PSIS Semarang Hadapi Persipal Palu: Pertarungan Hidup Mati Demi Bertahan di Liga
Pertandingan lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 pekan ke-22 akan mempertemukan PSIS Semarang dengan Persipal Palu di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, pada Minggu (29/3/2026) malam. Bagi PSIS, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan sebuah pertarungan hidup mati untuk keluar dari jurang degradasi. Raihan poin penuh adalah harga mutlak yang harus diraih agar “Mahesa Jenar” tidak semakin terpuruk di dasar klasemen.
Duel antara dua tim penghuni zona merah di Grup Timur ini diprediksi akan berlangsung sengit sejak menit awal. Meskipun sama-sama berada di posisi sulit, kedua tim masih memiliki secercah harapan untuk menyelamatkan diri dari ancaman degradasi. Dengan enam laga tersisa di musim ini, setiap poin maksimal yang berhasil dikumpulkan akan sangat krusial. Saat ini, PSIS menempati peringkat kesembilan klasemen, sementara Persipal Palu berada di posisi sepuluh atau juru kunci.
Bermain di hadapan para pendukungnya sendiri di Stadion Jatidiri menjadi keuntungan yang tidak ingin disia-siakan oleh skuad asuhan Andri Ramawi. Namun, menjelang pertandingan krusial ini, Andri Ramawi menekankan pentingnya untuk tidak meremehkan tim tamu. Ia mengingatkan bahwa Persipal Palu, meskipun berada di posisi terbawah, justru bisa menjadi lawan yang sangat berbahaya.
“Tim-tim seperti Persipal Palu justru berbahaya. Oleh karena itu, jangan sampai kami overconfidence atau terlalu percaya diri,” ujar Andri Ramawi. “Jangan sampai karena lawannya berada di bawah kami, lalu kami merasa lebih unggul.”
Waspada Overconfidence, Kunci Kemenangan PSIS
Andri Ramawi menjelaskan bahwa posisi PSIS saat ini masih sangat rawan. Perbedaan peringkat dengan Persipal Palu hanya terpaut satu tangga, menunjukkan bahwa ancaman degradasi sangat nyata bagi kedua tim. Oleh karena itu, tidak ada alasan sama sekali untuk meremehkan lawan. Selama masa persiapan, Andri Ramawi, yang didampingi oleh Direktur Teknik Angel Alfredo Vera, terus memberikan arahan kepada para pemain agar tidak meremehkan Persipal Palu.
“Menurut saya, Persipal Palu tidak boleh dianggap remeh. Saya bersama Coach Alfredo dan seluruh tim pelatih terus memberikan arahan kepada para pemain agar tidak melakukan underestimate terhadap lawan,” tegas Andri. “Kami ingin tetap bermain dengan semangat dan kerja keras seperti dalam tiga pertandingan sebelumnya.”
Dari segi kesiapan tim, PSIS dilaporkan dalam kondisi prima. Seluruh pemain siap tempur, meskipun ada satu nama yang harus absen, yaitu Ibrahim Sanjaya, yang terkena hukuman kartu merah pada laga sebelumnya. Namun, Andri Ramawi optimis bahwa para pemain yang ada mampu memberikan hasil maksimal.
Kebugaran fisik para pemain juga menjadi sorotan. Andri Ramawi meyakini bahwa anak asuhnya telah mencapai puncak performa terbaik mereka, meskipun sebelumnya kompetisi sempat mengalami jeda yang cukup panjang.
“Yang paling penting, kami tidak ingin lagi kehilangan poin saat bermain di kandang. Untuk persiapan pertandingan besok, kami dalam kondisi baik. Semua pemain siap. Semoga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan pada sesi persiapan terakhir hari ini,” tambah Andri.
Perubahan Komposisi Pemain dan Ancaman dari Pemain Asing Persipal
Menghadapi Persipal Palu, PSIS diprediksi tidak akan melakukan banyak perubahan pada susunan pemain inti atau starting line-up jika dibandingkan dengan laga sebelumnya. Untuk posisi yang ditinggalkan oleh Ibrahim Sanjaya, Gustur Cahyo memiliki kans besar untuk dimainkan sejak menit awal.
Sementara itu, di lini depan, rekrutan baru Thaufan Hidayat juga berpotensi tampil sejak menit awal. Performa apiknya selama sesi latihan membuat pemain eks-Deltras FC ini berpeluang menggusur bomber asal Brasil, Rafinha, dari posisi penyerang utama.
Ketika disinggung mengenai kekuatan Persipal Palu, Andri Ramawi menegaskan bahwa seluruh pemain lawan wajib diwaspadai, terutama para pemain asing mereka. Salah satu pemain asing Persipal yang patut diwaspadai adalah Kenzo Nambu, yang memiliki pengalaman segudang di level tertinggi sepak bola nasional.
“Mereka memiliki kualitas yang merata, jadi kami tidak bisa hanya fokus pada satu atau dua pemain saja. Konsep kami adalah mewaspadai seluruh tim. Kami yakin Persipal juga akan memberikan perlawanan yang menyulitkan bagi kami besok,” ujar Andri.
Di lini pertahanan, pemain muda PSIS, Dani Ibrohim, juga memiliki peluang untuk kembali dipercaya mengisi jantung pertahanan. Dani berpotensi akan berduet dengan Otavio Dutra di posisi bek tengah. Kehadirannya dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan mendampingi Andri Ramawi semakin memperkuat indikasi bahwa ia akan menjadi pilihan utama, menggeser pemain asing PSIS, Aldair Simanca.
“Saya sebagai pemain tentu sudah siap untuk laga besok. Kami akan jalankan instruksi pelatih sebaik mungkin,” ujar Dani Ibrohim.
Sementara itu, dari kubu Persipal Palu, dua mantan pemain PSIS, Ganjar Mukti dan Finky Pasamba, dipastikan akan absen dalam pertandingan ini karena hukuman akumulasi kartu. Absennya kedua pemain ini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi tim tamu dalam upaya mereka mendulang poin di kandang PSIS.




