Petani perempuan di Buton tewas dililit ular piton, warga temukan korban dalam kondisi mengenaskan

Diposting pada

Ringkasan Berita:

  • Seorang petani perempuan bernama Wa Ode Rosita tewas dililit ular piton di Buton Selatan
  • Korban ditemukan oleh kerabatnya dalam kondisi terlilit ular sekitar 100 meter dari kebunnya
  • Warga terpaksa membunuh ular tersebut untuk mengevakuasi jenazah korban
  • Kepolisian mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area perkebunan

 

Batampena.com, BUTON SELATAN – Peristiwa tragis menimpa seorang petani perempuan di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Wa Ode Rosita (41), warga Desa Poogalampa, Kecamatan Batauga, ditemukan meninggal dunia setelah diduga diserang dan dililit seekor ular piton berukuran besar saat berada di area perkebunannya, Jumat (5/6/2026).

Kejadian tersebut menggemparkan warga setempat karena lokasi penemuan korban merupakan kawasan perkebunan yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

Korban diketahui berangkat ke kebun sejak pagi hari untuk melakukan pekerjaan rutin sebagaimana biasanya.

Menurut keterangan pihak kepolisian, Wa Ode Rosita meninggalkan rumah sekitar pukul 08.00 Wita.

Namun hingga sore menjelang malam, korban tidak kunjung kembali, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga.

Kasi Humas Polres Buton, Iptu Anwar, menjelaskan bahwa keluarga mulai melakukan pencarian setelah korban tidak memberikan kabar dan tidak pulang pada waktu yang biasa.

“Korban diketahui berangkat ke kebun sejak pagi hari seperti aktivitas rutinnya sehari-hari. Namun hingga sore menjelang malam, korban belum kembali ke rumah sehingga keluarga melakukan pencarian,” ujar Anwar, Sabtu (6/6/2026) yang dikutip dari Kompas.com.

Keluarga Mulai Curiga

Pencarian pertama dilakukan oleh ibu korban bersama anak korban.

Keduanya menyusuri jalan setapak menuju lokasi perkebunan tempat Wa Ode Rosita biasa bekerja.

Di tengah perjalanan, mereka menemukan sebuah bakul atau keranjang milik korban yang tergeletak di pinggir jalan.

Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa sesuatu yang tidak biasa telah terjadi.

“Dalam perjalanan menuju kebun, keluarga menemukan bakul atau keranjang milik korban yang berada di pinggir jalan setapak,” kata Anwar.

Meski telah menelusuri area sekitar, keluarga belum menemukan keberadaan korban.

Anak korban kemudian memutuskan kembali ke perkampungan untuk meminta bantuan warga dan kerabat guna melakukan pencarian yang lebih luas.

Sejumlah warga pun berdatangan dan bersama-sama menyisir area perkebunan serta semak-semak yang berada di sekitar lokasi.

Ditemukan dalam Lilitan Ular Piton

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Salah seorang kerabat korban bernama La Ode Midi menemukan Wa Ode Rosita sekitar 100 meter dari area kebunnya.

Namun pemandangan yang ditemukan sangat mengejutkan.

Korban diketahui masih berada dalam lilitan seekor ular piton berukuran besar yang diduga menjadi penyebab kematiannya.

“Korban ditemukan oleh saudaranya, La Ode Midi, sekitar 100 meter dari area kebun. Saat ditemukan, korban masih berada di dalam lilitan ular piton berukuran besar,” ujar Anwar.

Melihat kondisi tersebut, warga yang berada di lokasi segera berusaha menyelamatkan korban.

Dengan menggunakan parang, mereka memotong bagian kepala ular untuk melepaskan lilitan yang membelenggu tubuh korban.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena ukuran ular yang cukup besar dan masih melilit tubuh korban dengan kuat.

Korban Sudah Meninggal Dunia

Setelah berhasil melepaskan lilitan ular, warga dan keluarga segera memeriksa kondisi Wa Ode Rosita.

Namun harapan untuk menyelamatkannya pupus karena korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Setelah ular berhasil dilepaskan, saksi memeriksa kondisi korban. Korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia,” kata Anwar.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian. Personel Polsek Batauga segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda tindak pidana. Korban diduga meninggal akibat serangan dan lilitan ular piton yang menyebabkan korban kehabisan napas.

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kepolisian mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan perkebunan, ladang maupun hutan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan satwa liar, khususnya ular piton yang kerap ditemukan di wilayah tersebut.

Masyarakat juga diminta untuk tidak bekerja seorang diri di area yang jauh dari permukiman guna mengurangi risiko apabila terjadi keadaan darurat.

“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun atau kawasan hutan agar lebih berhati-hati dan sebisa mungkin tidak bekerja sendirian. Jika menemukan keberadaan ular berukuran besar, segera laporkan kepada pihak berwenang atau warga sekitar,” ujar Anwar.

Peristiwa meninggalnya Wa Ode Rosita menjadi pengingat akan bahaya yang dapat muncul saat beraktivitas di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.

Kejadian ini sekaligus menambah daftar kasus serangan ular piton terhadap manusia yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Warga Desa Poogalampa pun masih diliputi duka mendalam atas kepergian Wa Ode Rosita yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil berkebun. Kehilangannya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat setempat.

Gambar Gravatar
Hendra merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan