Dermaga Kapal Selam PT PAL: Hampir Rampung, Ini Jawabannya

Diposting pada

Dermaga Kapal Selam PT PAL Surabaya Hampir Rampung, Progres Capai 92 Persen

Surabaya – Pembangunan fasilitas vital untuk industri pertahanan maritim Indonesia, yaitu dermaga kapal selam di PT PAL Indonesia, Kota Surabaya, dilaporkan telah mencapai progres yang signifikan. Proyek strategis yang dikerjakan oleh salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya ini dikabarkan hampir rampung, dengan capaian persentase sebesar 92 persen.

Manajemen PT PAL Indonesia secara resmi menyatakan bahwa pembangunan dermaga kapal selam ini berjalan sesuai dengan rencana dan tahapan yang telah disampaikan sebelumnya. Fasilitas ini nantinya akan menjadi lokasi utama untuk pembangunan kapal selam jenis Scorpene, sebuah proyek kolaborasi antara teknisi dari Naval Group, mitra teknologi dari Prancis, dan para ahli dari PT PAL.

“Pembangunan fasilitas dermaga kapal selam di PT PAL terus diakselerasi sejalan dengan komitmen penguatan alutsista nasional,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangan tertulisnya. “Seluruh proses pengerjaan mengikuti standar tertinggi serta mengutamakan kualitas dan keselamatan guna menjamin kesiapan kapal selam hasil karya anak bangsa agar siap beroperasi.”

PT PAL memastikan bahwa setiap perkembangan dan progres pembangunan dermaga kapal selam akan terus diperbarui dan disampaikan kepada publik. Transparansi menjadi kunci dalam pelaksanaan proyek ini, memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Tonggak Sejarah Baru: Pemotongan Baja Pertama Kapal Selam Scorpene Evolved

Selain pembangunan infrastruktur pendukung, PT PAL Indonesia juga telah mencapai tonggak penting dalam pembangunan fisik kapal selam Scorpene itu sendiri. Proyek pembangunan kapal selam Scorpene telah melalui tahap krusial yaitu pemotongan baja pertama.

Proses pemotongan baja pertama (steel cutting) yang dilakukan pada Desember 2025 lalu, merupakan bagian dari fase steel cutting qualification section. Ini adalah sebuah proses yang sangat penting dalam rangkaian production training untuk pembangunan kapal selam Scorpene Evolved.

Manajemen menjelaskan lebih lanjut bahwa qualification section ini dirancang khusus sebagai ajang uji kemampuan nyata bagi para insinyur PT PAL. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan mereka dalam memasuki fase produksi kapal selam secara mandiri di masa depan.

Dalam tahapan qualification section ini, berbagai kemampuan manufaktur PT PAL diuji secara komprehensif. Pengujian mencakup aspek-aspek krusial seperti:

  • Pengelasan Presisi: Memastikan kualitas sambungan baja yang kuat dan akurat sesuai standar internasional.
  • Proses Blasting: Persiapan permukaan baja sebelum pengecatan untuk menjamin daya rekat dan ketahanan lapisan.
  • Pengecatan: Aplikasi lapisan cat khusus yang tahan terhadap lingkungan laut dan tekanan ekstrem.
  • Pre-outfitting: Tahap awal pemasangan berbagai komponen dan sistem sebelum badan kapal selam ditutup.

Hasil dari pekerjaan pada tahap qualification section ini akan menjalani proses penerimaan (acceptance) oleh Naval Group, sebagai mitra yang membawa teknologi kapal selam Scorpene.

“Saat ini, seluruh kegiatan masih berfokus pada penyelesaian rangkaian qualification section serta persiapan fasilitas pendukung lainnya,” jelas manajemen. “Ini merupakan fondasi penting dalam memastikan kesiapan industri nasional untuk dapat membangun kapal selam secara mandiri di masa depan.”

Kontrak Strategis dan Pembayaran Uang Muka

Proyek pembangunan kapal selam Scorpene ini semakin menguat dengan adanya aktivasi kontrak resmi yang dilakukan pada tanggal 23 Juli 2025. Aktivasi ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara resmi melakukan pembayaran uang muka (DP) untuk dua unit kapal selam yang akan dibangun di galangan PT PAL Indonesia.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat armada pertahanan laut Indonesia, khususnya dalam pengembangan kapabilitas kapal selam yang merupakan aset strategis. Pembangunan kapal selam di dalam negeri melalui PT PAL tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan alutsista, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian teknologi dan industri pertahanan nasional.

Dengan progres pembangunan dermaga yang hampir rampung dan dimulainya tahap produksi kapal selam, Indonesia semakin mendekati tujuannya untuk menjadi negara yang mampu memproduksi kapal selam canggih secara mandiri. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi sektor pertahanan dan industri maritim Indonesia, membuka peluang lebih luas untuk pengembangan teknologi dan peningkatan sumber daya manusia di masa depan.

Gambar Gravatar
Rizki merupakan jurnalis yang meliput berbagai topik, mulai dari berita nasional, ekonomi, hingga dinamika sosial di daerah. Dengan gaya penulisan yang lugas, ia berkomitmen menghadirkan informasi akurat dan terpercaya.

Tinggalkan Balasan