Persebaya Kembali Berlatih: Optimisme Bangkit dari Tren Buruk Menuju Kompetisi Asia
SURABAYA – Setelah rehat panjang menyambut Hari Raya Idulfitri, skuad Persebaya Surabaya akhirnya kembali menginjakkan kaki di lapangan hijau. Latihan perdana pasca-libur lebaran digelar di Lapangan ABC Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Senin sore. Pelatih kepala, Bernardo Tavares, menyambut gembira kembalinya para pemainnya dengan kondisi fisik yang prima.
“Semua pemain memiliki berat badan yang sama, jadi itu positif,” ungkap Bernardo Tavares usai sesi latihan, menandakan disiplin para pemain selama masa liburan. Ia menambahkan bahwa semua pemain telah menjalankan program latihan individu yang telah ditentukan, termasuk mereka yang baru saja pulih dari cedera.
“Semua pemain memang mengirimkan video setiap hari sesuai dengan program yang kami tentukan untuk setiap pemain, karena mereka memiliki rencana yang berbeda. Beberapa dari mereka juga baru pulih dari cedera,” jelasnya, menggarisbawahi keseriusan tim dalam menjaga kebugaran.
Fokus Penuh Menghadapi Persita Tangerang
Kondisi pemain yang stabil menjadi modal penting bagi Persebaya untuk segera fokus mematangkan strategi dan taktik menjelang pertandingan terdekat. Tim berjuluk Bajol Ijo ini akan menjamu Persita Tangerang pada tanggal 4 April mendatang. Laga pekan ke-26 Liga Super 2025/2026 ini menjadi krusial bagi Persebaya untuk mengakhiri rentetan hasil minor dalam lima pertandingan terakhir, di mana mereka hanya mampu meraih satu kemenangan. Kekalahan telak 5-1 dari Borneo FC pada laga sebelumnya menjadi pukulan telak dan kekalahan terbesar Persebaya musim ini.
Bernardo Tavares menekankan perlunya kerja keras ekstra untuk menghadapi tim lawan yang dianggap kuat. Ia berharap rasa frustrasi akibat tren negatif dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain dan staf pelatih untuk meningkatkan intensitas latihan.
“Kami akan melawan tim yang kuat. Jadi kami perlu bekerja keras,” tegas Tavares.
“Dan, saya berharap frustrasi yang ada di benak para pemain dan tim teknis semuanya, dapat meningkatkan intensitas latihan untuk pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
Fokus utama perbaikan taktik akan diarahkan pada peningkatan kualitas pengambilan keputusan, baik saat menyerang maupun bertahan. Posisi pemain yang lebih baik saat tidak menguasai bola dan saat menguasai bola, serta memberikan solusi bagi rekan setim, menjadi area yang perlu digenjot.
“Utamanya bisa memiliki pengambilan keputusan yang lebih baik, baik dalam bertahan maupun menyerang. Posisi yang lebih baik saat tanpa bola dan saat menguasai bola untuk memberikan solusi bagi rekan setim yang sedang menguasai bola. Karena itu adalah salah satu hal yang perlu kami tingkatkan,” pungkas pelatih asal Portugal itu.
Asa Menuju Kompetisi Asia Masih Terbuka
Meskipun performa tim di beberapa laga terakhir belum memuaskan, peluang Persebaya Surabaya untuk tampil di kompetisi Asia musim depan diyakini masih terbuka lebar. Pengamat Persebaya, Kukuh Ismoyo, melihat bahwa jarak poin Persebaya yang saat ini berada di peringkat tujuh klasemen sementara dengan 39 poin, selisih enam poin dari Malut United di posisi keempat, masih memungkinkan untuk dikejar.
Kukuh Ismoyo memaparkan skenario agar Persebaya dapat menembus zona kompetisi Asia. Kuncinya adalah konsistensi dalam sembilan laga sisa yang akan dijalani.
Strategi Sapu Bersih Kandang dan Curi Poin Tandang
Persebaya diwajibkan untuk meraih hasil sempurna di empat pertandingan kandang yang tersisa. Laga kandang melawan Persita, Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri menjadi ajang pembuktian untuk mengamankan total 12 poin. Hasil positif di kandang ini tidak hanya akan mendongkrak posisi klasemen, tetapi juga menjadi pondasi penting untuk meraih mimpi ke Asia.
