Kegiatan Peusijuk Jamaah Haji dan Santunan Anak Yatim di Banda Aceh
Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadhil SH, hadir dalam rangkaian kegiatan peusijuk jamaah haji, halal bihalal, dan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Aceh Barat (IKABA) Banda Aceh di Banda Aceh, Minggu (5/4/2026). Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat Aceh Barat yang tinggal di luar kota untuk memperkuat ikatan silaturahmi serta menunjukkan komitmen organisasi dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial.
Said Fadhil menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jamaah calon haji IKABA yang mendapat panggilan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Ia mengapresiasi semangat dan antusiasme para peserta yang telah bersiap secara matang untuk melaksanakan ibadah yang merupakan salah satu rukun Islam terbesar.
“Kegiatan ini mencerminkan bahwa IKABA tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat Aceh Barat perantauan, tetapi juga berperan aktif sebagai organisasi yang peduli dan hadir dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan serta kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Said.
Menurutnya, menjalankan ibadah haji memerlukan persiapan matang dari segi fisik, mental, dan spiritual. Oleh karena itu, Said berpesan agar seluruh jamaah selalu menjaga kesehatan dan stamina selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan selama berada di tanah suci, saling membantu satu sama lain, dan selalu mengikuti arahan dari petugas haji.
Pentingnya Persiapan Sebelum Berangkat Haji
Persiapan fisik dan mental sangat krusial sebelum berangkat melakukan ibadah haji. Said menyarankan agar para jamaah melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan menjaga pola hidup yang sehat. Selain itu, ia juga menekankan perlunya persiapan mental untuk menghadapi tantangan selama perjalanan, termasuk kemungkinan adanya gangguan cuaca atau kondisi lingkungan yang berbeda.
Ia juga menekankan bahwa kekompakan dan kebersamaan akan menjadi kunci kesuksesan dalam menjalankan ibadah haji. “Jangan ragu untuk saling membantu, baik dalam proses ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari saat berada di tanah suci,” kata Said.
Doa untuk Kemajuan dan Kesejahteraan
Selain itu, Said meminta para calon jamaah IKABA Banda Aceh untuk senantiasa mendoakan kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi Pemkab Aceh Barat serta masyarakat. Ia menilai bahwa doa adalah bentuk kepedulian yang bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Doa tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan antara masyarakat Aceh Barat dengan pemerintah setempat.
Tindak Lanjut dan Keberlanjutan
Acara ini juga menjadi awal dari upaya IKABA Banda Aceh untuk lebih aktif dalam berbagai program sosial dan keagamaan. Dalam waktu dekat, organisasi ini rencananya akan menggelar beberapa kegiatan serupa, seperti pelatihan keterampilan bagi masyarakat, bimbingan ibadah, serta program pendidikan untuk anak-anak yatim dan dhuafa.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat Aceh Barat perantauan dapat tetap merasa memiliki dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.



















