Penemuan Mengerikan di Atap Masjid Brebes: Dua Pria Tewas Akibat Tersengat Listrik
Warga Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digemparkan oleh penemuan dua mayat pria di atas atap Masjid Miftahul Jannah pada Rabu (25/3/2026) malam. Identitas kedua korban diketahui adalah Iwantoro (29) dan Bambang Suherman (44), keduanya merupakan warga setempat. Peristiwa tragis ini memunculkan berbagai pertanyaan di benak masyarakat mengenai bagaimana kedua pria tersebut bisa berada di lokasi kejadian dan meninggal dalam kondisi yang memprihatinkan. Spekulasi pun bermunculan, mulai dari dugaan adanya unsur kriminal hingga penantian hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Awal Penemuan yang Mengejutkan
Kejadian aneh ini bermula ketika warga mulai menyadari adanya kejanggalan. Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto, menceritakan bahwa warga pertama kali memperhatikan adanya belatung yang berjatuhan dari bagian atas masjid, tepatnya di area wudu putri. Fenomena yang tidak biasa ini menimbulkan kecurigaan, mendorong warga untuk meminta marbot masjid memeriksa area atap.
Tak lama setelah permintaan tersebut, marbot masjid segera naik ke atap. Di sanalah, ia menemukan pemandangan yang mengerikan: dua mayat pria dalam kondisi membusuk. Penemuan ini segera diumumkan kepada seluruh warga, sontak menimbulkan kegemparan dan ketegangan di seluruh desa.
Kapolsek Tanjung, AKP R Imam Priyadi, segera mengonfirmasi kebenaran adanya penemuan jenazah tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian segera bergerak cepat untuk mengevakuasi kedua jenazah ke RSUD Brebes guna menjalani proses autopsi. “Benar, saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Korban kemudian kami evakuasi ke kamar jenazah RSUD Brebes,” ujar AKP R Imam Priyadi. Pantauan di kamar jenazah RSUD Brebes menunjukkan bahwa kedua mayat memang telah berada dalam kondisi membusuk. Setelah proses autopsi selesai, jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans. Rencananya, pemakaman akan dilaksanakan pada Kamis (26/3/2026) pagi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak dokter maupun kepolisian mengenai penyebab pasti kematian kedua korban.
Jejak Hilang yang Misterius: Kronologi 6 Hari
Marhadi (37), kakak sepupu dari salah satu korban, Iwantoro, memberikan keterangan mengenai kronologi hilangnya kedua pria tersebut. Ia mengaku terakhir kali bertemu dengan Iwantoro dan Bambang Suherman pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Saat itu, Marhadi sedang bertugas memasang lampu listrik di masjid.
“Seingat saya itu hari Jumat tanggal 20 Maret 2026. Ia naik menemui saya yang sedang memasang lampu list masjid. Ia minta saya menemaninya menemui istrinya,” ungkap Marhadi. Namun, Marhadi terpaksa menolak permintaan tersebut karena kesibukannya menyelesaikan pekerjaan pemasangan lampu.
Setelah itu, Marhadi melihat Iwantoro dan Bambang Suherman meninggalkan lokasi. Ia sendiri kemudian turun ke lantai dua masjid untuk melanjutkan pekerjaan lain, yaitu memasang kipas angin. “Saya melihat dia turun. Saya turun juga ke lantai dua pasang kipas angin, ngga tau kalau dia naik lagi,” jelas Marhadi.
Sejak malam pertemuan tersebut, kedua pria itu tidak pulang ke rumah. Kepergian mereka semakin menjadi sorotan ketika hari raya Idulfitri tiba pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keluarga mulai merasa cemas karena Iwantoro dan Bambang Suherman, yang seharusnya berkumpul bersama keluarga, tidak juga kembali. Pihak keluarga kemudian melaporkan hilangnya kedua korban ke Polsek Tanjung. Upaya pencarian juga dilakukan dengan menyebarkan selebaran dan memposting informasi di media sosial. “Saat itu sempat dikabarkan hilang, habis salat Id kakaknya bilang, Iwan kok ngga pulang, akhirnya kita cari-cari semenjak hari Sabtu pas Lebaran,” tambah Marhadi.
Kehebohan dan Spekulasi di Kalangan Warga
Penemuan dua jenazah di atap masjid ini sontak menimbulkan kehebohan luar biasa di tengah masyarakat Desa Pangaradan. Banyak warga yang diliputi rasa penasaran dan kebingungan, bertanya-tanya bagaimana kedua korban bisa berakhir di lokasi tersebut dalam kondisi yang mengenaskan. Berbagai spekulasi pun berkembang di kalangan warga. Sebagian menduga adanya unsur tindak kriminal yang mungkin terjadi, sementara yang lain memilih untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.
Marhadi, sebagai saksi yang juga memiliki hubungan keluarga dengan salah satu korban, mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka keponakannya ditemukan dalam kondisi seperti itu. Ia kembali menegaskan bahwa terakhir kali ia melihat Iwantoro adalah saat korban turun dari lantai atas masjid. “Saya melihat dia turun. Saya turun juga ke lantai dua pasang kipas angin, ngga tau kalau dia naik lagi,” tuturnya dengan nada prihatin.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian kedua pria tersebut.
Titik Terang Penyebab Kematian: Tersengat Listrik
Setelah melalui proses penyelidikan dan autopsi, penyebab pasti kematian kedua pria tersebut akhirnya menemukan titik terang. Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Farid Nur Aziz, menyatakan bahwa hasil visum di RSUD Brebes menunjukkan adanya luka bakar pada tubuh kedua korban. “Jadi kami telah melakukan visum di RSUD Brebes. Hasilnya menyatakan ada luka bakar di tubuhnya,” ungkap AKP Farid Nur Aziz.
AKP Farid Nur Aziz menjelaskan lebih lanjut bahwa luka bakar tersebut merupakan akibat dari sengatan listrik bertegangan tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya kabel listrik yang terbuka di area atap masjid. Keberadaan kabel yang membahayakan ini juga diperkuat dengan kesaksian dari salah satu warga yang sempat tersengat listrik saat mencoba menolong kedua korban. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kedua korban tewas akibat kecelakaan kerja yang tragis.



















