
Bocah 5 Tahun Hilang Saat Antre Bansos di Tasikmalaya, Diduga Tercebur ke Sungai
Sebuah insiden tragis dilaporkan terjadi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, di mana seorang bocah laki-laki berusia lima tahun dilaporkan hilang secara mendadak saat menemani ibunya mengantre pembagian bantuan sosial (bansos). Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat sore, 2 Januari 2026, di Kantor Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung.
Korban yang diidentifikasi bernama Muhammad Zaidan Al-Fatih (5), merupakan warga Padayungan RT 07 RW 01, Kelurahan Tugujaya. Sejak dinyatakan hilang, dugaan terkuat adalah korban tercebur ke saluran air yang berada di dekat lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian yang Mengerikan
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, insiden ini bermula ketika ibu korban membawa Zaidan untuk mengurus administrasi terkait bantuan sosial di kantor kelurahan. Saat sedang menunggu antrean, Zaidan bersama kakaknya memutuskan untuk pergi ke warung di sekitar lokasi untuk membeli jajanan.
Setelah selesai jajan, sang kakak mengantar Zaidan kembali menuju ibunya yang berada di dalam kantor kelurahan. Namun, dalam perjalanan itulah, Zaidan terlepas dari pengawasan dan menghilang tanpa jejak. Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan sedang hujan deras, yang menyebabkan peningkatan debit air di saluran sungai di sekitar kantor kelurahan.
Pencarian Intensif Dilakukan oleh Tim Gabungan
Sejak kabar hilangnya Zaidan menyebar, petugas gabungan bersama warga setempat segera melakukan upaya pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga menyusuri aliran sungai. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian.
Ayah korban, Ali Darsono, menceritakan bahwa terakhir kali ia melihat anaknya mengenakan pakaian berwarna biru, termasuk sweater biru dan celana panjang. “Terakhir pakai baju biru, sweater biru dan celana panjang. Umurnya lima tahun setengah, laki-laki. Waktu itu hujan, air di saluran juga besar,” ujar Ali Darsono dengan nada cemas saat ditemui di lokasi pencarian.
Ali Darsono menambahkan bahwa pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan. Ia mengaku belum ada kepastian apakah anaknya hanyut ke sungai atau tersesat karena belum familiar dengan daerah tersebut. “Tidak ada yang melihat jadi belum pasti hilangnyanhanyut ke sungai atau nyasar. Kondisi hujan sangat deras dan arus air sungai cukup besar,” katanya, menunjukkan ketidakpastian yang menyelimuti keluarga.
Potensi Hanyut Akibat Lingkungan dan Cuaca Buruk
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Hanafi, menyatakan bahwa potensi hanyutnya korban ke sungai memang sangat mungkin terjadi, mengingat kondisi lingkungan dan cuaca saat itu. “Peristiwa anak hilang memang tidak ada yang melihat langsung. Namun potensi hanyut ke sungai memang ada. Sebab anak berada di dekat saluran air dan kondisi saat itu hujan deras, debit air juga besar,” jelasnya.
Hanafi menjelaskan bahwa tim gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal dengan membagi beberapa regu untuk menyisir area yang lebih luas. “Kami bagi menjadi tiga tim, menyusuri saluran air hingga ke bendungan bekas perusahaan di wilayah Sukaraja. Tim pencarian terdiri dari BPBD, Kepolisian, TNI, Tagana, RAPI, relawan, komunitas, dan masyarakat,” ungkapnya, menggambarkan luasnya koordinasi yang dilakukan.
Perluasan Area Pencarian dan Koordinasi Lanjutan
Pencarian diproyeksikan akan terus dilakukan hingga korban ditemukan, meskipun belum ada tanda-tanda keberadaannya. Tim menargetkan pencarian minimal selama tiga hari ke depan dan akan terus dimaksimalkan. “Kami targetkan pencarian minimal tiga hari. Selama pencarian akan dimaksimalkan. Tim dibagi ulang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Basarnas, dan insyaallah akan bergabung setelah proses administrasi selesai,” kata Hanafi.
BPBD juga tidak menutup kemungkinan untuk memperluas area pencarian ke jaringan sungai yang lebih besar, bahkan hingga ke wilayah Ciamis dan Banjar, sebagai upaya untuk menemukan korban. “Semua potensi akan kita buka. Karena ini faktor kemanusiaan, kita tidak mau setengah-setengah,” tegasnya, menunjukkan komitmen penuh dalam operasi pencarian ini.
Proses pencarian terhadap balita bernama Muhammad Zaidan Al-Fatih masih menjadi prioritas utama tim gabungan yang dibantu oleh seluruh elemen masyarakat. Harapan besar tertuju pada ditemukannya Zaidan dalam keadaan selamat.



