No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home Opini

Opini: Hari Musik Nasional: Ekosistem Pendidikan yang Lebih Bhinneka

Erwin by Erwin
11 Maret 2026 - 11:50
in Opini
0

Membangun Ekosistem Pendidikan Seni yang Berkelanjutan: Menghidupkan Kekayaan Budaya Nusantara

Peringatan Hari Musik Nasional setiap tanggal 9 Maret menjadi momentum penting untuk merefleksikan dan membangun sebuah ekosistem pendidikan seni yang berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah untuk memuliakan potensi siswa secara mendalam, terutama dalam bidang kesenian yang seringkali belum tergali secara optimal oleh para pendidik.

Selama ini, kekayaan seni dan budaya Indonesia yang luar biasa belum sepenuhnya diakui dan dimanfaatkan dalam kurikulum pendidikan. Seringkali, materi kesenian yang diajarkan hanya berfokus pada satu atau dua jenis kebudayaan saja, padahal Nusantara memiliki keragaman seni yang tak terhingga. Pengenalan dan eksplorasi potensi kesenian ini membuka peluang yang sangat luas bagi perkembangan siswa.

Materi kesenian yang tersedia di Indonesia sendiri sangat melimpah, mencakup berbagai aspek seperti pengenalan budaya, ragam musik, bentuk vokal, iringan musik, hingga tradisi budaya yang kaya. Potensi ini seharusnya ditangkap sebagai peluang emas untuk mengembangkan jiwa berkesenian remaja yang identik dengan eksplorasi hal-hal baru.

Menjelajahi Keunikan Bentuk Vokal dan Tradisi Budaya

Salah satu contoh sederhana yang dapat menjadi materi utama dalam pendidikan adalah keragaman bentuk vokal. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang unik dan menarik untuk dipelajari.

  • Perbedaan Gaya Vokal:
    • Gaya cengkok lagu Jawa jelas berbeda dengan gaya Madura.
    • Gaya vokal Batak memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda dengan gaya Sunda.
    • Perbedaan juga terlihat antara gaya Nias dan daerah lainnya.

Selain bentuk vokal, tradisi budaya dari setiap daerah juga memiliki ciri khas yang berbeda dan patut untuk diperkenalkan.

Mengatasi Kendala dalam Pengajaran Seni

Salah satu alasan klasik mengapa materi kesenian belum tergarap maksimal adalah keterbatasan jam pelajaran yang tidak sebanding dengan mata pelajaran lain. Akibatnya, pengajaran seni seringkali hanya menyentuh aspek teori atau “kulit luarnya” saja, padahal materi yang ada sangatlah “melimpah”.

Baca Juga  Mengapa 'H' Menjadi Topik yang Selalu Berganti Setiap Tahun?

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan keberanian dari para pendidik untuk mencari referensi pendukung pembelajaran seni. Era keterbatasan informasi kini telah berlalu, apalagi dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu. Selain itu, referensi dari media sosial seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook juga dilengkapi dengan tutorial yang sangat membantu. Tentu saja, hal ini tidak menafikan pentingnya referensi dari buku sebagai sumber utama.

Tantangan Alat Peraga dan Preferensi Alat Musik

Kendala lain yang sering dihadapi adalah ketersediaan alat peraga. Alat musik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, seperti gamelan dari Jawa Tengah, kolintang dari Minahasa, rebana dari Maluku, tihar dari Timor, atau keso-keso dari Toraja, belum tentu dimiliki oleh semua sekolah.

Alih-alih mengoleksi alat musik tradisional Nusantara, banyak sekolah justru lebih memilih alat musik Barat. Alasannya seringkali berkaitan dengan gengsi dan kemudahan dalam memainkannya, seperti drumband lengkap, gitar, suling recorder, atau pianika.

Pertanyaannya, mengapa kita tidak mengutamakan alat musik dari Timur, alat musik tradisional kita, musik Indonesia? Bukankah ini perlu digali, dikenalkan, dan dikembangkan untuk anak didik kita? Bukankah itu merupakan bentuk konkret dari kepribadian dan wujud cinta tanah air?

Menjaga Identitas Budaya Melalui Pendidikan

Budaya Indonesia tidak akan terancam diklaim oleh negara lain jika kita tidak mengabaikan budaya sendiri. Bukti nyata dapat dilihat dari kasus Reog Ponorogo yang pernah diklaim oleh Malaysia, yang kemudian memicu gerakan ramai-ramai untuk menepis klaim tersebut.

Hal ini menjadi perenungan penting dalam dunia pendidikan agar kita lebih “sadar budaya”. Indonesia masih memiliki kekayaan budaya yang patut dibanggakan, dan melibatkan siswa sebagai ujung tombak penerus adalah cara yang paling efektif.

Baca Juga  Ramalan Scorpio Valentine 2026: Cinta, Hoki, Finansial, Karier & Kesehatan

Guru Kreatif: Kunci Keberhasilan Pendidikan Seni

Permasalahan utama yang seringkali muncul adalah guru yang masih kurang dalam mengeksplorasi materi ajar, cenderung hanya sebatas teori. Seharusnya, pengajaran seni dilakukan dengan praktik yang menarik, sehingga siswa terdorong untuk meniru. Sebaliknya, jika guru kurang menguasai materi praktik, minat siswa terhadap mata pelajaran kesenian pun akan menurun, dan pelajaran menjadi kurang berbobot.

