pemakaman di TMP Kalibata merupakan sebuah penghargaan tertinggi dari negara atas pengabdian seumur hidup Bapak Try Sutrisno.
Kepergian Bapak Try Sutrisno tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh rakyat Indonesia. Namun, warisan pemikiran, semangat pengabdian, dan kontribusinya dalam membangun bangsa akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.



















