Colosseum Roma, atau dikenal juga sebagai Flavian Amphitheatre, adalah salah satu simbol paling ikonik dari sejarah kota Roma. Sejak dibangun pada tahun 82 Masehi, bangunan ini telah menjadi tempat bagi ribuan pertandingan gladiator dan peristiwa penting lainnya dalam sejarah Romawi Kuno. Namun, setelah lebih dari dua ribu tahun, Colosseum akhirnya mengalami renovasi besar-besaran yang mengejutkan banyak orang. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa yang baru di Colosseum Roma setelah renovasi besar tersebut.
Sejarah Singkat Colosseum Roma
Colosseum dibangun pada masa pemerintahan kaisar-kaisar Flavian, dimulai antara tahun 70 hingga 72 Masehi selama pemerintahan Vespasianus. Lokasinya terletak di sebelah timur Bukit Palatino, di tanah yang dulunya merupakan Istana Emas milik kaisar Nero. Proyek pembangunan ini memakan waktu hingga 10 tahun dan resmi diresmikan pada tahun 80 Masehi oleh Titus dalam sebuah upacara yang melibatkan 100 hari pertandingan. Pada tahun 82 Masehi, Domitianus menyelesaikan pekerjaan dengan menambahkan lantai paling atas.
Sebagai amfiteater raksasa, Colosseum mampu menampung sekitar 50.000 penonton. Struktur ini terdiri dari tiga lantai arena yang dikelilingi oleh deretan toko di bagian luar yang dihiasi dengan tiang-tiang yang melekat di ordo Dorik, Ionik, dan Korintik. Fasad utamanya terbuat dari travertin, sedangkan dinding-dinding sekunder terbuat dari tufa vulkanik.
Renovasi Besar-Besaran yang Mengubah Wajah Colosseum
Pada 2016, Colosseum Roma mengalami renovasi besar-besaran yang berlangsung selama tiga tahun. Dana pembangunan berasal dari hibah pemerintah Italia, dan proyek ini bertujuan untuk mengembalikan keindahan asli dari amfiteater kuno tersebut. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan kembali batu travertin yang sama seperti yang digunakan oleh para arsitek Romawi kuno.
Selama renovasi, para arkeolog menemukan berbagai benda bersejarah yang tersembunyi di bawah permukaan. Misalnya, mereka menemukan koin, patung, tulang hewan, dan bahkan cincin emas. Selain itu, lorong rahasia yang digunakan oleh Kaisar Commodus untuk masuk ke Colosseum tanpa terlihat oleh umum juga dibuka kembali untuk publik.
Perubahan yang Terlihat Jelas
Setelah renovasi, beberapa bagian Colosseum yang sebelumnya tertutup debu dan tanah kini terlihat jelas. Para arkeolog dan arsitek menyebut bahwa mereka berhasil merekonstruksi bagian-bagian yang hilang, termasuk pelataran luar yang sebelumnya tertimbun. Mereka juga memasang blok-blok travertin baru di sekitar arena, yang ditempatkan tepat di lokasi asli kolom-kolom besar yang pernah ada.
Stefano Boeri, arsitek dari proyek restorasi, menjelaskan bahwa tujuan utama dari renovasi ini adalah memberikan pengunjung gambaran nyata tentang proporsi asli Colosseum. “Kami telah membangun kembali perimeter yang sebenarnya, pavemen Colosseum, dan sekaligus ukuran semua bagian fornici (lengkung), yang tertutup tanah,” katanya.
Selain itu, sistem drainase air hujan juga diperbaiki agar area sekitar Colosseum lebih aman dan mudah diakses. Pengunjung kini dapat duduk di atas slab travertin yang baru, membaca angka Romawi yang menunjukkan bagian kursi, dan merasakan sensasi kembali ke masa lalu.
Wisatawan yang Tertarik
Sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di dunia, Colosseum Roma menarik sekitar 7 juta pengunjung setiap tahunnya. Setelah renovasi, jumlah pengunjung diprediksi akan meningkat lagi karena keindahan dan detail yang kini terlihat lebih jelas.
Alfonsina Russo, arkeolog yang terlibat dalam proyek restorasi, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi pada beberapa bagian koridor masuk mulai abad ke-6 Masehi kini telah diperbaiki. “Kami ingin mengembalikan beberapa bagian yang hilang dari koridor masuk untuk publik,” ujarnya.
Renovasi besar-besaran yang dilakukan pada Colosseum Roma tidak hanya mengembalikan keindahan aslinya, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang sejarah dan struktur bangunan ini. Dengan penemuan-penemuan baru dan perbaikan detail, Colosseum kini siap menerima pengunjung dengan pengalaman yang lebih lengkap dan mendalam.
Penulis : wafaul



