Sebuah lagu atau musik tradisi yang sederhana, jika digarap dengan baik, akan memberikan rasa musikal yang menyenangkan bagi anak didik. Bahkan, mereka bisa merasa waktu pelajaran kurang karena terlalu asyik.

Dengan memanfaatkan alat musik tradisional yang telah disebutkan, seperti sarunai, kolintang, rebana, tihar, gamelan, dan keso-keso, diperlukan tuntutan kreativitas penuh dari guru pendidikan kesenian. Tujuannya adalah agar seni menjadi idola dan mencerahkan pikiran anak didik, karena pelajaran seni akan lebih merasuk dalam jiwa mereka.

Bagian ini kiranya masih kurang mendapat perhatian. Saatnya untuk menciptakan pembelajaran seni yang menggembirakan bagi siswa, bukan sebaliknya dengan materi yang membosankan. Dengan demikian, siswa akan menjadi lebih segar, bersemangat dalam belajar, dan pelajaran seni dapat menjadi “ice breaking” dari kejenuhan materi pelajaran lainnya. Hal ini tentu saja akan menumbuhkan rasa kebinekaan yang lebih kuat. Selamat Hari Musik Nasional.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

Perempuan Lebih Menarik dengan Usia, Ini 8 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan
Opini

Perempuan Lebih Menarik dengan Usia, Ini 8 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan

28 April 2026 - 14:39
Pria dengan Gaya Rambut Konsisten Miliki 8 Ciri Ini, Menurut Psikologi
Opini

Pria dengan Gaya Rambut Konsisten Miliki 8 Ciri Ini, Menurut Psikologi

28 April 2026 - 13:46
Jika Seseorang Benci Anda, Mereka Biasanya Menunjukkan 10 Perilaku Ini, Kata Psikologi
Opini

Jika Seseorang Benci Anda, Mereka Biasanya Menunjukkan 10 Perilaku Ini, Kata Psikologi

28 April 2026 - 11:59
Orang yang Menghabiskan Uang untuk Pengalaman Dapat 8 Manfaat Ini, Menurut Psikologi
Opini

Orang yang Menghabiskan Uang untuk Pengalaman Dapat 8 Manfaat Ini, Menurut Psikologi

28 April 2026 - 11:33
Orang yang Dihormati Tanpa Minta, Ini 8 Ciri Menurut Psikologi
Opini

Orang yang Dihormati Tanpa Minta, Ini 8 Ciri Menurut Psikologi

28 April 2026 - 10:39
Orang Baik Hati Tanpa Teman Dekat Menghadapi 7 Masalah Ini, Menurut Psikologi
Opini

Orang Baik Hati Tanpa Teman Dekat Menghadapi 7 Masalah Ini, Menurut Psikologi

28 April 2026 - 10:13
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 133: Tonton Drama Menarik

10 Desember 2025 - 23:01
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
Perempuan Lebih Menarik dengan Usia, Ini 8 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan

Perempuan Lebih Menarik dengan Usia, Ini 8 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan

28 April 2026 - 14:39
Yamaha meluncurkan aplikasi “YAMAHA MOTOR ON”, pengalaman berkendara lebih menyenangkan

Yamaha meluncurkan aplikasi “YAMAHA MOTOR ON”, pengalaman berkendara lebih menyenangkan

28 April 2026 - 14:37
Harga emas Antam turun Rp 44 ribu per gram, saatnya beli?

Harga emas Antam turun Rp 44 ribu per gram, saatnya beli?

28 April 2026 - 14:18
Anak Kecil Jadi Saksi Pencurian Orang Tuanya di Parung Bogor

Anak Kecil Jadi Saksi Pencurian Orang Tuanya di Parung Bogor

28 April 2026 - 14:13
Prakiraan Cuaca Maluku April 2026: Berawan dan Hujan

Prakiraan Cuaca Maluku April 2026: Berawan dan Hujan

28 April 2026 - 13:58

Pilihan Redaksi

Perempuan Lebih Menarik dengan Usia, Ini 8 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan

Perempuan Lebih Menarik dengan Usia, Ini 8 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan

28 April 2026 - 14:39
Yamaha meluncurkan aplikasi “YAMAHA MOTOR ON”, pengalaman berkendara lebih menyenangkan

Yamaha meluncurkan aplikasi “YAMAHA MOTOR ON”, pengalaman berkendara lebih menyenangkan

28 April 2026 - 14:37
Harga emas Antam turun Rp 44 ribu per gram, saatnya beli?

Harga emas Antam turun Rp 44 ribu per gram, saatnya beli?

28 April 2026 - 14:18
Anak Kecil Jadi Saksi Pencurian Orang Tuanya di Parung Bogor

Anak Kecil Jadi Saksi Pencurian Orang Tuanya di Parung Bogor

28 April 2026 - 14:13
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.