Perjalanan inspiratif Widati Wulandari, seorang mantan karyawan perusahaan multinasional, menunjukkan bagaimana kepedulian terhadap kesehatan anak dapat berbuah manis menjadi sebuah usaha yang sukses. Bermula dari keinginan untuk menyediakan asupan makanan yang sehat bagi buah hatinya, Wulan, demikian ia akrab disapa, akhirnya mendirikan D’Mamam, sebuah merek makanan beku (frozen food) yang dirancang khusus untuk anak-anak.
Dari Karyawan Menjadi Pengusaha Kuliner Anak
Sebelum terjun ke dunia bisnis, Wulan telah mengukir karier selama sepuluh tahun di sebuah perusahaan multinasional. Rutinitasnya saat itu adalah membeli makanan sehat untuk sang buah hati. Pengalaman pribadi ini kemudian memicu sebuah ide bisnis yang potensial. Pada tahun 2014, Wulan memutuskan untuk mengambil langkah berani dan memulai usahanya sendiri.
Awalnya, ia mencoba peruntungan dengan membuka usaha bubur bayi sehat. Modal awal untuk usaha ini ia peroleh dari uang pesangon yang diterimanya. Namun, realitas di lapangan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. “Ternyata, pengalaman saya 10 tahun (bekerja), tidak ada apa-apanya waktu saya terjun di dunia usaha. Ternyata, beda banget,” ungkapnya saat berbincang dalam sebuah program yang diselenggarakan Kementerian UMKM.
Transformasi Menuju D’Mamam 2.0
Kegagalan di awal usaha ternyata tidak memadamkan semangat kewirausahaan Wulan. Ia menyadari bahwa kesalahan mendasar terletak pada segmentasi pasar yang kurang tepat. Berbekal pelajaran berharga tersebut, pada tahun 2015, Wulan melakukan pivot atau perubahan strategi bisnis. Ia meluncurkan D’Mamam 2.0, yang kali ini berfokus pada produk makanan beku sehat untuk balita. Keunggulan utama produk ini adalah tanpa tambahan penyedap rasa dan pengawet, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan sehat bagi anak-anak.
Modal awal untuk peluncuran D’Mamam 2.0 terbilang minim, yaitu sekitar Rp 500.000. Dengan keterbatasan dana ini, Wulan mengandalkan sistem pemesanan pra-order (pre-order). “Jadi, begitu konsumen pesan, langsung saja saya bikin,” jelasnya. Strategi ini terbukti efektif dalam mengelola produksi dan meminimalkan risiko kerugian.
Ekspansi dan Pendanaan Eksternal
Seiring waktu, produk makanan beku sehat dari D’Mamam mulai mendapatkan tempat di hati konsumen. Permintaan yang terus meningkat menjadi sinyal positif bagi Wulan untuk mengembangkan usahanya lebih jauh. Ia pun mulai melirik opsi pendanaan eksternal untuk mendukung ekspansi bisnis.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui platform equity crowdfunding di LBS Urundana. Upaya ini membuahkan hasil gemilang. Wulan berhasil mendapatkan suntikan modal sebesar Rp 1,4 miliar dengan melepas 16% saham dari usahanya.
Dana segar ini menjadi modal krusial bagi D’Mamam untuk “naik kelas”. Dari yang semula beroperasi di skala rumahan, kini D’Mamam telah bertransformasi menjadi sebuah pabrik. Fasilitas produksi baru yang berlokasi di Bogor Barat memiliki luas 1.300 meter persegi. Kapasitas produksinya pun meningkat signifikan, mampu menghasilkan 50 hingga 80 ton makanan beku per bulan.
Wulan juga sangat memperhatikan standar kualitas produknya, memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi kriteria keamanan dan kesehatan yang ketat.
Memperluas Jangkauan Pasar
Meskipun memiliki kapasitas produksi yang besar, Wulan mengakui bahwa saat ini penyerapan pasar D’Mamam baru mencapai sekitar 15 ton per bulan. Angka ini setara dengan 20%-30% dari total kapasitas produksi yang tersedia. Oleh karena itu, strategi untuk memperluas jangkauan pasar menjadi prioritas utama.
Salah satu cara efektif yang ditempuh adalah dengan memaksimalkan pemanfaatan kanal penjualan daring. Saat ini, sekitar 80% dari total penjualan D’Mamam berlangsung secara daring, baik melalui berbagai marketplace maupun melalui gudang penghubung (hub).
Untuk distribusi ke wilayah di luar Jabodetabek, D’Mamam juga memberdayakan basis pelanggannya yang sudah ada. Sinergi ini membantu memperluas jangkauan distribusi secara lebih efisien.
Menembus Pasar Internasional
Keberhasilan D’Mamam tidak hanya berhenti di pasar domestik. Sayap bisnis Wulan telah berhasil merambah ke pasar internasional, tepatnya di Malaysia. Saat ini, produk D’Mamam sudah tersedia di enam toko perlengkapan bayi (baby shop) di negeri jiran tersebut, didistribusikan melalui pengiriman kargo.
Dengan pencapaian ini, Wulan semakin optimis dan berharap produk D’Mamam dapat menjangkau pasar domestik secara lebih luas lagi, serta terus membuka peluang di pasar internasional di masa mendatang. Perjalanan D’Mamam adalah bukti nyata bahwa inovasi, ketekunan, dan fokus pada kualitas dapat membawa sebuah usaha kecil menjadi pemain yang diperhitungkan di industri makanan sehat.



















