Pesta Cahaya Ramadan dan Kampung Ramadan: Pesona Balai Kota Solo di Bulan Penuh Berkah
Kota Solo, Jawa Tengah, kembali menyajikan rangkaian acara menarik untuk menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan. Dua destinasi utama yang patut dikunjungi adalah Ramadan Light Festival dan Kampung Ramadan, keduanya berpusat di area Balai Kota Solo. Acara ini berlangsung mulai tanggal 19 Februari hingga 25 Maret 2026, menawarkan berbagai kegiatan yang memadukan unsur religi, seni, kuliner, dan hiburan.
Ramadan Light Festival menjadi salah satu daya tarik utama dengan kehadiran belasan titik lampion yang terbentang memanjang di sekitar Balai Kota. Lampion-lampion dengan desain bernuansa Islami ini akan memancarkan cahaya memesona di malam hari, menciptakan suasana magis dan khusyuk yang sangat khas. Pemandangan ini menjadi spot favorit bagi warga maupun pengunjung yang ingin menikmati keindahan malam Ramadan.
Melengkapi kemeriahan festival cahaya, Kampung Ramadan hadir sebagai rangkaian kegiatan spesial yang dirancang untuk mengisi waktu ngabuburit. Pengunjung dapat menemukan pasar takjil yang menyajikan aneka hidangan lezat dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Selain itu, terdapat instalasi lampion dan lampu Islami yang sangat instagramable, cocok untuk berfoto dan berbagi momen. Berbagai pentas seni Islami serta pusat kuliner turut memeriahkan suasana, menjadikan Balai Kota Solo sebagai destinasi lengkap untuk merayakan Ramadan.
Seni Tradisional dan Keagungan Masjid Raya Sheikh Zayed: Ragam Pilihan di Solo
Bagi para pecinta seni tradisional, Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari menawarkan pengalaman budaya yang tak terlupakan. Pementasan ini diselenggarakan di Gedung Wayang Orang Sriwedari, yang berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional No. 15, Sriwedari, Laweyan, Solo. Pertunjukan ini digelar setiap hari, kecuali hari Minggu.
Pada hari Senin, 9 Maret 2026, lakon yang akan ditampilkan adalah Rama Tambak. Pementasan dimulai tepat pukul 20.30 WIB, sementara loket tiket sudah buka sejak pukul 18.30 WIB. Harga tiket untuk penonton lokal sangat terjangkau, yaitu Rp20.000. Bagi wisatawan mancanegara, tarif tiketnya adalah Rp50.000. Pembayaran tiket dapat dilakukan dengan mudah menggunakan metode QRIS.
Sementara itu, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang semarak selama Ramadan. Pada tahun 1447 H (2026), masjid ini akan membagikan 14.000 paket iftar gratis setiap harinya. Pengunjung juga dapat mengikuti shalat tarawih berjamaah bersama imam dari Uni Emirat Arab (UEA) serta mengikuti kajian Ramadan yang mendalam.
Rangkaian kegiatan di Masjid Raya Sheikh Zayed berlangsung dari tanggal 1 hingga 18 Maret 2026, setiap hari mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Suasana masjid akan semakin hidup dengan kehadiran takjil kurma dari UEA, penampilan hadrah yang merdu, santunan untuk anak yatim, serta berbagai lomba edukatif yang menarik. Semua ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang khusyuk, penuh kekeluargaan, dan mempererat tali silaturahmi.
Jazz Triwindu: Alunan Melodi di Tengah Warisan Sejarah
Menyempurnakan ragam pilihan hiburan di Solo, Jazz Triwindu hadir setiap Senin malam di Selasar Ngarsopuro. Pertunjukan musik jazz gratis ini dimulai pukul 19.20 WIB hingga 23.00 WIB. Jazz Triwindu bukan sekadar konser musik biasa, melainkan sebuah wadah apresiasi seni yang memadukan alunan melodi jazz yang santai dengan nuansa heritage klasik kota Solo.
Pengunjung dapat menikmati musik jazz secara gratis dengan latar belakang bangunan-bangunan bersejarah yang mempesona dan suasana pasar barang antik yang unik. Nama “Jazz Triwindu” sendiri memiliki makna historis, diambil dari pasar barang antik tempat acara ini berlangsung. Pasar tersebut dibangun pada tahun 1939 sebagai penanda peringatan 24 tahun, atau tiga windu, masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII.
Keberadaan Jazz Triwindu menjadikan Selasar Ngarsopuro sebagai destinasi malam yang wajib dikunjungi bagi para pecinta musik jazz serta wisatawan yang ingin merasakan denyut kehidupan malam Solo yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai sejarah dan budayanya. Acara ini menawarkan pengalaman unik menikmati seni musik sembari meresapi keindahan arsitektur dan atmosfer kota yang kaya akan tradisi.



















