Streetwear Bandung Menguasai Lampung: Kiyo Libare Beraksi

Diposting pada

Kiyo Libare Hadir di Bandar Lampung: Kolaborasi Unik Streetwear Bandung dan Kopi Estetik

Bandar Lampung akan segera diramaikan oleh gelombang kreativitas yang berasal dari Kota Kembang, Bandung. Mulai tanggal 9 Maret hingga 15 Maret 2026, Kiyo Libare akan bertransformasi menjadi pusat gravitasi mode dengan menyelenggarakan sebuah bazar eksklusif. Acara ini secara khusus memboyong deretan merek streetwear ternama asal Bandung untuk disajikan kepada publik di Lampung.

Beralamat di Jl. Prof. M. Yamin No.32, Rawalaut, bazar ini dirancang sebagai jawaban bagi para penikmat mode yang mendambakan perpaduan antara berbelanja koleksi yang telah dikurasi secara cermat dan menikmati suasana nongkrong yang memiliki nilai estetika tinggi. Kehadiran Kiyo Libare disambut baik oleh Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas.

Menurut Teddy, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen PTPN I untuk mengoptimalkan aset lahan yang mereka miliki, khususnya di wilayah Regional 7. Tujuannya adalah untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian daerah.

“Kami terus mendorong optimalisasi lahan guna menciptakan ekosistem yang produktif,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 9 Maret 2026. “Kehadiran Kiyo Libare menjadi bukti nyata bagaimana aset perusahaan dapat dikelola untuk memacu geliat ekonomi kreatif, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi dan kreativitas mereka dalam skala yang lebih luas.”

Brand Manager Kiyo Libare, Dzaky Fakhrudin, menegaskan bahwa kolaborasi dengan merek-merek ikonik seperti Bozoon, Savresin, dan Whipstudio merupakan strategi penting untuk memperkuat branding industri kreatif lokal.

“Kami ingin Kiyo Libare menjadi sebuah melting pot di mana kopi dan fashion dapat bertemu secara organik,” jelas Dzaky. “Melalui bazar ini, kami berupaya menghadirkan vibe dinamis ala Jakcloth langsung ke jantung kota Lampung. Ini bukan sekadar tentang pakaian, tetapi lebih kepada bagaimana merek-merek asal Bandung ini dapat berinteraksi dengan budaya nongkrong masyarakat Lampung yang sudah sangat sadar akan estetika.”

Fenomena “mandi wangi” atau keinginan untuk tampil maksimal saat bersosialisasi kini mendapatkan wadah yang tepat di Kiyo Libare. Di sela-sela aktivitas perburuan koleksi streetwear yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp160.000 hingga Rp400.000, pengunjung dapat menikmati kelembutan rasa kopi andalan barista Kiyo Libare, seperti Creamy Nera atau Kiyonera (Kopi Gula Aren).

Suasana belanja di Kiyo Libare semakin hidup dengan alunan musik yang disajikan oleh DJ setiap malam, dimulai dari pukul 21.00 WIB. Rangkaian acara malam hari kemudian ditutup dengan sajian kuliner khas yang autentik, yaitu Nasi Bung dengan varian ayam bakar.

Fasilitas Lengkap untuk Seluruh Komunitas

Dari sisi operasional, Irsyad Fadholy Arief, Manajer Operasional Kiyo Libare, memastikan bahwa seluruh rangkaian acara didukung oleh fasilitas yang inklusif dan ramah bagi berbagai kalangan.

“Kami merangkul berbagai komunitas, mulai dari komunitas otomotif hingga para pegiat seni, dengan menyelenggarakan workshop kreatif,” jelas Irsyad. “Selain itu, kenyamanan keluarga dan mahasiswa tetap menjadi prioritas utama kami. Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari area mewarnai bagi anak-anak balita hingga penawaran diskon khusus sebesar 20 persen bagi para pemegang kartu mahasiswa.”

Menyambut bulan Ramadan, Kiyo Libare juga beradaptasi dengan menjaga momentum acara. Jam operasional akan disesuaikan menjadi lebih panjang, yaitu mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 04.00 dini hari. Selama bulan puasa, Kiyo Libare juga menawarkan paket buka puasa bersama (bukber) yang dibanderol mulai dari harga Rp52.000.

Dengan dukungan tim operasional yang bekerja dalam tiga shift, agenda ini menandai titik awal Kiyo Libare untuk memposisikan diri sebagai hub kreatif yang relevan dengan gaya hidup urban masa kini. Selain itu, Kiyo Libare juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi yang signifikan di lahan Regional 7 PTPN I.

Acara ini tidak hanya sekadar bazar pakaian, tetapi juga sebuah perayaan budaya pop, seni, dan gaya hidup yang dipersembahkan untuk masyarakat Bandar Lampung dan sekitarnya. Kolaborasi antara merek-merek lokal Bandung dengan konsep tempat yang unik di Lampung ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.

Kiyo Libare hadir sebagai destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar produk. Ia menawarkan sebuah pengalaman menyeluruh, di mana pengunjung dapat menikmati kopi berkualitas, berburu fashion item terbaru, mendengarkan musik, hingga berpartisipasi dalam kegiatan kreatif. Semuanya dikemas dalam suasana yang nyaman dan estetik, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai, berkumpul, dan mengekspresikan diri.

Keberadaan bazar ini juga menjadi momentum penting bagi para pelaku industri kreatif lokal, baik dari Bandung maupun Lampung, untuk saling terhubung, berbagi ide, dan berkolaborasi di masa depan. Ini adalah langkah maju dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan