Jalan Gombel Lama di Kota Semarang kembali menjadi sorotan setelah beredarnya misinformasi terkait annya. Isu tersebut menyebutkan bahwa jalan tersebut akan ditutup mulai 14 April 2026 untuk rekonstruksi dan perbaikan. Namun, pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY menegaskan bahwa jadwal an tetap sesuai rencana awal, yaitu 20 April 2026. Meski demikian, isu tersebut telah memicu kekhawatiran di kalangan warga sekitar.
Penyebab Kekhawatiran Warga
Isu an yang lebih cepat dari jadwal semula membuat warga resah. Sutrisno (55), seorang pengguna jalan, mengaku khawatir kemacetan parah akan terjadi lebih awal jika Jalan Gombel Baru dipaksa menampung volume kendaraan dua arah secara mendadak. “Pasti jalannya akan lebih sesak. Volume kendaraan pasti menumpuk karena Jalan Gombel Baru yang biasanya satu arah harus diubah jadi dua arah,” ujarnya.
Warga lain juga mengkhawatirkan dampak terhadap aktivitas sehari-hari, termasuk akses ke sekolah dan tempat kerja. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya informasi yang akurat dalam menjaga stabilitas masyarakat.
Persiapan Teknis dan Sosialisasi
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BBPJN Jawa Tengah-DIY, Alfan Noor Rizal, menegaskan bahwa an tidak mengalami percepatan. Pihaknya saat ini masih fokus pada persiapan teknis dan koordinasi lintas sektoral sebelum alat berat masuk ke lapangan. “Masih seperti rencana semula, bahwa perkiraan an itu tanggal 20 April 2026. Saat ini kami masih melakukan pengukuran dan pengecekan teknis di lapangan,” tegas Alfan saat dikonfirmasi.
Selain itu, rangkaian sosialisasi kepada warga terdampak masih terus berjalan. Pekan depan, pihaknya juga menjadwalkan pertemuan intensif dengan unsur Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama masa pengerjaan.
Rekonstruksi Jalan Gombel Lama
Proyek rekonstruksi Jalan Gombel Lama mencakup perbaikan jalan sepanjang 1,27 kilometer. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,5 miliar untuk proyek ini dengan target penyelesaian selama tujuh bulan. Selama masa pengerjaan, arus lalu lintas dari arah atas (Ungaran) maupun bawah (Jatingaleh) akan dialihkan sepenuhnya ke Jalan Gombel Baru yang difungsikan menjadi dua arah.
Sebagai siasat menghindari macet, warga disarankan mencari jalur alternatif lain seperti melewati wilayah Jangli tembus ke Jalan Dr. Wahidin. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di grup percakapan dan selalu mengecek perkembangan resmi dari BBPJN maupun pihak kepolisian.
Alasan an Jalan
an jalan utama itu bukan sekadar proyek pengaspalan biasa. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah dari BBPJN Jateng-DIY, Alfan Noor Rizal, mengatakan, Jalan Gombel Lama berada di kawasan patahan tanah. Kondisi geologi yang rawan pergerakan membuat jalan sepanjang 1,27 kilometer tersebut berulang kali ambles, retak, dan rusak parah. Oleh karena itu, struktur jalan lama harus dibongkar total untuk membangun fondasi baru.
Pihak BBPJN juga menegaskan proyek infrastruktur senilai Rp17,5 miliar ini murni untuk keselamatan pengguna jalan, tidak berkaitan dengan isu pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan tersebut.
Pentingnya Informasi Akurat
Perlu diingat bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Oleh karena itu, warga diminta untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap menghadapi perubahan dan menghindari kebingungan yang tidak perlu.
Meskipun ada beberapa isu yang beredar, informasi resmi dari BBPJN Jawa Tengah-DIY tetap menjadi acuan utama. Dengan persiapan yang matang dan sosialisasi yang berkelanjutan, diharapkan proses rekonstruksi Jalan Gombel Lama dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Penulis : wafaul



















