Persija Jakarta Gagal Raih Kemenangan di Kandang, Posisi Klasemen Semakin Terancam
Jakarta – Persija Jakarta harus menelan pil pahit setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC dalam pertandingan yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026) malam. Hasil ini membuat ambisi tim berjuluk Macan Kemayoran untuk memangkas jarak dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung, pupus. Persija kini tertahan di peringkat kedua dengan koleksi 51 poin.
Kekecewaan mendalam terpancar dari wajah para pemain Persija, terutama kapten tim, Rizky Ridho. Gol penyeimbang yang dicetak oleh Ikhsanul Zikrak untuk Borneo FC pada menit ke-90+4 menjadi pukulan telak yang menggagalkan kemenangan yang sudah di depan mata. Ridho mengakui bahwa seluruh tim merasa terpukul kehilangan dua poin krusial di akhir laga.
“Sayang sekali harus buang dua poin, semua pemain merasa kecewa dengan hasil pertandingan ini,” ujar Ridho seusai pertandingan.
Jalannya Pertandingan yang Dramatis
Sejak awal pertandingan, Persija Jakarta menunjukkan dominasi dan berupaya keras untuk meraih poin penuh di kandang sendiri. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Gustavo Almeida berhasil mencatatkan namanya di papan skor, membawa Persija unggul. Keunggulan ini kemudian dipertegas oleh gol dari Fabio Calonego, membuat skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Persija.
Keunggulan 2-1 bertahan hingga menit-menit akhir waktu normal pertandingan. Ribuan The Jakmania yang memadati JIS optimis tim kesayangan mereka akan meraih kemenangan. Namun, drama terjadi di masa injury time. Borneo FC, yang tidak menyerah hingga peluit akhir dibunyikan, berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Ikhsanul Zikrak. Gol di menit-menit akhir ini sontak membuyarkan euforia pendukung tuan rumah dan menyisakan kekecewaan mendalam.
Posisi Klasemen yang Rawan Tergeser
Hasil imbang ini memberikan dampak signifikan terhadap posisi Persija di papan klasemen. Dengan 51 poin dari 24 pertandingan, Persija kini hanya unggul satu poin dari Borneo FC yang berada di posisi ketiga dengan 50 poin. Lebih mengkhawatirkan lagi, Borneo FC masih memiliki satu pertandingan tunda, yang berarti mereka berpeluang besar untuk menyalip Persija jika mampu meraih kemenangan di laga tersebut.
Sementara itu, Persib Bandung masih nyaman di puncak klasemen dengan 54 poin dari 23 pertandingan. Jarak tiga poin ini memang belum terlalu jauh, namun kegagalan Persija meraih poin penuh melawan Borneo FC membuat persaingan di papan atas semakin memanas. Persija dituntut untuk tampil lebih konsisten di sisa pertandingan jika ingin tetap menjaga asa dalam perburuan gelar juara.
Lini Pertahanan Menjadi Sorotan Utama
Kebobolan di menit-menit akhir pertandingan kembali menjadi catatan merah bagi lini pertahanan Persija Jakarta. Dalam tiga pertandingan terakhir, Macan Kemayoran selalu gagal mencatatkan clean sheet. Sebelum pertandingan melawan Borneo FC, Persija juga sempat kebobolan dua gol saat menghadapi Malut United meskipun akhirnya menang 3-2, dan kemasukan satu gol saat mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1.
Rizky Ridho mengakui bahwa masalah konsentrasi menjadi penyebab utama timnya kerap kebobolan di penghujung laga. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih untuk segera dibenahi agar tidak terus merugikan tim.
“Memang jarang clean sheet belakangan ini karena kami sering kebobolan di menit akhir. Ke depan kami harus lebih fokus dan konsentrasi,” tegas Ridho.
Fokus Menghadapi Sisa Pertandingan yang Krusial
Meskipun menghadapi situasi yang cukup pelik, Rizky Ridho menegaskan bahwa semangat juang Persija tidak padam. Ia menekankan bahwa seluruh pemain akan berjuang keras di setiap sisa pertandingan yang ada, menganggap setiap laga sebagai partai final.
“Kami akan tetap bertarung dalam 10–11 laga ke depan dan menjadikan setiap pertandingan sebagai final bagi kami,” pungkasnya.
Dengan sisa kompetisi yang semakin menipis, Persija Jakarta harus segera bangkit dan menunjukkan performa yang lebih konsisten. Fokus pada lini pertahanan, serta menjaga konsentrasi hingga peluit akhir dibunyikan, akan menjadi kunci utama bagi Macan Kemayoran untuk tetap berada dalam jalur perburuan gelar Super League musim ini dan tidak tergelincir dari persaingan papan atas.

















