Antisipasi Gangguan Kamtibmas: Cilacap Larang Petasan dan Perang Sarung Jelang Akhir Ramadan
Menjelang puncak perayaan Ramadan, khususnya di malam-malam terakhir bulan suci hingga malam takbiran, masyarakat Kabupaten Cilacap diingatkan dengan tegas untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Ajakan ini mencakup larangan keras terhadap bermain petasan dan partisipasi dalam aksi perang sarung, dua tradisi yang kerap mewarnai suasana malam di beberapa daerah namun memiliki risiko tinggi.
Aparat kepolisian setempat telah meningkatkan intensitas patroli di berbagai titik yang dianggap rawan. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, demi memastikan suasana Ramadan tetap kondusif bagi seluruh warga. Peningkatan aktivitas remaja pada malam hari, terutama setelah pelaksanaan salat tarawih hingga menjelang waktu sahur, menjadi salah satu latar belakang imbauan ini. Pihak kepolisian memandang bahwa kegiatan yang awalnya dianggap sebagai bentuk permainan atau tradisi ini, kini berpotensi besar memicu keributan, bahkan membahayakan keselamatan jiwa.
Patroli Intensif dan Pendekatan Persuasif
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, menjelaskan bahwa patroli rutin telah digencarkan di sejumlah kawasan strategis. Area-area yang menjadi fokus pengawasan antara lain permukiman padat penduduk, alun-alun, jalan-jalan protokol, serta titik-titik yang seringkali menjadi lokasi berkumpulnya para remaja. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar senantiasa mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka terlibat dalam aksi perang sarung atau bermain petasan yang jelas-jelas dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Kapolresta usai kegiatan bagi-bagi takjil bersama anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cilacap pada Selasa, 3 Maret 2026.
Selain melakukan patroli secara mobiling, petugas kepolisian juga menerapkan pendekatan yang lebih persuasif. Edukasi langsung diberikan kepada kelompok-kelompok remaja yang masih terlihat berkumpul hingga larut malam. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dampak negatif dari aktivitas yang mereka lakukan.
Bahaya Tersembunyi di Balik Tradisi
Permainan petasan, menurut Kombes Pol Budi Adhy Buono, dinilai memiliki risiko yang sangat tinggi. Potensi bahaya yang ditimbulkan meliputi luka bakar serius pada pemain maupun orang di sekitarnya, risiko kebakaran yang dapat meluas, bahkan kerusakan pada properti. Insiden kecil akibat ledakan petasan bisa berujung pada kerugian materiil dan fisik yang signifikan.
Sementara itu, perang sarung yang dulunya mungkin dianggap sekadar candaan atau permainan ringan, kini kerap kali dimodifikasi dengan cara yang lebih berbahaya. Peserta terkadang memasukkan benda-benda keras ke dalam sarung yang digunakan, menjadikannya sebuah senjata yang berpotensi menyebabkan luka serius pada peserta lain. Kapolresta menegaskan bahwa tindakan semacam ini, apabila menimbulkan korban jiwa atau kerusakan properti, dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi prioritas utama sebelum insiden yang lebih serius terjadi.
Peran Serta Tokoh Masyarakat dan Alternatif Kegiatan Positif
Untuk memperkuat upaya pencegahan, kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif. “Kami mengajak tokoh masyarakat, para pengurus RT/RW, serta seluruh warga untuk turut serta menjaga kondusivitas lingkungan kita. Mari kita ciptakan suasana yang aman dan nyaman selama bulan Ramadan ini,” tuturnya.
Pihak kepolisian menyarankan agar masyarakat mengalihkan energi dan waktu luang pada kegiatan-kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat, seperti tadarus Al-Qur’an bersama, mengikuti pesantren kilat, atau melaksanakan kegiatan ronda malam. Aktivitas-aktivitas tersebut dinilai jauh lebih mendatangkan kebaikan dan tidak berisiko dibandingkan dengan kegiatan yang berpotensi menimbulkan masalah.
Di beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap, kesadaran masyarakat terlihat meningkat. Beberapa warga bahkan telah sepakat untuk memberlakukan pembatasan waktu aktivitas bagi anak-anak mereka demi mencegah potensi keributan yang tidak diinginkan.
Dengan adanya peningkatan intensitas patroli dari pihak kepolisian dan dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan suasana Ramadan di Kabupaten Cilacap dapat senantiasa terjaga keamanannya dan kenyamanannya hingga perayaan Hari Raya Idulfitri tiba. “Kami akan terus melakukan pengawasan secara intensif di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap untuk memastikan keamanan tetap terjaga,” pungkas Kapolresta.




















