Komitmen PLN ULP Kota Baru dalam Menjaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik yang menjadi penggerak aktivitas masyarakat dan dunia usaha, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Baru menegaskan komitmennya dalam menjalankan setiap pekerjaan dengan prinsip keselamatan. Bagi PLN, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian perusahaan terhadap para pekerja sekaligus masyarakat luas.
Dalam setiap aktivitas operasional, baik itu pemeliharaan jaringan maupun penanganan gangguan, PLN memastikan bahwa seluruh proses dilaksanakan sesuai standar keselamatan yang ketat. Pendekatan ini menjadi fondasi utama dalam menyediakan layanan listrik yang andal dan aman bagi semua pihak. Dengan pertumbuhan kebutuhan energi di sektor rumah tangga dan industri, PLN memahami bahwa keandalan sistem kelistrikan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada budaya kerja yang kuat.
K3 ditempatkan sebagai prioritas utama yang terintegrasi dalam setiap lini operasional. Seluruh personel di lapangan wajib menjalankan prosedur operasional standar (SOP) secara disiplin. Penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti helm keselamatan, sarung tangan isolasi, sepatu safety, hingga perlengkapan khusus untuk pekerjaan bertegangan, menjadi syarat mutlak. Setiap pekerjaan diawali dengan briefing keselamatan untuk memastikan kesiapan tim serta mengidentifikasi potensi risiko sejak dini.
PLN ULP Kota Baru juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi K3, baik bagi pegawai maupun tenaga alih daya. Simulasi kondisi darurat, inspeksi rutin peralatan, serta evaluasi prosedur kerja dilakukan secara berkala agar standar keselamatan tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan dinamika di lapangan.
General Manager PLN Unit Infuk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa komitmen terhadap K3 merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keandalan layanan. “Di PLN, keselamatan adalah nilai utama yang tidak bisa ditawar. Setiap pekerjaan harus dipastikan aman terlebih dahulu sebelum selesai dengan baik. Komitmen ini bukan hanya untuk melindungi insan PLN, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga keselamatan masyarakat yang memanfaatkan listrik setiap hari,” ujarnya.
Dalam menjaga keandalan jaringan, PLN menerapkan pengawasan berlapis pada setiap pekerjaan. Seluruh kegiatan pemeliharaan dan perbaikan diawasi langsung oleh petugas berwenang untuk memastikan prosedur K3 dijalankan secara konsisten. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus meminimalkan potensi gangguan layanan.
Tidak hanya fokus internal, PLN juga aktif mengedukasi masyarakat tentang keselamatan ketenagalistrikan. Sosialisasi mengenai bahaya beraktivitas di dekat jaringan listrik, pentingnya menjaga jarak aman, serta pelaporan cepat saat terjadi gangguan terus digencarkan sebagai langkah preventif.
Team Leader K3L ULP Kota Baru, Irham Fajri, menekankan pentingnya peran individu dalam membangun budaya keselamatan. “Keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi tanggung jawab setiap individu dan perlu kolaborasi bersama masyarakat. Dengan saling mengingatkan di lapangan, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus menjaga keandalan layanan,” ungkapnya.
Manajemen PLN menilai disiplin dalam penerapan K3 sebagai investasi jangka panjang. Lingkungan kerja yang aman terbukti meningkatkan produktivitas, menjaga keandalan sistem, serta memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal.
Dengan komitmen tersebut, PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai sumber energi, tetapi juga memastikan setiap terang yang menyala berasal dari proses kerja yang aman, profesional, dan penuh tanggung jawab demi mendukung keselamatan masyarakat dan kemajuan Indonesia.




















