Kenangan Berharga: Gelang Tridatu Nyoman Ayu Carmenita di Tengah Gemerlap Fanmeeting
Perhelatan akbar fanmeeting bertajuk “Hearts 2 House” yang baru saja digelar di Jakarta menjadi momen spesial bagi para penggemar grup idola Hearts2Hearts. Dipromotori oleh Dyandra Global Edutainment, acara yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan pada Sabtu, 28 Maret 2026, tidak hanya menyajikan penampilan memukau dari para anggota, tetapi juga membuka celah untuk berbagi cerita personal yang menyentuh. Salah satu anggota yang mencuri perhatian dengan kisah terbarunya adalah Nyoman Ayu Carmenita, atau yang akrab disapa Carmen. Ia menceritakan sebuah benda yang selalu setia menemaninya ke mana pun ia pergi, sebuah benda yang memiliki makna mendalam dan ikatan emosional yang kuat.
Dalam sesi berbagi cerita di sela-sela fanmeeting, Carmen mengungkapkan bahwa benda yang paling sering ia bawa adalah sebuah gelang tridatu. Gelang ini bukan sekadar aksesori biasa, melainkan sebuah pemberian berharga dari kedua orang tuanya. Yang lebih menarik, Carmen telah mengenakan gelang tridatu ini jauh sebelum ia memulai perjalanan kariernya sebagai trainee idol K-Pop. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya benda tersebut dalam kehidupannya.
“Jadi ini adalah pemberian dari orang tuaku. Jadi aku udah pake ini sebelum aku trainee,” ujar Carmen dengan nada bangga saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Ia menambahkan bahwa di masa lalu, sebelum menjalani pelatihan intensif sebagai calon idola, gelang tersebut selalu terpasang di pergelangan tangannya setiap hari. Namun, seiring dengan tuntutan profesi barunya yang memiliki berbagai aturan, Carmen kini tidak bisa lagi mengenakan gelang kesayangannya itu setiap hari.
Meskipun demikian, keterbatasan untuk mengenakannya setiap saat tidak mengurangi nilai sentimentalnya. Carmen menegaskan bahwa ia tetap membawa gelang tridatu tersebut ke mana pun ia pergi, sebagai pengingat akan akar dan dukungan keluarga yang selalu menyertainya. “Tapi aku tetep bawa ini ke mana-mana untuk diingat,” sambungnya, menggarisbawahi betapa berartinya gelang tersebut sebagai simbol koneksi dengan rumah dan orang-orang terkasih.
Fanmeeting perdana ini juga menjadi momen emosional bagi Carmen karena dihadiri oleh anggota keluarganya. Dengan senyum merekah, perempuan asal Bali ini menyapa keluarganya yang hadir di tengah keramaian penggemar. “Halo Ma! Halo Pa! Halo Nek! Halo semuanya! Hehe, halo…” sapanya dengan penuh kehangatan, menunjukkan betapa ia menghargai kehadiran mereka.
Rekomendasi Kuliner dan Impian Bali Bersama Grup
Selain berbagi tentang benda kesayangannya, Carmen juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada rekan-rekan satu grupnya. Ia memberikan beberapa rekomendasi makanan yang wajib dicoba oleh para anggota Hearts2Hearts. Di antara hidangan yang ia sebutkan adalah nasi Padang yang kaya rasa, nasi goreng yang selalu menggugah selera, sate yang lezat, berbagai jajanan pasar tradisional, hingga bakso yang menjadi favorit banyak orang. “Pastinya banyak banget. Pertama kulineran makanan Indonesia, kayak nasi Padang, nasi goreng, sate, jajanan pasar, bakso,” jelas Carmen dengan antusias.
Namun, di balik semua rekomendasi kuliner tersebut, terdapat satu impian besar yang sangat ingin Carmen wujudkan bersama seluruh anggota Hearts2Hearts. Impian tersebut adalah mengajak seluruh anggota grup untuk berkunjung ke kampung halamannya, Bali. Lebih spesifik lagi, ia berharap dapat mengajak mereka untuk singgah ke rumahnya di Bali.
“Tapi yang paling penting… yang paling penting adalah ke Bali, ke rumahku! Nanti di sana aku bakal traktir makanan enak-enak. Jadi semoga nanti bisa ke Bali ya!” serunya penuh harap. Ungkapan ini bukan hanya sekadar ajakan, tetapi juga janji untuk berbagi pengalaman otentik tentang keindahan Bali dan kehangatan rumahnya, lengkap dengan hidangan lezat yang akan ia siapkan sendiri.
Dalam fanmeeting yang berlangsung meriah tersebut, Hearts2Hearts tidak hanya menampilkan lagu-lagu hits mereka seperti “The Chase” dan “Rude”, tetapi juga menyuguhkan berbagai permainan interaktif yang melibatkan para anggota. Salah satu permainan yang menarik perhatian adalah ketika para anggota diminta untuk menunjukkan dan menceritakan barang-barang yang biasa mereka bawa sehari-hari, sebuah sesi yang semakin mempererat kedekatan antara grup dan penggemar mereka. Acara yang diprakarsai oleh Dyandra Global Edutainment ini sukses menjadi platform bagi Hearts2Hearts untuk terhubung lebih dalam dengan penggemar di Indonesia, sekaligus menjadi wadah bagi para anggota untuk berbagi sisi lain dari diri mereka yang jarang terekspos.




