Jalan Peunaron–Sri Mulya Aceh Timur Diusulkan Perbaikan Melalui Skema Inpres Jalan Daerah
Aceh Timur – Kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan di ruas Peunaron–Sri Mulya, Kabupaten Aceh Timur, telah lama menjadi keluhan utama masyarakat setempat. Menyadari urgensi perbaikan ini, sebuah usulan strategis diajukan untuk mempercepat revitalisasi jalan yang vital ini melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). Inisiatif ini dipandang sebagai langkah krusial untuk mendorong pembangunan di wilayah pedalaman yang merupakan urat nadi perekonomian bagi tiga kecamatan penting: Peunaron, Simpang Jernih, dan Rantau Selamat.
Selama bertahun-tahun, masyarakat di ketiga kecamatan tersebut menghadapi kesulitan signifikan akibat buruknya kondisi jalan. Akses yang tidak memadai ini tidak hanya menghambat mobilitas sehari-hari tetapi juga berdampak langsung pada efektivitas pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan. Biaya transportasi yang tinggi akibat kondisi jalan yang buruk secara signifikan membebani para petani, mengurangi potensi keuntungan mereka, dan menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Muhammad Syuhada, mengonfirmasi bahwa langkah-langkah konkret telah diambil untuk mewujudkan perbaikan ini. Dokumen teknis yang esensial, yaitu Detail Engineering Design (DED) untuk proyek perbaikan jalan Peunaron–Sri Mulya, kini telah rampung sepenuhnya. Penyelesaian DED ini merupakan tonggak penting yang menandakan kesiapan teknis untuk memulai proyek.
Lebih lanjut, dokumen DED tersebut telah diserahkan kepada H. Ruslan Daud, seorang anggota DPR RI yang berasal dari daerah Aceh. Penyerahan ini dilakukan secara langsung saat kunjungan beliau ke wilayah tersebut pada hari Sabtu, 7 Maret. Keterlibatan wakil rakyat di tingkat pusat ini diharapkan dapat memperkuat advokasi dan mempercepat proses persetujuan serta alokasi dana yang diperlukan dari pemerintah pusat.
Dampak Positif Perbaikan Jalan Terhadap Aktivitas Ekonomi
Muhammad Syuhada menekankan betapa krusialnya perbaikan akses jalan ini bagi masyarakat. “Jika akses jalan ini dalam kondisi baik, mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat akan berjalan lancar dan optimal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perbaikan ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan sebuah “solusi konkret untuk membuka akses yang lebih baik bagi desa-desa pedalaman.” Dengan jalan yang memadai, rantai pasok akan menjadi lebih efisien, harga barang kebutuhan pokok dapat ditekan, dan hasil bumi dapat dijual dengan harga yang lebih menguntungkan.
Keterbatasan anggaran daerah seringkali menjadi tantangan terbesar dalam merealisasikan proyek-proyek infrastruktur berskala besar, terutama di wilayah pedalaman yang membutuhkan penanganan khusus. Skema Inpres Jalan Daerah (IJD) hadir sebagai peluang emas bagi pemerintah daerah untuk mengatasi kendala pendanaan ini. Melalui skema ini, pemerintah daerah dapat mengajukan permohonan dukungan pendanaan langsung dari pemerintah pusat, khususnya melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, yang memiliki kewenangan dan sumber daya untuk menangani proyek-proyek jalan strategis.
Harapan besar disematkan pada skema IJD ini. Dengan adanya dukungan pendanaan dari pusat, realisasi perbaikan ruas jalan Peunaron–Sri Mulya diharapkan dapat segera dilaksanakan. Perbaikan ini tidak hanya akan mempermudah akses transportasi bagi masyarakat tetapi juga menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Peningkatan konektivitas akan membuka peluang investasi baru, mendorong pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan kualitas hidup penduduk desa pedalaman.
Strategi dan Harapan ke Depan
Pengusulan perbaikan jalan Peunaron–Sri Mulya melalui skema IJD menunjukkan kesadaran pemerintah daerah akan pentingnya infrastruktur sebagai fondasi pembangunan ekonomi. Langkah ini mencerminkan pendekatan yang strategis dalam memanfaatkan sumber pendanaan eksternal untuk mengatasi defisit anggaran daerah dan mempercepat pembangunan di area yang paling membutuhkan.
Proses selanjutnya akan melibatkan kajian lebih mendalam oleh Direktorat Jenderal Bina Marga, verifikasi lapangan, dan penetapan alokasi anggaran. Keterlibatan aktif dari pemerintah daerah, DPRK, dan anggota DPR RI asal Aceh sangat diperlukan untuk memastikan bahwa usulan ini mendapatkan prioritas dan berjalan sesuai rencana.
Masyarakat di tiga kecamatan tersebut menanti dengan penuh harap realisasi perbaikan jalan ini. Jalan yang baik bukan hanya tentang kemudahan bepergian, tetapi juga tentang membuka pintu rezeki, menghubungkan desa dengan pasar, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat. Perbaikan ruas jalan Peunaron–Sri Mulya diharapkan menjadi awal dari era baru pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan inklusif di Kabupaten Aceh Timur.



















