Gempa Magnitudo 2,6 Mengguncang Wilayah Tenggara Tulungagung
Pada hari Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 05:45 WIB, wilayah tenggara Kabupaten Tulungagung diguncang gempa bumi dengan magnitudo 2,6. Gempa ini terjadi di koordinat 8.19 LS dan 112.00 BT, dengan kedalaman sekitar 119 km dari permukaan bumi. Lokasi gempa berjarak sekitar 17 km dari pusat kota Tulungagung.
Gempa yang terjadi pada pagi hari tersebut termasuk dalam kategori kecil dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan signifikan. Informasi mengenai gempa ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang merupakan lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang bertugas untuk memantau cuaca, iklim, serta fenomena geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Wilayah Tulungagung sendiri terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur. Dalam laporan resmi BMKG, gempa kali ini memiliki magnitudo 2,6, yang menunjukkan besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa. Magnitudo ini diukur menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Meski gempa terjadi secara tiba-tiba, dampaknya tidak terlalu besar dan tidak menyebabkan kerusakan serius.
BMKG juga memberikan informasi tambahan mengenai lokasi dan kedalaman gempa. Pusat gempa berada di 17 km sebelah tenggara Tulungagung, sedangkan kedalaman gempa mencapai 119 km. Informasi ini masih bersifat sementara karena data yang diperoleh belum sepenuhnya stabil dan dapat berubah seiring penyelesaian pengolahan data.
Berikut adalah penjelasan mengenai skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk mengukur dampak gempa:
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.




