Pernikahan Putri Gus Dur dengan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah
Inayah Wahid, putri bungsu dari almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), baru saja melangsungkan pernikahannya dengan seorang pria bernama Moh. Shalahuddin A. Warits. Acara pernikahan ini digelar dalam suasana sederhana namun penuh khidmat di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, yang berada di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Sosok suami Inayah Wahid adalah seorang dosen sekaligus pengurus aktif di pondok pesantren tersebut. Selain itu, ia juga merupakan lulusan doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Video acara selamatan pernikahan putri almarhum Gus Dur ini kini tengah viral di media sosial, menarik perhatian banyak orang.
Rangkaian Acara yang Dilangsungkan
Acara selamatan dilaksanakan dengan meriah dan dihadiri oleh keluarga besar pesantren serta sebagian anggota keluarga Inayah Wahid yang datang dari Ciganjur. Fathol Bari, alumni Ikatan Alumni Annuqayah (IAA), mengonfirmasi bahwa acara tersebut memang berlangsung secara sederhana namun tetap khidmat. Ia menyebutkan bahwa selamatan diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur, serta sesi foto bersama untuk dokumentasi.
Menurut Fathol, video acara tersebut awalnya diunggah oleh salah satu pengasuh pesantren, Kyai Faizi, sebelum akhirnya menyebar luas di media sosial. Meski informasi yang beredar menyebutkan bahwa pernikahan pasangan ini telah terjadi sekitar satu tahun lalu, momen perkenalan mereka ke publik baru dilakukan saat peringatan haul Gus Dur dan selamatan yang digelar beberapa hari lalu.
Profil Suami Inayah Wahid
Moh. Shalahuddin A. Warits lahir di Sumenep pada 16 April 1982. Ia kerap dipanggil dengan sebutan Ra Mamak. Pendidikan dasarnya ditempuh di Pondok Pesantren Annuqayah, lalu melanjutkan studi ke MAK Tebuireng. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikan di Al-Azhar University, Mesir, dengan fokus pada Bahasa Arab.
Kemudian, ia melanjutkan studi di IAIN Sunan Ampel dan meraih gelar magister di Universitas Indonesia. Pendidikan doktoralnya diselesaikan di Universitas Gadjah Mada. Saat ini, Shalahuddin aktif sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak tahun 2015.
Respons Positif dari Kalangan Alumni dan Keluarga Besar Pesantren
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga terkait detail pernikahan tersebut, kabar ini disambut positif oleh kalangan alumni dan keluarga besar pesantren Annuqayah. Mereka menyampaikan dukungan dan harapan agar pasangan ini dapat menjalani kehidupan pernikahan dengan penuh kebahagiaan dan keselamatan.


