“Laga-laga ini wajib disapu bersih untuk mendapat total poin 12 dan juga untuk mendongkrak posisi di klasemen,” ujar Kukuh Ismoyo.
Sementara itu, lima pertandingan tandang akan menjadi ujian sesungguhnya. Laga tandang yang diprediksi paling berat adalah saat Persebaya harus menyambangi markas Persija Jakarta pada 11 April dan Arema FC pada 28 April. Jika Persebaya mampu mencuri poin, bahkan hanya dengan hasil imbang, di semua laga tandang, peluang untuk menembus empat besar akan semakin besar.
“Jika mampu mencuri poin, alias setidaknya tidak kalah saja (untuk semua pertandingan tandang), maka peluang Persebaya naik ke empat besar sangat besar. Karena dengan draw saja di laga tandang, Persebaya akan mendapat 5 poin nantinya,” jelas Kukuh.
Dengan tambahan poin dari skenario tersebut, Persebaya berpotensi mengumpulkan setidaknya 56 poin di akhir kompetisi. Angka ini, berdasarkan catatan klasemen liga musim sebelumnya, dianggap Kukuh cukup untuk mendekati posisi lima besar. Menariknya, jika skenario ini terwujud, Persebaya akan menyamai perolehan poin mereka di musim lalu yang juga mengumpulkan 56 poin, namun sayangnya belum cukup untuk mengamankan tiket ke Asia.
Peluang Asia: Matematis Mungkin, Namun Bergantung pada Tim Papan Atas
“Lalu, peluang ke Asia: apakah Mungkin? Ya, secara matematis sangat mampu, walaupun peluangnya kecil sekali,” terang Kukuh. Jarak poin ke peringkat keempat, yang saat ini menjadi zona kualifikasi kompetisi Asia (tergantung regulasi musim ini), sebenarnya tidak terlalu jauh. Peluang untuk menembus empat besar diperkirakan berada di kisaran 25 hingga 50 persen. Namun, ini sangat bergantung pada konsistensi Persebaya dalam menyapu bersih laga kandang dan memaksimalkan potensi di laga tandang agar tidak menelan kekalahan.
Kukuh Ismoyo juga menekankan bahwa peluang Persebaya untuk meraih tiket Asia sangat dipengaruhi oleh performa tim-tim di papan atas klasemen. Tim seperti Persija, Persita, Malut United, dan Bhayangkara FC yang saat ini menunjukkan performa konsisten, menjadi penentu nasib Persebaya. Meskipun sulit, bukan berarti peluang tersebut tertutup sepenuhnya.
Pesan untuk Bonek: Realistis dan Beri Dukungan
Meskipun perjalanan Persebaya di sisa kompetisi masih penuh ketidakpastian, Kukuh Ismoyo mengajak para pendukung setia, Bonek, untuk bersikap realistis. Era awal kepelatihan Bernardo Tavares ini dianggap sebagai periode “Realistis”.
“Jika Bonek bisa menerima permainan yang lebih defensif namun berujung tiga poin, maka mengakhiri musim di peringkat 4 besar bukanlah mimpi di siang bolong,” tegas Kukuh Ismoyo.
Ia juga mengingatkan bahwa Tavares memulai proyek tim ini dengan komposisi pemain yang merupakan peninggalan dari pelatih sebelumnya. Oleh karena itu, tidak adil jika langsung menyalahkan Tavares apabila Persebaya gagal menembus pentas Asia.
“Bonek harus paham kalau Tavares memulai tim ini dari ‘sisaan’ pemain era pelatih sebelumnya. Maka tentu tidak fair jika langsung melimpahkan kesalahan pada Tavares andaikata Persebaya gagal ke pentas Asia,” jelasnya.
Kukuh menambahkan, baru pada musim berikutnya, jika Tavares masih dipercaya dan diberikan keleluasaan oleh manajemen untuk membangun tim sesuai visinya, maka Bonek berhak menagih janji untuk menjadikan Persebaya sebagai tim juara.
Ujian pertama Persebaya dalam mengarungi sembilan laga sisa akan segera tiba dengan menjamu Persita Tangerang di Stadion GBT pada 4 April mendatang. Latihan yang telah digelar pasca-libur lebaran ini menjadi langkah awal Persebaya untuk memperbaiki performa dan mewujudkan ambisi mereka di sisa musim ini.



















