Momen Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi periode puncak aktivitas digital di Indonesia. Mulai dari panggilan video untuk bersilaturahmi dengan keluarga, maraknya penggunaan media sosial, hingga meningkatnya transaksi ekonomi digital, semua menunjukkan lonjakan yang signifikan. Untuk memastikan masyarakat dapat terus menikmati layanan telekomunikasi yang andal dan stabil selama periode krusial ini, sebuah upaya kolaboratif yang komprehensif telah dilancarkan.
Komitmen Menjaga Kualitas Konektivitas
Seluruh ekosistem perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia bertekad untuk menghadirkan layanan jaringan yang kokoh guna mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat di seluruh penjuru nusantara. Dian Siswarini, Direktur Utama perusahaan tersebut, menekankan bahwa konektivitas yang stabil merupakan elemen fundamental yang memungkinkan masyarakat untuk tetap terhubung dan menjaga tali silaturahmi, bahkan ketika terpisah jarak dengan keluarga serta kerabat.
Posko Terpadu Siaga RAFI 2026: Pengawasan Intensif 24 Jam
Sebagai bagian dari strategi proaktif, sebuah posko terpadu bernama Posko TelkomGroup SIAGA RAFI 2026 didirikan dan beroperasi selama 24 jam penuh. Posko ini mulai aktif sejak pertengahan Maret hingga akhir Maret 2026, dengan tugas utama memantau kondisi jaringan secara intensif.
Secara keseluruhan, terdapat 22 posko yang tersebar di berbagai wilayah strategis di seluruh Indonesia. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Sembilan posko utama: Berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi utama.
- Tiga belas posko operasional: Dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan anak di bawah naungan TelkomGroup, memastikan jangkauan pengawasan yang lebih luas.
Setiap posko ini didukung oleh tim yang solid, terdiri dari lebih dari 480 petugas yang didedikasikan untuk memantau sistem secara cermat. Selain itu, sekitar 13.200 petugas lapangan siap siaga di berbagai lokasi untuk segera menangani setiap kendala teknis yang mungkin timbul pada jaringan telekomunikasi.
Sinergi Lintas Entitas untuk Infrastruktur Jaringan yang Andal
Nanang Hendarno, Direktur Network perusahaan, menyoroti pentingnya sinergi antar berbagai entitas dalam membangun kesiapan infrastruktur jaringan secara menyeluruh. Kolaborasi ini sangat krusial untuk memastikan layanan konektivitas tetap stabil dan optimal, terutama selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri, saat permintaan layanan telekomunikasi melonjak tajam.
Langkah-Langkah Teknis Penguatan Jaringan
Untuk menjaga kualitas jaringan agar tetap prima, berbagai langkah teknis telah diimplementasikan. Ini mencakup:
- Pengujian Performa Jaringan: Melakukan serangkaian pengujian mendalam untuk mengidentifikasi potensi bottleneck dan area yang memerlukan peningkatan performa.
- Penguatan Elemen Infrastruktur: Memperkuat komponen-komponen vital dalam infrastruktur jaringan untuk memastikan ketahanan dan kapasitas yang memadai.
- Optimalisasi Sistem Pemantauan Teknologi Informasi: Meningkatkan efektivitas sistem pemantauan berbasis TI untuk mendeteksi dan merespons masalah jaringan secara real-time.
Upaya-upaya ini dirancang untuk memastikan pengawasan jaringan yang komprehensif, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan diatasi sebelum berdampak pada pengalaman pengguna.
Proyeksi Trafik dan Kapasitas Jaringan
TelkomGroup memproyeksikan bahwa trafik layanan fixed broadband selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 akan mengalami peningkatan signifikan, diperkirakan mencapai sekitar 9,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan proyeksi ini, total trafik layanan broadband diprediksi akan menyentuh angka sekitar 30,3 terabit per detik.
Untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan yang masif ini, perusahaan telah menyiapkan kapasitas jaringan yang jauh melampaui proyeksi, yaitu hingga sekitar 60,7 Tbps. Kapasitas ekstra ini dirancang untuk memastikan infrastruktur mampu menampung peningkatan drastis dalam penggunaan layanan digital oleh masyarakat.
Penguatan Jaringan Mobile Broadband
Selain fokus pada jaringan broadband tetap, TelkomGroup juga memberikan perhatian khusus pada penguatan jaringan mobile broadband. Jaringan seluler ini mencakup lebih dari 229 ribu base transceiver station (BTS) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan jangkauan yang telah meliputi sekitar 97 persen wilayah Indonesia, jaringan mobile broadband ini diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat secara lancar dan tanpa hambatan selama periode Lebaran.




















